Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Showing posts with label tanda kiamat. Show all posts
Showing posts with label tanda kiamat. Show all posts

Sunday, January 20, 2019

Blood Moon, Tanda Dekatnya Kiamat?

Blood Moon, Tanda Dekatnya Kiamat?
Saya mendengar bahwa kejadian blood moon banyak dikaitkan dengan mitos tanda dekatnya akhir zaman. Apakah itu benar, bahwa itu tanda kiamat?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sering sekali, ketika masyarakat kita melihat kejadian aneh, mereka kaitkan dengan kiamat. Disebar-sebarkan, ini tanda akhir zaman. Baik yang terkait fenomena alam, seperti tsunami, banyaknya gempa bumi, blood moon, dst. atau yang terkait dinamika sosial, seperti ISIS. Terkesan mereka sangat berharap, agar kiamat segera terjadi.

Sesungguhnya kiamat adalah sesuatu yang pasti. Kita tunggu maupun tidak kita tunggu, dia akan datang tanpa terduga. Dan Allah Ta’ala menciptakan beberapa tanda akan datangnya kiamat.

Allah berfirman,

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

“Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang?” (QS. Muhammad: 18)

Dalam pelajaran aqidah, kita memahami tanda hari kiamat ada dua,

☑ Pertama, tanda kiamat kecil (asyrat shugra).

☑ Dan kedua, tanda kiamat kubro (asyrat kubro)

Tanda kiamat kubro, bisa bentuknya peristiwa luar biasa yang terjadi jauh sebelum kiamat, seperti diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta mukjizat-mukjizat beliau.

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan,

فبعثة رسول الله صلى الله عليه وسلم من أشراط الساعة ؛ لأنه خاتم الرسل الذي أكمل الله تعالى به الدين وأقام به الحجة على العالمين ، وقد أخبر صلى الله عليه وسلم بأمارات الساعة وأشراطها ، وأبان عن ذلك وأوضحه بما لم يؤته نبي قبله

Diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk tanda kiamat. Karena beliau adalah penghujung para rasul. Dengan beliau, Allah sempurnakan agama dan Allah tegakkan hujjah kepada seluruh alam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mengabarkan akan tanda-tanda kiamat. Beliau jelaskan kejadian-kejadian yang belum dijelaskan nabi sebelumnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 7/315).

Termasuk tanda kiamat kecil adalah semua kejadian yang biasa bagi manusia, bahkan munculnya umumnya tidak disadari, tapi disebut sebagai tanda kiamat dalam Alquran dan sunah. Seperti dicabutnya ilmu, tersebarnya kebodohan di masyarakat, maraknya minum khamr, berlomba-lomba meninggikan bangunan, terjadi banyak pembunuhan, kekacauan, dst.

Apakah Blood Moon Tanda Kiamat?

Kita tidak bisa menyebutnya sebagai tanda kiamat, tanpa bukti dalil dari al-Quran atau sunah.

Keterangan al-Quran tentang bulan, yang ada hubungannya dengan kiamat adalah terbelahnya bulan. Dan itu terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah menyebut mukjizat beliau membelah bulan, termasuk tanda kiamat.

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat kiamat dan bulan telah terbelah.” (QS. Al-Qomar: 1)

Sementara informasi bulan warnanya merah, kami tidak mengetahui sumbernya dalam al-Quran dan sunah.

Mitos Injil

Hanya saja, berdasarkan beberapa informasi yang tersebar, fenomena blood moon, ternyata disebutkan dalam al-Kitab. Di Yoel 2: 30 dan 31 dinyatakan,

وأعطي عجائب في السماء من فوق وآيات على الأرض من أسفل: دما ونارا وبخار دخان .. تتحول الشمس إلى ظلمة والقمر إلى دم، قبل أن يجيء يوم الرب العظيم الشهير

Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.

Namun sekali lagi, ini komentar injil, tentu saja tidak bisa langsung kita benarkan. Kecuali jika didukung oleh dalil dalam al-Quran dan sunnah yang shahih. Kita menyebutnya berita israiliyat.

Fenomena Itu Sering Terjadi

Biarkan realita ini berjalan dan tidak perlu memberikan komentar, maupun mengkaitkannya dengan kedatangan hari kiamat.

Barangkali ini prinsip yang bisa kita kedepankan. Agar kita tidak terlalu sibuk memikirkan kiamat, sampai harus meraba dengan sesuatu yang belum jelas sumbernya.

Menurut laporan badan terkait, fenomena blood moon, sudah berkali-kali terjadi. Meskipun fenomena ini termasuk langka. Berdasarkan catatan, kejadian ini muncul di tahun 1909 dan 1910, lalu tahun 1927 dan 1928, lalu tahun 1949 dan 1950, lalu tahun 1967 dan 1968. Kemudian tahun 1985 dan 1986, kemudian tahun 2003 dan 2004.

Allahua’lam.

👤 Dijawab oleh Ustadz Amni Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“[HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Peperangan Muslim dengan Yahudi Tanda Kiamat?

