Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Showing posts with label Allah Azza Wa Jalla. Show all posts
Showing posts with label Allah Azza Wa Jalla. Show all posts

Monday, August 5, 2024

Menuntut Ilmu, Jalan Mudah Menuju Syurga

Bismillah...

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ูˆَู…َู†ْ ุณَู„َูƒَ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ูŠَู„ْุชَู…ِุณُ ูِูŠู‡ِ ุนِู„ْู…ًุง ุณَู‡َّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ุจِู‡ِ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Makna Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, ada empat makna sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali:

Pertama: Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkannya masuk surga.

Kedua: Menuntut ilmu adalah sebab seseorang mendapatkan hidayah. Hidayah inilah yang mengantarkan seseorang pada surga.

Ketiga: Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan pada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan pada surga.

Sebagaimana kata sebagian ulama kala suatu ilmu diamalkan,

ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุจِู…َุง ุนَู„ِู…َ ุฃَูˆْุฑَุซَู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุนِู„ْู…َ ู…َุง ู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ْ

Siapa yang mengamalkan suatu ilmu yang telah ia ilmui, maka Allah akan mewarisinya ilmu yang tidak ia ketahui.

Sebagaimana kata ulama lainnya,

ุซَูˆَุงุจُ ุงู„ุญَุณَู†َุฉِ ุงู„ุญَุณَู†َุฉُ ุจَุนْุฏَู‡َุง

Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.”

Begitu juga dalam ayat disebutkan,

ูˆَูŠَุฒِูŠุฏُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู‡ْุชَุฏَูˆْุง ู‡ُุฏًู‰

Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)

Juga pada firman Allah,

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงู‡ْุชَุฏَูˆْุง ุฒَุงุฏَู‡ُู…ْ ู‡ُุฏًู‰ ูˆَุขَุชَุงู‡ُู…ْ ุชَู‚ْูˆَุงู‡ُู…ْ

Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)

Keempat: Dengan ilmu, Allah akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang d atas neraka menuju surga.

Sampai-sampai Ibnu Rajab simpulkan, menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 297-298)

Semoga dengan ilmu agama, kita dimudahkan untuk masuk surga.


Sumber : referensi Rumaysho.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, March 7, 2024

Banyak Yang Tidak Lulus Dengan Ujian Kekayaan

Banyak Yang Tidak Lulus Dengan Ujian Kekayaan
Bismillah...

Sebagaimana kita ketahui bahwa ujian itu bisa berupa kebaikan dan keburukan, bisa berupa kekayaan dan kemiskinan. Sebagaimana firman Allah,

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/ftinah.” (Al-Anbiyaa: 35)

Ternyata banyak yang tidak lulus dengan ujian yang diberikan berupa kekayaan. Buktinya adalah MAYORITAS PENDUDUK SURGA ADALAH ORANG MISKIN. Berarti banyak orang kaya yang tidak lulus ujian kekayaan dan orang miskin banyak yang lulus. Orang kaya juga banyak yang tertahan (lama hisabnya) untuk masuk surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.”

Mengapa demikian? Karena orang kaya merasa cukup dengan hartanya sehingga kurang merasa butuh Allah apalagi ditambah dengan kesombongan akan hartanya.

Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan hadits ini,

Orang kaya merasa dirinya sudah cukup dengan hartanya sehinga mereka sedikit beribadah dibandingkan orang miskin.”

Inilah maksud Ayat bahwa manusia akan melampui batas ketika merasa berkecukupan dengan hartanya.

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup". (Al ‘Alaq: 6-8).

Apakah tidak boleh Kaya? Tentu boleh, bahkan jika memang ia bisa menjadi kaya, maka jadilah orang kaya dan tidak lupa gunakan kekayaan itu untuk membantu agama Allah dan menolong sesama manusia. Yang perlu diingat:

Semakin kaya semakin dermawan, bukan semakin meningkatkan gaya hidup


Selengkapnya: https://muslimafiyah.com/banyak-yang-tidak-lulus-dengan-ujian-kekayaan.html


Penyusun: Raehanul Bahraen

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Friday, February 23, 2024

Kemuliaan Bagi Seorang Hamba

Kemuliaan Bagi Seorang Hamba
Bismillah...