Peperangan Muslim dengan Yahudi Tanda Kiamat?
Bagaimana (penjelasan) tentang hadis “Hari kiamat tidaklah datang sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi…., hingga batu dan pohon berkata, ‘Wahai orang muslim, ini orang Yahudi di belakangku, maka bunuhlah (dia)!’”?

Jawaban:

Hadis peperangan antara Muslim dan Yahudi di akhir zaman itu benar, dan kemenangan akan berada di tangan umat Islam. Apa syaratnya? Syaratnya ada dalam hadis itu sendiri, yaitu orang muslim menyandang predikat ‘Wahai orang muslim, wahai hamba Allah’. Sehingga, untuk memang dan memimpin, kita harus menjadi muslim dan hamba Allah, sebagaimana perintah Allah,

وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

”Akan tetapi, (dia berkata), ‘Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.’” (QS. Ali Imran: 79)

Inilah yang kita minta, yang kita harapkan, dan yang kita perjuangkan. Jadi, bukan masalah kuatnya ekonomi dan besarnya jumlah pasukan, sebab:

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.’ (QS. Al-Baqarah: 249)

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ

‘Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.‘ (QS. Al-Mudatstsir: 31)

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

‘Sesungguhnya, Allah telah menolong kamu (wahai orang-orang mukmin), di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) Perang Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.’ (QS. At-Taubah: 25)” (Syekh Ali bin Hasan Al-Halabi)

📚 Sumber: Majalah As-Sunnah, Edisi 11, Tahun VIII, 1425 H/2004 M.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“[HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

ISIS Tanda Dekatnya Kiamat?

ISIS Tanda Dekatnya Kiamat?
Apakah dijaman ini dengan bermunculannya bendera hitam seperti isis. Ini ada kaitannya dengan tanda kiamat selain أشرة الساعة?

Dari Abu Sifiyah

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Sesungguhnya kiamat adalah sesuatu yang pasti. Kita tunggu maupun tidak kita tunggu, dia akan datang tanpa terduga. Dan Allah ta’ala menciptakan beberapa tanda akan datangnya kiamat.

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang? (QS. Muhammad: 18)

Tanda hari kiamat ada dua,

⚜ Pertama, tanda kiamat kecil (asyrat shugra)

Bisa bentuknya peristiwa luar biasa yang terjadi jauh sebelum kiamat, seperti diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau mukjizat-mukjizat beliau.

Allah menyebut mukjizat beliau membelah bulan, termasuk tanda kiamat.

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Telah dekat kiamat dan bulan telah terbelah. (QS. Al-Qomar: 1)

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan,

فبعثة رسول الله صلى الله عليه وسلم من أشراط الساعة ؛ لأنه خاتم الرسل الذي أكمل الله تعالى به الدين وأقام به الحجة على العالمين ، وقد أخبر صلى الله عليه وسلم بأمارات الساعة وأشراطها ، وأبان عن ذلك وأوضحه بما لم يؤته نبي قبله

Diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk tanda kiamat. Karena beliau adalah penghujung para rasul. Dengan beliau, Allah sempurnakan agama dan Allah tegakkan hujjah kepada seluruh alam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mengabarkan akan tanda-tanda kiamat. Beliau jelaskan kejadian-kejadian yang belum dijelaskan nabi sebelumnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 7/315).

Termasuk tanda kiamat kecil adalah semua kejadian yang biasa bagi manusia, bahkan munculnya umumnya tidak disadari, tapi disebut sebagai tanda kiamat dalam al-Quran dan sunah. Seperti dicabutnya ilmu, tersebarnya kebodohan di masyarakat, maraknya minum khamr, berlomba-lomba meninggikan bangunan, terjadi banyak pembunuhan, kekacauan, dst.

⚜ Kedua, tanda kiamat kubro

Itulah kejadian besar, peristiwa luar biasa, yang menunjukkan dekatnya kiamat. Seperti munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa ’alaihis salam, munculnya Yakjuj dan Makjuj, dst. (Asyrat Sa’ah, Yusuf al-Wabil, hlm. 77).

Apakah ISIS Termasuk tanda Kiamat?

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا، وَيُصْبِحُ كَافِرًا، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي

Sesungguhnya sebelum kiamat akan terjadi banyak fitnah, seperti sepotong malam yang gelap. Pagi hari seseorang masih mukmin, sore sudah menjadi kafir. Sore hari seseorang beriman, paginya menjadi kafir. Orang yang duduk lebih baik dari pada yang berdiri, yang berjalan lebih baik dari pada berlari. (HR. Ahmad 19730, Abu Daud 4259, Ibnu Majah 3961 dan yang lainnya).

Dan umumnya, fitnah itu muncul dari daerah timur. Iraq, Iran, Asia tengah dan sekitarnya.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa,

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي يَمَنِنَا

Ya Allah, berkahilah daerah Syam untuk kami (kaum muslimin) dan berkahilah daerah Yaman.

Beliau mengulang-ulang hingga para sahabat mengatakan,

‘Ya Rasulullah, berkahi daerah Iraq.’

Kemudian beliau bersabda,

إِنَّ بِهَا الزَّلَازِلَ وَالفِتَنَ وَبِهَا يَطلُعُ قَرْنُ الشَّيطَانِ

Di sana akan muncul banyak gempa bumi dan fitnah. Di sana terbit dua tanduk setan. (HR. at-Thabrani dalam Mu’jam al-Kubro, 13422, dan perawinya Tsiqqah).

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ العِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الهَرْجُ – وَهُوَ القَتْلُ القَتْلُ – حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ المَالُ فَيَفِيضَ

Tidak akan terjadi kiamat, hingga ilmu dicabut, sering gempa bumi, waktu menjadi pendek, muncul banyak fitnah, dan banyak terjadi al-haraj. Yaitu pembunuhan-pembantaian. Hingga kalian banyak mendapatkan harta dan melimpah. (HR. Bukhari 1036).

Demikian beberapa hadis yang menyebutkan kejadian kiamat. Banyak terjadi fitnah, yang mengancam keselamatan agama manusia. Terutama di daerah Iraq, Iran dan sekitarnya. Dan banyak terjadi pembunuhan dan pembantaian.

Hanya saja, kita tidak bisa memastikan apakah yang dimaksud itu adalah kejadian munculnya ISIS saat ini ataukah kejadian lainnya. Kita tidak tahu. Karena itu, sikap yang tepat, kita biarkan realita ini berjalan dan tidak memberikan komentar, maupun mengkaitkannya dengan kedatangan hari kiamat.

Bisa Jadi tidak Ada Hubungannya

Salah satu kesalahan yang dilakukan sebagian orang, upaya selalu mengintai tanda-tanda kiamat. Setiap ada kejadian menarik, dia sebarkan di tengah masyarakat, ini tanda akhir zaman. Dajjal sudah dekat, Imam Mahdi akan segera keluar, dst. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai bahan ramalan. Besok pulau jawa akan terbelah, muncul sungai besar memisahkannya, dst.

Dulu banyak orang tanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kapan kiamat. Dan Allah menurunkan jawaban kepada mereka melalui ayat al-Quran, menegaskan bahwa ini masalah ghaib. Mengetahui kapan kiamat adalah bagian ilmu Allah yang hanya dimiliki Allah.

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh Jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS. al-Ahzab: 63)

Tentu saja, ini termasuk sikap tercela. Karena tujuan adanya banyak peristiwa dan fitnah di akhir zaman, bukan untuk dijadikan bahan perdebatan kapan kiamat. Tapi agar manusia semakin takut kepada Allah. Sehingga berusaha mencari jalan terbaik, untuk kebaikan dunia dan akhiratnya.

Dr. Umar al-Asyqar mengatakan,

فالبحث في هذا الأمر، والزعم أن الساعة ستقع في عام بعينه تَقَوُّل على الله بغير علم، والخائضون في ذلك مخالفون للمنهج القرآني النبوي الذي وجه الناس إلى ترك البحث في هذا الموضوع، ودعاهم إلى الاستعداد لهذا اليوم بالإيمان والعمل الصالح

Mencari-cari tanda kiamat, atau meramal bahwa kiamat akan terjadi di tahun sekian, termasuk berbicara atas nama Allah tanpa bukti. Orang yang memperdebatkan hal ini, telah menyimpang dari pelajaran yang disampaikan dalam al-Quran dan sunah nabi, yang mengajarkan manusia agar meninggalkan upaya mengkait-kaitkan tanda-tanda kiamat. Dan mengajak mereka untuk mempersiapkan diri dengan menguatkan iman dan amal soleh. (al-Yaum al-Akhir, al-Qiyamah as-Shugra, Dr. Umar al-Asyqar, hlm. 121).

Allahu a’lam.

👤 Dijawab oleh Ustadz Amni Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“[HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Turun Salju di Mekah, Tanda Kiamat?

Turun Salju di Mekah, Tanda Kiamat?
Baru saya dapat bahwa pernah turun hujan salju di Arab, apakah itu benar? dan apakah shohih hadist yg menyebutkan bahwa itu merupakan pertanda kiamat?

Fitri Kurniasih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama, kita perlu memahami, tanda kiamat ada 2,

1. Tanda kiamat sughra (kecil)

Secara umum, tanda kiamat sughra rentang waktunya lebih panjang, ada yang sudah terjadi, ada yang belum terjadi, dan ada yang kejadiannya berulang. Ada yang sudah terjadi dan terus selalu ada, ada yang belum terjadi hingga sekarang, dan nanti pasti terjadi seperti yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Contoh:
  • Diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wafatnya beliau
  • Adanya pengaku nabi palsu
  • Penaklukan Baitul Maqdis
  • Adanya wabah Tha’un amwas di daerah Syam
  • Harta melimpah dan banyak orang kaya baru
  • Munculnya berbagai macam fitnah dan aliran sesat, sejak pembunuhan Utsman, peperangan antar-sahabat, adanya khawarij, syiah dan berbagai aliran sesat lainnya.
  • Amanah disepelekan dan pengkhianat diberi amanah
  • Ilmu mulai menghilang dan banyak tersebar kebodohan masalah agama
  • Tersebarnya zina, riba, musik, mabuk-mabukan, atau pembunuhan
  • Seringnya terjadi gempa bumi, bencana alam yang menyeluruh, dan semacamnya
2. Tanda kiamat kubro (besar)

Kebalikan dari yang pertama, umumnya rentang kejadiannya lebih singkat dan hanya akan terjadi ketika mendekati kiamat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan hal ini dalam satu hadis. Dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ

Kiamat tidak akan terjadi sampai manusia melihat 10 tanda sebelumnya..