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Dari Ali bin Abi Thalib, Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุนุฌุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุนุจุฏ ุฅุฐุง ู‚ุงู„:

‏ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุฃู†ุช ุฅู†ูŠ ู‚ุฏ ุธู„ู…ุช ู†ูุณูŠ، ูุงุบูุฑ ู„ูŠ ุฐู†ูˆุจูŠ ุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุบูุฑ ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุฅู„ุง ุฃู†ุช .

‏ู‚ุงู„: ุนุจุฏูŠ ุนุฑู ุฃู† ู„ู‡ ุฑุจุง ูŠุบูุฑ ูˆูŠุนุงู‚ุจ .

Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya yang berkata:

Laa ilaaha illaa Anta

Innii qod zholamtu nafsii

Faghfirlii dzunuubii

Innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta.

(yang artinya)

Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau

Sesungguhnya aku telah menzholimi diriku.

Maka ampunilah dosa dosaku.

Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Allah berfirman, “Hambaku yakin bahwa Robbnya mengampuni dosa dan memberi siksa..

(HR. Al-Hakim No. 2482, Silsilah Shohiihah 1653)

Memohon ampunan kepada Allah adalah kemuliaan bagi hamba..

Karena semua kita membutuhkan ampunan Allah dan karunia-Nya..


Penulis, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰


======๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด======

๐ŸŒ https://bbg-alilmu.com/archives/66472

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, February 22, 2024

Ibadah Isti’anah

Ibadah Isti’anah
Bismillah...

Isti’anah artinya meminta pertolongan atau bantuan. Yaitu meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala dalam perkara dunia dan akhirat. Isti’anah adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah ‘azza wa jalla yang tidak boleh diminta kepada selain-Nya. 

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

ุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุนْุจُุฏُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุณْุชَุนِูŠู†ُ

Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan” [QS. Alfatihah: 5]

Ayat ini menerangkan bahwa kita hanya meminta pertolongan kepada Allah.

Makna kalimat “Hanya kepadaMu kami beribadah” yaitu kami tidak akan beribadah kecuali hanya kepada-Mu. Maka dalam ayat ini seseorang membatasi ibadahnya hanya kepada Allah subhanahu wata’ala. 

Adapun makna kalimat “hanya kepadaMu kami meminta pertolongan” adalah membatasi pertolongan hanya kepada Allah saja. Dan ini dalam perkara-perkara yang tak mampu dilakukan selain Allah. Dalam kalimat ini ada keterangan berlepas dirinya seseorang dari semua daya dan kekuatan. Manusia tak punya kekuatan dan tak mampu melakukan sesuatu kecuali dengan bantuan Allah subhanahu wata’ala. Inilah tujuan puncak peribadatan. Yaitu ketika seseorang berlepas diri dari kesyirikan dan kekuatan dan daya upaya selain dari Allah subhanahu wata’ala.

Mengapa Demikian ?

Karena Isti’anah adalah ibadah yang paling agung yang di dalamnya terkandung dua pokok, yaitu percaya kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. Maka jika seoarang muslim beristi’anah kepada selain Allah, maka ia telah menduakan Allah dalam ibadah isti’anah. Ini dalam perkara yang seseorang tidak bisa melakukannya selain Allah ta’ala. Atau seseorang meminta pertolong kepada sesuatu yang tidak bisa apa-apa. Seperti meminta pertolongna kepada orang yang telah meninggal, atau benda-benda mati seperti batu, jimat, dan lain-lain. Maka ini semua adalah bentuk kesyirikan. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ูˆَุฅِุฐَุง ุงุณْุชَุนَู†ْุชَ ูَุงุณْุชَุนِู†ْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ

“Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah hanya kepada Allah” [HR. Tirmidzi (2516), Ahmad (1/307, 1/303, 1/293]

Baca juga

https://muslim.or.id/27754-5-macam-istianah-meminta-pertolongan.html


Bolehkan Meminta Tolong Kepada Manusia Dalam Hal Yang Ia bisa Lakukan ?