Kemudian beliau menyebutkan, dukhan, dajjal, dabbah, turunnya Nabi Isa ‘alaihis sallam, matahari terbit dari barat, munculnya Yakjuj dan Makjuj, terjadinya 3 kali penenggelaman. Dst. (HR. Muslim 7467)

Turun Salju di Arab, Tanda Dekatnya Kiamat?

Salah satu tanda kiamat, arab akan menjadi tanah yang subur. Dan ini termasuk tanda kiamat sughro.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجاً وَأَنْهَاراً وَحَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ بَيْنَ الْعِرَاقِ وَمَكَّةَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ ضَلاَلَ الطَّرِيقِ وَحَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ

Kiamat tidak akan terjadi hingga wilayah arab kembali menjadi tanah yang subur banyak padang hijau dan sungai-sungai. Hingga orang yang melakukan safar antara Iraq dan Mekah, tidak ada yang ditakuti selain kegelapan di jalan. Dan tidak muncul kiamat sampai terjadi banyak pembunuhan. (HR. Ahmad 8833 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kita meyakini apa yang disebutkan dalam hadis ini pasti terjadi. Jazirah arab yang tandus dengan padang pasirnya, akan kembali menjadi padang hijau, yang banyak rerumputan.

Hanya saja kita tidak bisa memastikan, kapan ini akan terjadi dan bagaimana cara Allah mengubah gurun gersang menjadi lahan hijau. Apakah karena hujan salju ataukah karena yang lainnya. Semua itu yang tahu hanya Allah.

Dalam Fatwa Islam ketika membahas masalah salju di arab yang diyakini masyarakat sebagai tanda dekatnya kiamat, menyatakan,

والذي نراه أن رجوع جزيرة العرب مروجاً وأنهاراً أمر لا شك فيه ، ولكن لا يمكن الجزم بأن ذلك سيكون بسبب الذوبان الجليدي ، فإن علم ذلك عند الله تعالى

Menurut kami, kembalinya jazirah arab menjadi  tanah yang subur banyak padang hijau dan sungai-sungai tidak bisa dipungkiri. Akan tetapi kita tidak bisa memastikan bahwa keadaan ini penyebabnya adalah es yang meleleh. Karena pengetahuan tentang kejadian ini, hanya Allah yang tahu. (Fatwa Islam, no. 110197)

Bahasan yang Tidak Manfaat

Kiamat pasti terjadi, meskipun tidak ada satupun yang tahu kapan itu terjadi, selain Allah Ta’ala. Sehingga tidak perlu kita tunggu atau bertanya-tanya, kapan kiamat. Yang mengesankan adanya harapan agar kiamat segera terjadi.

Prinsip ini berulang kali Allah tegaskan dalam al-Quran dalam bentuk jawaban kepada orang yang suka bertanya tentang kapan kiamat,

Diantaranya, firman Allah,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Kapankah itu terjadi?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu hanya di sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. al-A’raf: 187).

Di ayat lain, Allah juga berfirman,

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّـهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. al-Ahzab: 63).

Kemudian, Allah juga berfirman,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا . فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا . إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu sehingga dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan ketentuan waktunya. (Qs. an-Nazi’at: 42 – 44)

Dan kita bisa perhatikan, semua jawaban yang Allah sampaikan, lebih dekat pada bentuk kritikan dan bukan pujian. Karena orang yang bertanya tentang itu, terkesan tidak percaya akan adanya kiamat. Atau terlalu menantang dengan kehadiran kiamat, sementara dia belum tentu bisa selamat di akhirat.

Andai berusaha mencari tahu waktu kiamat adalah tindakan yang mulia dan bermanfaat, tentu Allah Ta’ala akan memuji perbuatan mereka. Namun yang ada justru sebaliknya, Allah sebutkan ayat di atas, dalam konteks celaan. Sehingga, tentu saja sikap semacam ini bukan sikap terpuji, karena termasuk ciri khas orang kafir.

Imam As-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan ayat di atas,

“Semata menggali kapan kimat, sudah dekat atau masih jauh, tidak memiliki manfaat sama sekali. Yang lebih penting adalah kondisi manusia di hari kiamat, rugi, untung, celaka, ataukah bahagia. Bagaimana seorang hamba mendapatkan adzab ataukah sebaliknya, mendapatkan pahala..” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, 672).

Sebagai seorang muslim yang sadar akan kehadiran kiamat, seharusnya yang dipikirkan bukan kapan kiamat. Namun yang lebih dipikirkan adalah apa yang telah kita siapkan untuk kehidupan di akhirat.

Allahu a’lam.

👤 Dijawab oleh Ustadz Amni Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Bencana Asap, Tanda Kiamat?

Bencana Asap, Tanda Kiamat?
Apakah bencana asap ini tanda kiamat? Karena ada ad-Dukhan yang menjadi tanda kiamat. Apa benar?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Asap atau kabut dalam bahasa arab dinyatakan dengan ad-Dukhan [الدخان]. Keterangan asap sebagai tanda kiamat, Allah sebutkan dalam al-Quran. Allah berfirman,

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ. يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ . رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman. (QS. ad-Dukhan: 10 – 12)

Juga disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سِتًّا طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا أَوِ الدُّخَانَ أَوِ الدَّجَّالَ أَوِ الدَّابَّةَ أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ

Bersegeralah untuk melakukan amal soleh sebelum datang 6 hal: matahari terbit dari barat, munculnya dajjal, keluarnya Dabbah (hewan yang bisa bicara), kematian kalian, atau perkara genting yang meluas di masyarakat. (HR. Ahmad 8670, Muslim 7584, dan yang lainnya).

Beda Pendapat tentang Dukhan

Ulama berbeda pendapat dalam memahami makna ad-Dukhan pada ayat di atas,

🔰 Pertama, dukhan yang dimaksud adalah kondisi kelaparan yang dialami masyarakat Quraisy, karena kering yang berkepanjangan. Dan ini terjadi setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Saking keringnya tanah, hingga debu-debu sangat mudah beterbangan ketika ada angin. Dan orang arab menyebut debu beterbangan dengan Dukhan. Demikian keterangan Ibnu Qutaibah, seperti yang disebutkan Ibnu Ayura dalam tafsirnya. (at-Tahrir wa at-Tanwir, 25/315).

Diantara ulama yang menyatakan bahwa Dukhan adalah kekeringan yang menimpa orang quraisy adalah sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dan diikuti beberapa ulama salaf.

Masruq – murid Ibn Mas’ud – pernah menceritakan,

Ada seseorang yang bercerita di Kindah, bahwa akan datang Dukhan di hari kiamat, lalu menyambar telinga dan penglihatan orang munafik. Sementara orang mukmin seperti kena pilek.

Mendengar ini, kami kaget. Lalu kami mendatangi Ibnu Mas’ud yang ketika itu sedang istirahat. Beliaupun marah dan mengatakan,

“Siapa yang punya ilmu, silahkan bicara. Siapa yang tidak punya ilmu, ucapkan Allahu a’lam.”

Lalu Ibnu Mas’ud menceritakan makna Dukhan,

إِنَّ قُرَيْشًا أَبْطَئُوا عَنِ الإِسْلاَمِ فَدَعَا عَلَيْهِمِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَيْهِمْ بِسَبْعٍ كَسَبْعِ يُوسُفَ ، فَأَخَذَتْهُمْ سَنَةٌ حَتَّى هَلَكُوا فِيهَا ، وَأَكَلُوا الْمَيْتَةَ وَالْعِظَامَ وَيَرَى الرَّجُلُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ كَهَيْئَةِ الدُّخَانِ

Ketika orang kafir quraisy tidak mau masuk islam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keburukan untuk mereka. Beliau berdoa, “Ya Allah, timpakanlah kekeringan kepada mereka, seperti kekeringan di zaman Yusuf.” Lalu mereka mengalami kekeringan, sampai banyak yang meninggal, lalu mereka makan bangkai, tulang. Sementara orang melihat di antara langit dan bumi (udara) seperti asap. (HR. Ahmad 4186 dan Bukhari 4774)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga pernah mengatakan,

خَمْسٌ قَدْ مَضَيْنَ اللِّزَامُ وَالرُّومُ وَالْبَطْشَةُ وَالْقَمَرُ وَالدُّخَانُ

“Ada 5 tanda kiamat yang sudah terjadi: peristiwa al-Lizam, peristiwa perang romawi, al-Bathsyah, terbelahnya bulan, dan Dukhan.” (HR. Bukhari 4825).

Makna Hadis

al-Lizam: semua hukuman yang Allah timpakan bagi orang kafir

al-Bathsyah: kekalahan orang kafir di perang Badar.

Pendapat ini dinilai kuat oleh Ibnu Asyura. Dalam tafsirnya, beliau mengatakan,

والأصح أن هذا الدخان عُني به ما أصاب المشركين من سِنِي القحط بمكة بعد هجرة النبي صلى الله عليه وسلم  إلى المدينة

Pendapat yang benar, Dukhan yang dimaksud adalah musim kering yang dialami kaum musyrikin di Mekah, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. (at-Tahrir wa at-Tanwir, 25/315).

🔰 Kedua, Dukhan ini hanya akan muncul di akhir zaman, dilihat oleh semua manusia. Ini pendapat Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan diikuti mayoritas ulama, termasuk yang dinilai kuat oleh Ibnu Katsir.

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyebutkan beberapa riwayat keterangan sahabat. Diantaranya,

Ali bin Abi Thalib mengatakan,

لم تمض آية الدخان بعد، يأخذ المؤمن كهيئة الزكام، وتنفخ الكافر حتى ينفذ

Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap ini menghembus orang kafir, sampai binasa. (Tafsir Ibn Katsir, 7/249)

Demikian pula keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, yang mengatakan,

يخرج الدخان، فيأخذ المؤمن كهيئة الزكمة، ويدخل في مسامع الكافر والمنافق، حتى يكون كالرأس الحنيذ

Akan keluar Dukhan, lalu orang mukmin terkena imbasnya, hingga seperti orang pilek. Lalu asap ini masuk ke telinga orang kafir dan munafik, sehingga kepala mereka seperti kepala hewan panggang. (Tafsir at-Thabari, 22/17).

Setelah Ibnu Katsir menyebutkan riwayat yang mendukung tentang keberadaan Dukhan di masa mendatang, lalu beliau mengatakan,

وهكذا قول من وافقه من الصحابة والتابعين أجمعين، مع الأحاديث المرفوعة من الصحاح والحسان وغيرهما، التي أوردناها مما فيه مقنع ودلالة ظاهرة على أن الدخان من الآيات المنتظرة، مع أنه ظاهر القرآن

Demikian pendapat masalah dukhan, dari kalangan sahabat, dan tabiin, disertai hadis marfu’, yang shahih, hasan, maupun yang lainnya, yang kami sebutkan, merupakan dalil yang jelas bahwa Dukhan termasuk tanda kiamat yang masih ditunggu (belum datang), disamping itu sesuai dengan makna teks al-Quran. (Tafsir Ibn Katsir, 7/249)

Lalu Ibnu Katsir mengomentari pendapat pertama, yang disampaikan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Dukhan yang beliau ceritakan hanya dilihat orang musyrikin saja, dan itu hakekatnya hanyalah khayalan mereka karena kondisi cuaca panas yang sangat parah, yang mereka alami.

🔰 Ketiga, gabungan dari dua keterangan di atas.

Artinya, Dukhan ada 2: yang telah terjadi, seperti yang diceritakan Ibnu Mas’ud, dan yang belum terjadi. Baru muncul di masa depan. Pendapat ini dipilih an-Nawawi dan dinyatakan al-Qurthubi.

Al-Qurthubi mengatakan,

قال مجاهد : كان ابن مسعود يقول: هما دخانان قد مضى أحدهما ، والذي بقي يملأ ما بين السماء والأرض، ولا يجد المؤمن منه إلا كالزكمة، وأما الكافر فتثقب مسامعه

Mujahid mengatakan, bahwa Ibnu Mas’ud berpendapat, ada dua Dukhan. Salah satu telah terjadi. Sementara yang satunya, akan memenuhi langit dan bumi. Setiap mukmin mengalami pilek. Sementara orang kafir, telinganya dilubangi. (at-Tadzkirah, hlm. 738)

Apakah Bencana Asap Indonesia itu Dukhan?

Jika kita mengambil pendapat Ibnu Mas’ud, bencana asap ini jelas bukan Dukhan yang dimaksud.

Kita beralih ke pendapat kedua, dukhan yang menjadi tanda akhir zaman. Keterangan dalam pendapat ini, Dukhan itu sifatnya menyeluruh, dialami semua manusia. Dalam ayat di surat ad-Dukhan, Allah mengatakan,

يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih”

Dan dalam hadis dinyatakan, bahwa Hudzaifah pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Dukhan. Lalu beliau membaca surat ad-Dukhan di atas, kemudian beliau bersabda,

يملأ ما بين المشرق والمغرب، يمكث أربعين يومًا وليلة، أما المؤمن فيصيبه منه كهيئة الزكمة، وأما الكافر فيكون بمنزلة السكران

Dukhan itu memenuhi timur dan barat. Tinggal selama 40 hari. Untuk orang mukmin, mereka terkena paparan sehingga seperti orang pilek. Sementara orang kafir, seperti orang mabuk. (Tafsir at-Thabari, 25/68)

Dengan demikian, kita tidak bisa menyebut ini sebagai perwujudan ‘Dukhan’ yang dinyatakan dalam al-Quran dan hadis, sebagai tanda kiamat.

Ketika Muslim dalam Musibah

Allâh Ta’ala berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (QS. al-Anbiya: 35)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan,

“(Makna ayat ini) yaitu, Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/342).

Allah mengajarkan kepada kita keyakinan, bahwa apapun musibah yang menimpa kita, sebabnya adalah karena dosa yang pernah kita lakukan. Allah berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Setiap musibah yang kalian alami, itu disebabkan ulah tangan kalian (maksiat). Dan Allah memberi maaf untuk banyak kesalahan kalian.” (QS. as-Syura: 30).

Ayat yang sering didengungkan ketika terjadi musibah, adalah firman Allah di surat Ar-Rum:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia. Agar Allah merasakan sebagian dari perbuatan yang mereka lakukan, supaya mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: 41).

At-Thabari menyebutkan ketarangan dari Al-Hasan Al-Bashri ketika menafsirkan ayat ini,

أفسدهم الله بذنوبهم، في بحر الأرض وبرها بأعمالهم الخبيثة

“Allah menghancurkan mereka disebabkan dosa mereka, berupa kerusakan di daratan maupun dilautan, disebabkan perbuatan buruk mereka..” (Tafsir At-Thabari, 20/108).

Tidak Boleh Hanya Mengandalkan Upaya Fisik

Ada banyak hal yang itu di luar kemampuan manusia. Yang itu seharusnya memotivasi kita untuk semakin mendekat kepada Allah, pengatur alam semesta. Terlebih setelah kita tahu, sebab terbesar musibah adalah dosa dan maksiat manusia. Tidak boleh hanya mengandalkan upaya secara fisik, termasuk kita juga harus membangun perbaikan rohani.

Perbanyak istighfar dan taubat, memohon ampun kepada Allah. Itulah solusi yang diberikan para ulama ketika terjadi musibah. Ini bukan masalah salah-menyalahkan. Tapi mendekat kepada solusi bersama.

Kisah ini mungkin sering kita dengar,

Seseorang mengadukan kepada Hasan al-Bashri tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu al-Hasan menasehatkan, “Beristighfarlah kepada Allah.”

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu al-Hasan menasehatkan, “Beristighfarlah kepada Allah.”

Kemudian mengeluhkan lagi orang lain kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu al-Hasan menasehatkan, “Beristighfarlah kepada Allah.”

Kemudian datang mengadu lagi orang lain kepada beliau karena belum mempunyai anak. Al-Hasan lalu menasehatkan, “Beristighfarlah kepada Allah.”

Kemudian al-Hasan membacakan ayat dalam surat Nuh,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, dan menambah harta dan anak-anakmu, dan menjadikan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

(Disebutkan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari 11/98)

Allahu a’lam.

👤 Dijawab oleh Ustadz Amni Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Tanda Kiamat Ada Api Besar Keluar di Madinah

Tanda Kiamat Ada Api Besar Keluar di Madinah
Benarkah bagian dari tanda kiamat, ada api besar di arab? Berarti api kilang minyak itu tanda kiamat?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Api yang keluar di akhir zaman ada 2:

🔘 Pertama, api besar yang keluar di daerah Hijaz (tepatnya di Madinah). Api ini sudah keluar di masa silam, tahun 654 H.

🔘 Kedua, api yang keluar dari Yaman, yang akan menggiring manusia ke Syam

Yang dimaksud dalam pertanyaan adalah api yang keluar dari Madinah.

Mengenai keberadaan api besar ini, pernah disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari & Muslim.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الإِبِلِ بِبُصْرَى

Kiamat tidak akan terjadi sampai keluar api di tanah Hijaz, yang akan menerangi leher onta daerah Bushra. (HR. Bukhari 7118 & Muslim 2902)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkaitkan keberadaan api ini dengan kiamat, menunjukkan bahwa keberadaan api ini merupakan tanda kiamat.

Hijaz adalah wilayah sepanjang pantai barat bagian utara dari wilayah jazirah arab. Termasuk di dalamnya, Mekah dan Madinah. Berbatasan dengan ashir di sebelah selatan dan Nejd di sebelah timur.

Sementara Bushra adalah nama sebuah kota yang cukup tekenal di Syam. Sekarang namanya Hauran. Jaraknya dengan Damaskus sekitar 3 marhalah (72 mil).

Menurut keterangan beberapa ulama, peristiwa keluarnya Api besar ini terjadi di tahun 654 H. kita simak keterangan mereka,

1. Keterangan an-Nawawi (wafat 676 H)

خرجت في زماننا نار بالمدينة سنة أربع وخمسين وستمائة، وكانت نارا عظيمة جدا، من جنب المدينة الشرقي وراء الحرة، تواتر العلم بها عند جميع الشام وسائر البلدان، وأخبرني من حضرها من أهل المدينة

Di zaman kami pernah keluar api di wilayah Madinah, pada tahun 654 H. Api itu sangat besar sekali, berada di sebelah timur kota Madinah, di balik daerah al-Harrah. Berita ini tersebar secara mutawatir ke seluruh penjuru Syam dan semua negeri. Dan ada penduduk Madinah yang menyaksikannya menyampaikan hal ini kepadaku. (Syarh Shahih Muslim, 18/28).

2. Keterangan Ibnu Katsir – menukil keterangan Syihabuddin Abu Syamah – Beliau termasuk gurunya para ahli hadis dan para ahli sejarah di zamannya –

في سنة أربع وخمسين وستمائة في يوم الجمعة خامس جمادى الآخرة ظهرت نار بأرض المدينة النبوية في بعض تلك الأودية طول أربعة فراسخ، وعرض أربعة أميال، تسيل الصخر حتى يبقى مثل الآنك، ثم يصير كالفحم الأسود، وان ضوءها كان الناس يسيرون عليه بالليل إلى تيماء وأنها استمرت شهرا، وقد ضبط ذلك أهل المدينة وعملوا فيها أشعارا

Pada tahun 654 H di hari jumat, 5 Jumadil Akhir muncul api besar di sebagian lembah daerah Madinah an-Nabawiyah. Panjangnya 4 Farsakh dan lebarnya 4 Mil. Membuat bebatuan meleleh, seperti cor besi, lalu menjadi seperti arang hitam. Sinarnya menerangi orang yang berjalan di malam hari ke Taima’. Api itu keluar selama satu bulan. Penduduk Madinah sangat terkesan dengan peristiwa ini dan membuat syair untuk mengenang peristiwa ini. (an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, 1/26)

Pada keterangan beliau ada satuan 4 farsakh. Berapakah 1 farsakh? Sekitar 5,7 km. Berarti 4 farsakh sekitar 23 km.

Dan Api ini berbeda dengan api yang menggiring manusia ke tempat berkumpul mereka. Api kedua ini muncul dari Yaman, menggiring manusia ke Syam.

Dalam hadis dari Hudzaifah bin Usaid Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وآخر ذلك نار تخرج من اليمن تطرد الناس إلى محشرهم

Dan akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ke mahsyar mereka. (HR. Muslim 2225)

Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan,

والذي ظهر لي أن النار المذكورة في الحديث هي التي ظهرت في نواحي المدينة، كما فهمه القرطبي وغيره، وأما النار التي تحشر الناس، فنار أخرى

Yang saya pahami, api yang disebutkan dalam hadis (Abu Hurairah) adalah api yang muncul di wilayah Madinah. Sebagaimana ini yang dipahami al-Qurthubi dan yang lainnya. Sementara api yang menggiring manusia, adalah api yang lain. (Fathul Bari, 13/79)

Dengan demikian, api yang dimaksud dalam hadis sebagai tanda kiamat, bukan api kilang minyak. Namun yang lebih tepat seperti yang disampaikan an-Nawawi.

Demikian, Allahua’lam.

👤 Dijawab oleh Ustadz Amni Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Tahukah Anda Tanda-Tanda Kiamat Besar?

Tahukah Anda Tanda-Tanda Kiamat Besar?
Apakah tanda-tanda kiamat kubra itu datangnya secara beruntun? Apakah hewan-hewan itu mengetahui dan merasakan tanda-tanda kiamat itu, sedangkan manusia dan jin tidak?

Jawaban:

“Tanda-tanda kiamat kubra itu sebagiannya datang secara beruntun dan dapat diketahui, dan sebagaian yang lain tidak beruntun dan tidak diketahui runtutannya. Di antara yang datang secara beruntun adalah turunnya Nabi Isa putra Maryam dan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj serta Dajjal. Dajjal dibangkitkan, kemudian Nabi Isa ‘alaissalaam turun untuk membunuhnya, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.“

As-Safaraini rahimahullah dalam kitab akidahnya menyusun urutan-urutan tanda-tanda kiamat. Sebagian urutan yang disusunnya ini cukup memuaskan (bisa diterima), namun sebagian lainnya tidak.

Masalah urutan itu tidak terlalu penting bagi kita, tetapi yang penting adalah bahwa kiamat itu memiliki tanda-tanda yang luar biasa. Jika tanda-tanda tersebut telah muncul, maka kiamat benar-benar telah dekat. Allah Subhanahu wa Ta’ala membuat tanda-tanda bagi tibanya kiamat itu karena kiamat merupakan kejadian di saat manusia perlu diingatkan akan kejadiannya yang telah dekat.

Kita tidak tahu, apakah binatang-binatang itu merasakan tanda-tanda kiamat tersebut atau tidak. Namun yang pasti, binatang-binatang itu juga dibangkitkan pada hari kiamat dan juga dikumpulkan, kemudian satu sama lainnya saling mengqisas.

📚 Sumber: Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid, Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Pustaka at-Tibyan, 2002.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Tuesday, July 10, 2018

Bila Ada Ulama Wafat, Apakah Ilmu Akan Diangkat

ilmu
Satu diantara tanda kiamat ialah dicabutnya ilmu. Dan dicabutnya ilmu terjadi dengan diwafatkannya para ulama.

Hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.’” [ HR Bukhari Nomor 100 Versi Fathul Bari dalam Bab Cara Dicabutnya Ilmu ].

Imam awawi rahimahullah berkata, “Hadits ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mencabut ilmu dalam hadits-hadits terdahulu yang mutlak bukan menghapusnya dari hati para penghafalnya, akan tetapi maknanya ialah pembawanya meninggal, dan manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemutus hukum yang memberikan hukuman dengan kebodohan mereka, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”

Ilmu yang dimaksud ialah ilmu al-Qur'an dan as-Sunnah, yang diwariskan dari para Nabi Allaihissallam, karena sesungguhnya para ulama merupakan pewaris Anbiya. Dengan wafat-nya mereka, lalu hilanglah ilmu, matilah sunnah-sunnah nabi, berbagai macam bid'ah muncul, kebodohanpun merata.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Popular Posts

Blog Archive