Iya ini perkara yang dibolehkan. Seperti meminta bantuan mengangkatkan barang, atau meinjam uang, atau yang lain yang bisa dilakukan oleh seseorang. Karena Isti’anah meminta bantuan bisa kita rinci menjadi 5 bagian:

1. Meminta pertolongan kepada Allah, yaitu isti’anah yang terkandung padanya rasa merendahkan diri seorang hamba kepada Rabbnya, menyerahkan penuh urusannya kepada Allah, dan meyakini hal itu sudah mencukupinya. Maka isti’anah dengan model ini tidak boleh diberikan kepada selain Allah.

2. Meminta pertolongan kepada seseorang yang mampu ia lakukan. Maka ini tergantung jenis permintaan yang ia minta. Jika permintaannya dalam hal kebaikan, maka hal itu boleh-boleh saja, bahkan disyariatkan. Namun jika permintaannya dalam hal kejelekan dan dosa, maka hal tersebut tidak diperbolehkan.

3. Meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup, ada dihadapan kita, namun tak mapu melakukan permintaan kita. Maka ini adalah kesia-siaan. Seperti meminta kepada seorang yang buta untuk membaca.

4. Meminta kepada orang yang telah meninggal atau yang masih hidup dalam perkara-perkara ghaib yang tak mampu ia sentuh dengan panca indranya. Seperti minta dilancarkan rezekinya, atau dihindarkan dari bahaya, dan lain-lain. Maka ini adalah kesyirikan. Karena haik tersebut tidak akan dilakukan oleh seseorang kecuali jika ia menyakini bahwa yang mereka mintai pertolongan mampu mengendalikan keadaan atau mengatu alam.

5. Meminta pertongan dengan perantaraan amalan, dan sesuatu yang Allah cintai, maka ini adalah perkara yang disyariatkan sesuai perintah Allah ‘azza wa jalla. 

Allah berfirman:

ุงุณْุชَุนِูŠู†ُูˆุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ ูˆَุงู„ุตَّู„ุงุฉِ

Minta pertolonganlah kalian dengan sabar dan shalat” [QS. Al Baqarah: 153]


Rujukan

  • Hasyiyah Tsalatsatil Ushul karya Abdurrahman bin Muhammad al Qahthaniy.
  • Syarh Tsalatsatil Ushul karya Syeikh Shalih al Fauzan
  • Al Jami’ al Kabir karya Muhammad bin Isa at Tirmidzi
  • Syarh Tsalatsatil Ushul karya Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin


๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

http://abuubaidillah.com/ibadah-istianah


Ditulis oleh: Bambang Abu Ubaidillah

17-10-2016

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Saturday, February 3, 2024

Manhaj Salaf : Belum Tentu...

Belum tentu yang rajin ibadah masuk surga
Bismillah...

๐Ÿ Belum tentu yang rajin ibadah masuk surga...

Karena semua amalan itu bisa hilang dengan adanya rasa ujub dan riya' juga sum'ah meskipun amalannya sebanyak air di bumi...

Pahalanya batal dan tertolak sebab adanya sifat² tercela, merasa telah mampu membooking surga dengan segelintir ibadahnya...

๐Ÿ Belum tentu juga yang sering maksiat masuk neraka...

Karena dosa² dan maksiat dapat dihapuskan dengan taubatan nasuha...

Sang pelaku maksiat bisa saja benar² insaf dan bertaubat sehingga Allรขh yang maha pengampun mengampuni dosa²nya meskipun sebanyak pasir di pantai...

๐Ÿ Surga adalah kenikmatan yang Allรขh berikan kepada siapa yang Dia kehendaki...

Sehingga tidaklah kita dijamin masuk surga dengan amalan yang tidak seberapa ini kecuali para Sahabat yang telah disebutkan dalam dalil yang shohih...

๐Ÿ Jadi belum tentu seseorang yang melakukan ibadah masuk Surga dan seorang yang melakukan maksiat masuk Neraka, semua itu keikhlasan dan penutupan akhir hidupnya...

Tiada amalan yang mampu memasukkan seorang hamba ke Surga tanpa rahmat Allรขh Ta'alaa...

๐Ÿ Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ู„َุง ูŠُุฏْุฎِู„ُ ุฃَุญَุฏًุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุนَู…َู„ُู‡ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ، ูˆَู„َุง ูŠُุฌِูŠุฑُู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَู„َุง ุฃَู†َุง ุฅِู„َّุง ุจِุฑَุญْู…َุฉٍ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿ “Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya kedalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).


Penulis Penuntut Ilmu

Dikoreksi oleh: Ustadz Wukir Saputro Lc,M.Pd.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tuesday, January 30, 2024

Ancaman Bagi Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya

Ancaman Bagi Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya
Bismillah...

ูˆ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุดَูŠْุจَุงู†ُ ุจْู†ُ ูَุฑُّูˆุฎَ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฃَุจُูˆ ุงู„ْุฃَุดْู‡َุจِ ุนَู†ْ ุงู„ْุญَุณَู†ِ ู‚َุงู„َ

ุนَุงุฏَ ุนُุจَูŠْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ُ ุฒِูŠَุงุฏٍ ู…َุนْู‚ِู„َ ุจْู†َ ูŠَุณَุงุฑٍ ุงู„ْู…ُุฒَู†ِูŠَّ ูِูŠ ู…َุฑَุถِู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ู…َุงุชَ ูِูŠู‡ِ ูَู‚َุงู„َ ู…َุนْู‚ِู„ٌ ุฅِู†ِّูŠ ู…ُุญَุฏِّุซُูƒَ ุญَุฏِูŠุซًุง ุณَู…ِุนْุชُู‡ُ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู„َูˆْ ุนَู„ِู…ْุชُ ุฃَู†َّ ู„ِูŠ ุญَูŠَุงุฉً ู…َุง ุญَุฏَّุซْุชُูƒَ

ุฅِู†ِّูŠ ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…َุง ู…ِู†ْ ุนَุจْุฏٍ ูŠَุณْุชَุฑْุนِูŠู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฑَุนِูŠَّุฉً ูŠَู…ُูˆุชُ ูŠَูˆْู…َ ูŠَู…ُูˆุชُ ูˆَู‡ُูˆَ ุบَุงุดٌّ ู„ِุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ ุฅِู„َّุง ุญَุฑَّู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh, telah menceritakan kepada kami Abu Al Ayshab dari Hasan dia berkata, "Ubaidullah bin Ziyad menjenguk Ma'qil bin Yasar Al Muzanni ketika dia sedang sakit yang mengantarkan kepada kematiannya".

Maka Ma'qil lalu berkata, "Sungguh aku akan menceritakan kepadamu suatu hadits yang pernah aku dengar langsung dari Rasulullah ๏ทบ, sekiranya aku masih hidup lama niscaya tidak akan aku ceritakan hal ini kepadamu. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda,

"Tidaklah seorang pemimpin yang Allah serahi untuk memimpin rakyatnya, ketika meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah akan mengharamkan surga untuknya".

(HR Shahih Muslim no. 142 Kitab : Kepemimpinan, Syarh Shahih Muslim)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Wednesday, January 24, 2024

Allah Merahmati Orang Yang Memberikan Kemudahan

Allah Merahmati Orang Yang Memberikan Kemudahan
Bismillah...

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

ุฑَุญِู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฑَุฌُู„ุงً ุณَู…ْุญًุง ุฅِุฐَุง ุจَุงุนَ ، ูˆَุฅِุฐَุง ุงุดْุชَุฑَู‰ ، ูˆَุฅِุฐَุง ุงู‚ْุชَุถَู‰

Semoga Allah merahmati orang yang :

▶️ mudah dalam menjual,

▶️ mudah saat membeli, dan

▶️ mudah dalam menagih hutang..

(HR. Al Bukhori 2076)

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

⏺️ mudah dalam menjual dengan tidak mengambil keuntungan yang menyusahkan pembeli.

⏺️ mudah dalam membeli dengan tidak menawar dengan tawaran yang menyusahkan penjual.

⏺️ mudah dalam menagih hutang, dengan memberi tangguh bagi yang sulit bahkan ia memaafkan.

Dalam riwayat Ibnu Hibban, “Mudah dalam membayar hutang..” yaitu dengan tidak menunda nunda pembayaran hutang.


Penulis, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰


=====๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด=====

๐ŸŒ https://bbg-alilmu.com/archives/66178


๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ู†َูَّุณَ ุนَู†ْ ู…ُุคْู…ِู†ٍ ูƒُุฑْุจَุฉً ู…ِู†ْ ูƒُุฑَุจِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู†َูَّุณَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ูƒُุฑْุจَุฉً ู…ِู†ْ ูƒُุฑَุจِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูˆَู…َู†ْ ูŠَุณَّุฑَ ุนَู„َู‰ ู…ُุนْุณِุฑٍ ูŠَุณَّุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ุขุฎِุฑَุฉِ ูˆَู…َู†ْ ุณَุชَุฑَ ู…ُุณْู„ِู…ًุง ุณَุชَุฑَู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ุขุฎِุฑَุฉِ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูِู‰ ุนَูˆْู†ِ ุงู„ْุนَุจْุฏِ ู…َุง ูƒَุงู†َ ุงู„ْุนَุจْุฏُ ูِู‰ ุนَูˆْู†ِ ุฃَุฎِูŠู‡ِ

Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699)

Dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ุทَู„َุจَ ุญَู‚ًّุง ูَู„ْูŠَุทْู„ُุจْู‡ُ ูِู‰ ุนَูَุงูٍ ูˆَุงูٍ ุฃَูˆْ ุบَูŠْุฑِ ูˆَุงูٍ

Siapa saja yang ingin meminta haknya, hendaklah dia meminta dengan cara yang baik baik pada orang yang mau menunaikan ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1965)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda untuk orang yang memiliki hak pada orang lain,

ุฎُุฐْ ุญَู‚َّูƒَ ูِู‰ ุนَูَุงูٍ ูˆَุงูٍ ุฃَูˆْ ุบَูŠْุฑِ ูˆَุงูٍ

Ambillah hakmu dengan cara yang baik pada orang yang mau menunaikannya ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1966)

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฐُูˆ ุนُุณْุฑَุฉٍ ูَู†َุธِุฑَุฉٌ ุฅِู„َู‰ ู…َูŠْุณَุฑَุฉٍ ูˆَุฃَู†ْ ุชَุตَุฏَّู‚ُูˆุง ุฎَูŠْุฑٌ ู„َูƒُู…ْ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 280)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ุฃَู†ْุธَุฑَ ู…ُุนْุณِุฑًุง ุฃَูˆْ ูˆَุถَุนَ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَุธَู„َّู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِู‰ ุธِู„ِّู‡ِ

Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim no. 3006)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Sunday, January 21, 2024

Kurang Mensyukuri Nikmat Allah

Kurang Mensyukuri Nikmat Allah
Bismillah...

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Bayangkan bila kejadian dibawah ini menimpa Anda !!

Ada orang tua umurnya 80 tahun, tiba-tiba di suatu hari dia sakit tersumbat saluran kencingnya, maka anak-anaknya membawanya ke Rumah Sakit, dan di sana sang dokter melakukan ‘operasi kateter’, sehingga kencingnya bisa keluar lagi, dan hilanglah sakit yang dirasakan sang ayah.

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Segera anak-anaknya menemui sang dokter, mereka mengucapkan rasa terima kasih dan banyak memujinya. Ketika itu, anak-anaknya menoleh ke arah ayah mereka agar hati mereka tenang, ternyata dia hanyut dalam tangisan, mereka pun mengatakan kepada ayahnya; bahwa masalahnya sudah selesai, lalu mengapa menangis..?!

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Sang ayah tenang sebentar, lalu menjelaskan sebab dia menangis dengan kalimat berikut ini:

Si dokter membantuku sekali saja, tapi kita merasakan jasa dan kebaikannya, kita juga banyak bersyukur kepadanya… Adapun Allah -jalla jalaluh-, selama 80 TAHUN Dia terus MELIMPAHKAN kepadaku karunia dan kebaikan-Nya, bahkan Dia TUTUPI hal itu, dan TANPA harus menjalani operasi apapun, NAMUN kita tidak merasakan karunia-Nya..!!

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

Seandainya Allah membuka tabir yang menutupi kehalusan, kebaikan, dan apa yang diperbuat-Nya untuk hamba-Nya, baik yang dia ketahui maupun yang tidak dia ketahui, tentu hati hamba itu akan luluh karena CINTA dan RINDU kepada-Nya, dan tentu dia akan bersimpuh karena syukur kepada-Nya..

[Kitab: Thoriqul Hijrotain, hal: 180].


Ditulis oleh, Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰


======๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด======

๐ŸŒ http://bbg-alilmu.com/archives/8004

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive