Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Showing posts with label Allah Azza Wa Jalla. Show all posts
Showing posts with label Allah Azza Wa Jalla. Show all posts

Monday, August 5, 2024

Menuntut Ilmu, Jalan Mudah Menuju Syurga

Bismillah...

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Makna Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, ada empat makna sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali:

Pertama: Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkannya masuk surga.

Kedua: Menuntut ilmu adalah sebab seseorang mendapatkan hidayah. Hidayah inilah yang mengantarkan seseorang pada surga.

Ketiga: Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan pada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan pada surga.

Sebagaimana kata sebagian ulama kala suatu ilmu diamalkan,

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Siapa yang mengamalkan suatu ilmu yang telah ia ilmui, maka Allah akan mewarisinya ilmu yang tidak ia ketahui.

Sebagaimana kata ulama lainnya,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.”

Begitu juga dalam ayat disebutkan,

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)

Juga pada firman Allah,

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)

Keempat: Dengan ilmu, Allah akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang d atas neraka menuju surga.

Sampai-sampai Ibnu Rajab simpulkan, menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 297-298)

Semoga dengan ilmu agama, kita dimudahkan untuk masuk surga.


Sumber : referensi Rumaysho.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, March 7, 2024

Banyak Yang Tidak Lulus Dengan Ujian Kekayaan

Banyak Yang Tidak Lulus Dengan Ujian Kekayaan
Bismillah...

Sebagaimana kita ketahui bahwa ujian itu bisa berupa kebaikan dan keburukan, bisa berupa kekayaan dan kemiskinan. Sebagaimana firman Allah,

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/ftinah.” (Al-Anbiyaa: 35)

Ternyata banyak yang tidak lulus dengan ujian yang diberikan berupa kekayaan. Buktinya adalah MAYORITAS PENDUDUK SURGA ADALAH ORANG MISKIN. Berarti banyak orang kaya yang tidak lulus ujian kekayaan dan orang miskin banyak yang lulus. Orang kaya juga banyak yang tertahan (lama hisabnya) untuk masuk surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.”

Mengapa demikian? Karena orang kaya merasa cukup dengan hartanya sehingga kurang merasa butuh Allah apalagi ditambah dengan kesombongan akan hartanya.

Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan hadits ini,

Orang kaya merasa dirinya sudah cukup dengan hartanya sehinga mereka sedikit beribadah dibandingkan orang miskin.”

Inilah maksud Ayat bahwa manusia akan melampui batas ketika merasa berkecukupan dengan hartanya.

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup". (Al ‘Alaq: 6-8).

Apakah tidak boleh Kaya? Tentu boleh, bahkan jika memang ia bisa menjadi kaya, maka jadilah orang kaya dan tidak lupa gunakan kekayaan itu untuk membantu agama Allah dan menolong sesama manusia. Yang perlu diingat:

Semakin kaya semakin dermawan, bukan semakin meningkatkan gaya hidup


Selengkapnya: https://muslimafiyah.com/banyak-yang-tidak-lulus-dengan-ujian-kekayaan.html


Penyusun: Raehanul Bahraen

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Friday, February 23, 2024

Kemuliaan Bagi Seorang Hamba

Kemuliaan Bagi Seorang Hamba
Bismillah...

🌴🌴🌴

Dari Ali bin Abi Thalib, Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن الله ليعجب إلى العبد إذا قال:

‏لا إله إلا أنت إني قد ظلمت نفسي، فاغفر لي ذنوبي إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت .

‏قال: عبدي عرف أن له ربا يغفر ويعاقب .

Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya yang berkata:

Laa ilaaha illaa Anta

Innii qod zholamtu nafsii

Faghfirlii dzunuubii

Innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta.

(yang artinya)

Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau

Sesungguhnya aku telah menzholimi diriku.

Maka ampunilah dosa dosaku.

Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

🌴🌴🌴

Allah berfirman, “Hambaku yakin bahwa Robbnya mengampuni dosa dan memberi siksa..

(HR. Al-Hakim No. 2482, Silsilah Shohiihah 1653)

Memohon ampunan kepada Allah adalah kemuliaan bagi hamba..

Karena semua kita membutuhkan ampunan Allah dan karunia-Nya..


Penulis, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى


======🌴🌴🌴🌴🌴======

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/66472

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, February 22, 2024

Ibadah Isti’anah

Ibadah Isti’anah
Bismillah...

Isti’anah artinya meminta pertolongan atau bantuan. Yaitu meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala dalam perkara dunia dan akhirat. Isti’anah adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah ‘azza wa jalla yang tidak boleh diminta kepada selain-Nya. 

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan” [QS. Alfatihah: 5]

Ayat ini menerangkan bahwa kita hanya meminta pertolongan kepada Allah.

Makna kalimat “Hanya kepadaMu kami beribadah” yaitu kami tidak akan beribadah kecuali hanya kepada-Mu. Maka dalam ayat ini seseorang membatasi ibadahnya hanya kepada Allah subhanahu wata’ala. 

Adapun makna kalimat “hanya kepadaMu kami meminta pertolongan” adalah membatasi pertolongan hanya kepada Allah saja. Dan ini dalam perkara-perkara yang tak mampu dilakukan selain Allah. Dalam kalimat ini ada keterangan berlepas dirinya seseorang dari semua daya dan kekuatan. Manusia tak punya kekuatan dan tak mampu melakukan sesuatu kecuali dengan bantuan Allah subhanahu wata’ala. Inilah tujuan puncak peribadatan. Yaitu ketika seseorang berlepas diri dari kesyirikan dan kekuatan dan daya upaya selain dari Allah subhanahu wata’ala.

Mengapa Demikian ?

Karena Isti’anah adalah ibadah yang paling agung yang di dalamnya terkandung dua pokok, yaitu percaya kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. Maka jika seoarang muslim beristi’anah kepada selain Allah, maka ia telah menduakan Allah dalam ibadah isti’anah. Ini dalam perkara yang seseorang tidak bisa melakukannya selain Allah ta’ala. Atau seseorang meminta pertolong kepada sesuatu yang tidak bisa apa-apa. Seperti meminta pertolongna kepada orang yang telah meninggal, atau benda-benda mati seperti batu, jimat, dan lain-lain. Maka ini semua adalah bentuk kesyirikan. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah hanya kepada Allah” [HR. Tirmidzi (2516), Ahmad (1/307, 1/303, 1/293]

Baca juga

https://muslim.or.id/27754-5-macam-istianah-meminta-pertolongan.html


Bolehkan Meminta Tolong Kepada Manusia Dalam Hal Yang Ia bisa Lakukan ?

Iya ini perkara yang dibolehkan. Seperti meminta bantuan mengangkatkan barang, atau meinjam uang, atau yang lain yang bisa dilakukan oleh seseorang. Karena Isti’anah meminta bantuan bisa kita rinci menjadi 5 bagian:

1. Meminta pertolongan kepada Allah, yaitu isti’anah yang terkandung padanya rasa merendahkan diri seorang hamba kepada Rabbnya, menyerahkan penuh urusannya kepada Allah, dan meyakini hal itu sudah mencukupinya. Maka isti’anah dengan model ini tidak boleh diberikan kepada selain Allah.

2. Meminta pertolongan kepada seseorang yang mampu ia lakukan. Maka ini tergantung jenis permintaan yang ia minta. Jika permintaannya dalam hal kebaikan, maka hal itu boleh-boleh saja, bahkan disyariatkan. Namun jika permintaannya dalam hal kejelekan dan dosa, maka hal tersebut tidak diperbolehkan.

3. Meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup, ada dihadapan kita, namun tak mapu melakukan permintaan kita. Maka ini adalah kesia-siaan. Seperti meminta kepada seorang yang buta untuk membaca.

4. Meminta kepada orang yang telah meninggal atau yang masih hidup dalam perkara-perkara ghaib yang tak mampu ia sentuh dengan panca indranya. Seperti minta dilancarkan rezekinya, atau dihindarkan dari bahaya, dan lain-lain. Maka ini adalah kesyirikan. Karena haik tersebut tidak akan dilakukan oleh seseorang kecuali jika ia menyakini bahwa yang mereka mintai pertolongan mampu mengendalikan keadaan atau mengatu alam.

5. Meminta pertongan dengan perantaraan amalan, dan sesuatu yang Allah cintai, maka ini adalah perkara yang disyariatkan sesuai perintah Allah ‘azza wa jalla. 

Allah berfirman:

اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ

Minta pertolonganlah kalian dengan sabar dan shalat” [QS. Al Baqarah: 153]


Rujukan

  • Hasyiyah Tsalatsatil Ushul karya Abdurrahman bin Muhammad al Qahthaniy.
  • Syarh Tsalatsatil Ushul karya Syeikh Shalih al Fauzan
  • Al Jami’ al Kabir karya Muhammad bin Isa at Tirmidzi
  • Syarh Tsalatsatil Ushul karya Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin


🌴🌴🌴

http://abuubaidillah.com/ibadah-istianah


Ditulis oleh: Bambang Abu Ubaidillah

17-10-2016

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Saturday, February 3, 2024

Manhaj Salaf : Belum Tentu...

Belum tentu yang rajin ibadah masuk surga
Bismillah...

🍁 Belum tentu yang rajin ibadah masuk surga...

Karena semua amalan itu bisa hilang dengan adanya rasa ujub dan riya' juga sum'ah meskipun amalannya sebanyak air di bumi...

Pahalanya batal dan tertolak sebab adanya sifat² tercela, merasa telah mampu membooking surga dengan segelintir ibadahnya...

🍁 Belum tentu juga yang sering maksiat masuk neraka...

Karena dosa² dan maksiat dapat dihapuskan dengan taubatan nasuha...

Sang pelaku maksiat bisa saja benar² insaf dan bertaubat sehingga Allâh yang maha pengampun mengampuni dosa²nya meskipun sebanyak pasir di pantai...

🍁 Surga adalah kenikmatan yang Allâh berikan kepada siapa yang Dia kehendaki...

Sehingga tidaklah kita dijamin masuk surga dengan amalan yang tidak seberapa ini kecuali para Sahabat yang telah disebutkan dalam dalil yang shohih...

🍁 Jadi belum tentu seseorang yang melakukan ibadah masuk Surga dan seorang yang melakukan maksiat masuk Neraka, semua itu keikhlasan dan penutupan akhir hidupnya...

Tiada amalan yang mampu memasukkan seorang hamba ke Surga tanpa rahmat Allâh Ta'alaa...

🍁 Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ

🍁 “Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya kedalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).


Penulis Penuntut Ilmu

Dikoreksi oleh: Ustadz Wukir Saputro Lc,M.Pd.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tuesday, January 30, 2024

Ancaman Bagi Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya

Ancaman Bagi Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya
Bismillah...

و حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ

عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزَنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ فَقَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ

إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh, telah menceritakan kepada kami Abu Al Ayshab dari Hasan dia berkata, "Ubaidullah bin Ziyad menjenguk Ma'qil bin Yasar Al Muzanni ketika dia sedang sakit yang mengantarkan kepada kematiannya".

Maka Ma'qil lalu berkata, "Sungguh aku akan menceritakan kepadamu suatu hadits yang pernah aku dengar langsung dari Rasulullah ﷺ, sekiranya aku masih hidup lama niscaya tidak akan aku ceritakan hal ini kepadamu. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

"Tidaklah seorang pemimpin yang Allah serahi untuk memimpin rakyatnya, ketika meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah akan mengharamkan surga untuknya".

(HR Shahih Muslim no. 142 Kitab : Kepemimpinan, Syarh Shahih Muslim)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Wednesday, January 24, 2024

Allah Merahmati Orang Yang Memberikan Kemudahan

Allah Merahmati Orang Yang Memberikan Kemudahan
Bismillah...

🌴🌴🌴

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى

Semoga Allah merahmati orang yang :

▶️ mudah dalam menjual,

▶️ mudah saat membeli, dan

▶️ mudah dalam menagih hutang..

(HR. Al Bukhori 2076)

🌴🌴🌴

⏺️ mudah dalam menjual dengan tidak mengambil keuntungan yang menyusahkan pembeli.

⏺️ mudah dalam membeli dengan tidak menawar dengan tawaran yang menyusahkan penjual.

⏺️ mudah dalam menagih hutang, dengan memberi tangguh bagi yang sulit bahkan ia memaafkan.

Dalam riwayat Ibnu Hibban, “Mudah dalam membayar hutang..” yaitu dengan tidak menunda nunda pembayaran hutang.


Penulis, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى


=====🌴🌴🌴🌴🌴=====

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/66178


🌴🌴🌴

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699)

Dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ طَلَبَ حَقًّا فَلْيَطْلُبْهُ فِى عَفَافٍ وَافٍ أَوْ غَيْرِ وَافٍ

Siapa saja yang ingin meminta haknya, hendaklah dia meminta dengan cara yang baik baik pada orang yang mau menunaikan ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1965)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda untuk orang yang memiliki hak pada orang lain,

خُذْ حَقَّكَ فِى عَفَافٍ وَافٍ أَوْ غَيْرِ وَافٍ

Ambillah hakmu dengan cara yang baik pada orang yang mau menunaikannya ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1966)

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 280)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ

Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim no. 3006)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Sunday, January 21, 2024

Kurang Mensyukuri Nikmat Allah

Kurang Mensyukuri Nikmat Allah
Bismillah...

🌴🌴🌴

Bayangkan bila kejadian dibawah ini menimpa Anda !!

Ada orang tua umurnya 80 tahun, tiba-tiba di suatu hari dia sakit tersumbat saluran kencingnya, maka anak-anaknya membawanya ke Rumah Sakit, dan di sana sang dokter melakukan ‘operasi kateter’, sehingga kencingnya bisa keluar lagi, dan hilanglah sakit yang dirasakan sang ayah.

🌴🌴🌴

Segera anak-anaknya menemui sang dokter, mereka mengucapkan rasa terima kasih dan banyak memujinya. Ketika itu, anak-anaknya menoleh ke arah ayah mereka agar hati mereka tenang, ternyata dia hanyut dalam tangisan, mereka pun mengatakan kepada ayahnya; bahwa masalahnya sudah selesai, lalu mengapa menangis..?!

🌴🌴🌴

Sang ayah tenang sebentar, lalu menjelaskan sebab dia menangis dengan kalimat berikut ini:

Si dokter membantuku sekali saja, tapi kita merasakan jasa dan kebaikannya, kita juga banyak bersyukur kepadanya… Adapun Allah -jalla jalaluh-, selama 80 TAHUN Dia terus MELIMPAHKAN kepadaku karunia dan kebaikan-Nya, bahkan Dia TUTUPI hal itu, dan TANPA harus menjalani operasi apapun, NAMUN kita tidak merasakan karunia-Nya..!!

🌴🌴🌴

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

Seandainya Allah membuka tabir yang menutupi kehalusan, kebaikan, dan apa yang diperbuat-Nya untuk hamba-Nya, baik yang dia ketahui maupun yang tidak dia ketahui, tentu hati hamba itu akan luluh karena CINTA dan RINDU kepada-Nya, dan tentu dia akan bersimpuh karena syukur kepada-Nya..

[Kitab: Thoriqul Hijrotain, hal: 180].


Ditulis oleh, Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى


======🌴🌴🌴🌴🌴======

🌐 http://bbg-alilmu.com/archives/8004

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, January 11, 2024

Diantara Amalan Diberikan Pahala (TANPA BATAS) Dari Allah ﷻ

Diantara Amalan Diberikan Pahala (TANPA BATAS) Dari Allah ﷻ
Bismillah...

1. SABAR

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ  ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ  ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Katakanlah, 'Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu'. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas".

(QS. Az-Zumar [39]:10)

2. MEMAAFKAN

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

"Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim".

(QS. Asy-Syūrā [42]:40)

3. PUASA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه dari Nabi ﷺ, beliau ﷺ bersabda,

"Semua amalan bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku (Allah), dan Aku lah yang membalasnya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah dari pada harumnya minyak wangi".

(HR. Shahih Bukhari no.5472 Kitab Al-libas)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tuesday, January 9, 2024

2 Manfaat Mengakui Dosa Di Hadapan Allah

2 Manfaat Mengakui Dosa Di Hadapan Allah
Bismillah...

Orang yang mengira dirinya tidak salah dan tidak berdosa, maka itu menjadi awal mula kebinasaannya dan awal mula dari tanda-tanda kesalahannya.

Oleh sebab itu, salah satu rahmat Allah 'Azza wa Jalla bagi hamba-Nya adalah jika ia melakukan dosa, ia mengakui dosanya (di hadapan Allah),

Sehingga seseorang yang _mengakui dosanya akan mendapat dua manfaat:_

Pertama, memperbaiki dosa itu dengan tobat, insaf, dan istigfar.

Kedua, menganggap dirinya hina dan tidak mengagung-agungkan dirinya, serta bersikap rendah di hadapan Allah Jalla wa 'Ala.

Sesungguhnya setiap orang pasti punya dosa. Namun, terkadang seseorang yang munafik jika mengetahui dosanya, ia meremehkan dosa itu.

Sedangkan orang beriman jika tahu dosanya, ia menganggapnya besar.

Dalam atsar disebutkan bahwa _orang beriman akan melihat dosanya seperti gunung yang hampir menimpa kepalanya, sedangkan munafik melihat dosanya seperti lalat, ia mengibasnya dan tidak memedulikannya lagi._

Dosa maksudnya bukan hanya mengerjakan hal haram secara jelas, tapi juga berupa kelalaian terhadap suatu perkara–sebagaimana yang dikatakan Syeikh–baik itu dengan meninggalkan perintah atau melanggar larangan.


🎙 Syaikh Abdussalam Asy-Syuwai'ar, video Nasehat Ulama Ahlussunah Wal-Jama'ah.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

 

Share:

Monday, January 8, 2024

Tidak Akan Kecewa Hamba Yang Meminta Kepada Rabbnya

Tidak Akan Kecewa Hamba Yang Meminta Kepada Rabbnya
Bismillah...

• Al Imam Ibnul Qayyim -Muhammad bin Abi Bakar, wafat 751 H- رحمه الله تعالى berkata,

فَسُؤَالُ الْمَخْلُوقِ لِلْمَخْلُوقِ سُؤَالُ الْفَقِيرِ لِلْفَقِيرِ، وَالرَّبُّ تَعَالَى كُلَّمَا سَأَلْتَهُ كَرُمْتَ عَلَيْهِ، وَرَضِيَ عَنْكَ، وَأَحَبَّكَ. وَالْمَخْلُوقُ كُلَّمَا سَأَلْتَهُ هُنْتَ عَلَيْهِ وَأَبْغَضَكَ وَمَقَتَكَ وَقَلَاكَ.

Permintaan hamba kepada hamba adalah permintaan makhluk yang lemah kepada yang lemah, sedangkan Allah ﷻ, setiap kali engkau meminta kepada-Nya; maka engkau akan bertambah mulia disisi-Nya, dan Allah akan meridhoi dan mencintaimu..

Sedangkan manusia, setiap kali engkau meminta kepadanya, engkau pun akan semakin terhina dihadapannya, semakin bertambah kebencian dan ketidaknyamanan mereka kepadamu”.

(Sumber: Madarijus Salikin jilid: 2/hal. 131) 


•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 


📲 WA alilmoe: 

https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b

🌐 Website alilmoe: https://alilmoe.com/

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tuesday, January 2, 2024

Barang Siapa Yang Allah Kehendaki Kebaikan

Barang Siapa Yang Allah Kehendaki Kebaikan
Bismillah...

َ  عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ يَقُولُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَاللَّهُ الْمُعْطِي وَأَنَا الْقَاسِمُ وَلَا تَزَالُ هَذِهِ الْأُمَّةُ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ

Dari Humaid bin 'Abdur Rahman bahwa dia mendengar Mu'awiyah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya maka Allah akan pahamkan orang itu dalam urusan agama.. 

Allah adalah Yang Maha Pemberi sedangkan aku Al-Qasim (yang membagi-bagi) dan akan senantiasa umat ini menang atas orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datang urusan Allah, sedang mereka berjaya (dengan kemenangan)".

(HR. Shahih Bukhari no. 3116, Fathul Bari)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Dia akan mengujinya".

(HR. Shahih Bukhari no. 5645, Fathul Bari)

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي حُمَيْدٌ قَالَ 

سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ يَخْطُبُ قَالَ

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَيُعْطِي اللَّهُ وَلَنْ يَزَالَ أَمْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ مُسْتَقِيمًا حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ أَوْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

Dari Ibn Syihab, telah mengabarkan kepadaku Humaid berkata, aku mendengar Mu'awiyah bin Abu Sufyan berpidato dengan berkata, "Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, 

"Barang siapa yang Allah kehendaki menjadi kebaikan, maka Allah menjadikannya pandai terhadap urusan agamanya, sesungguhnya aku membagi sedang Allah Sang pemberi, dan keadaan umat ini akan terus senantiasa lurus hingga kiamat tiba". (atau dengan redaksi) "Hingga keputusan Allah tiba."

(HR. Shahih Bukhari no. 7312, Fathul Bari)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, January 1, 2024

Hati (muslim) yang Condong Rindu ke Baitullah

Hati (Muslim) yang Condong Rindu ke Baitullah
Bismillah...

Kota Makkah merupakan sebaik-baiknya tempat dan merupakan kota yang paling dicintai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Hal ini sebagaimana yg beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan:

وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ

Demi Allah, sungguh Engkau adalah sebaik-baik bumi Allah, dan yang paling dicintai olehNya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar (meninggalkanmu).” (HR At-Tirmizi, 3925)

Allah Ta’ala menjadikan hati umat Islam untuk condong dan cenderung ingin kembali ke Masjidil Haram (Baitullah) yang berada di Makkah.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pernah berdoa (yang diabadikan didalam Al-Quran):

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim [14]: 37)

Sangat ironis, tatkala seorang muslim bisa traveling ke penjuru dunia tapi tidak pernah menyempatkan diri untuk ziarah ke Baitullah. 

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang hatinya dicondongkan oleh Allah Ta’ala untuk rindu bisa berkunjung ke Baitullah.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02NExADozVjCmZRTwmWUvf8tkdhnKLz2x3CfLAyLFyhPgDwZ3n6sERdWMz9NQ3khvyl&id=1792235719

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Mutiara Salaf : Mintalah Hidayah HANYA Kepada Allah

Mutiara Salaf : Mintalah Hidayah HANYA Kepada Allah
Bismillah...

🌴🌴🌴

Syaikh Abdurrahman bin Hasan rohimahullah berkata,

ومن حكمة الرب تعالى في عدم هداية أبي طالب إلى الإسلام ليبين عباده أن ذلك إليه، وهو القادر عليه دون من سواه

Diantara hikmah Allah tidak memberi hidayah kepada Abu Thalib untuk masuk Islam adalah Allah hendak menjelaskan kepada para hamba-Nya bahwa hidayah hanya kembali kepada-Nya.

Allah lah yang Mahakuasa memberi hidayah, bukan selain-Nya.

🌴🌴🌴

فلو كان عند النبي -الذي هو أفضل خلقه- من هداية القلوب وتفريج الكروب ومغفرة الذنوب والنجاة من العذاب ونحو ذلك شيء، لكان أحق الناس بذلك وأولاهم به عمه الذي كان يحوطه ويحميه وينصره ويؤويه

Seandainya Nabi -yang merupakan makhluk Allah yang paling utama- memiliki sedikit kekuasaan untuk :

▶️ memberi hidayah

▶️ menghilangkan kesulitan

▶️ mengampuni dosa, dan

▶️ menyelamatkan seseorang dari adzab

niscaya yang berhak mendapatkan itu semua adalah pamannya. Paman beliaulah yang melindungi, menjaga, membantu, dan mendukung beliau (dan dakwahnya).

🌴🌴🌴

فسبحان من بهرت حكمته العقول، وأرشدت العباد إلى ما يدلهم على معرفته وتوحيده، وإخلاص العمل له وتجريده

Mahasuci Allah, Yang hikmah-Nya menyinari akal manusia, Yang memberi petunjuk kepada para hamba-Nya untuk mengenal, bertauhid, dan mengikhlaskan amal hanya kepada-Nya..

(Fathul Majid – hlm. 223-224)

=====🌴🌴🌴🌴🌴=====

وَعَنْ عَلِيٍّ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : قُلْ : اللَّهُمَّ اهْدِنِي ، وَسَدِّدْنِي

وَفِي رِوَايَةٍ : (( اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى وَالسَّدَادَ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku: “Ucapkanlah: ALLOHUMMAH-DINII WA SADDIDNII (artinya: Ya Allah, berilah aku hidayah dan berilah aku kebenaran).”

Dalam riwayat lain disebutkan, “ALLOHUMMA INNI AS-ALUKAL HUDAA WAS SADAAD (artinya: Ya Allah, aku meminta kepada-Mu hidayah dan kebenaran).” [HR. Muslim, no. 2725]

Dari Abu Burdah bin Abu Musa, bahwa ‘Ali berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَلِ اللهَ تَعَالَى الْهُدَى، وَالسَّدَادَ ، وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَاذْكُرْ بِالسَّدَادِ تَسْدِيدَكَ السَّهْمَ

Mintalah kepada Allah hidayah (petunjuk) dan istiqamah di atas kebenaran. Sebutlah al-huda (petunjuk), maka engkau akan mendapatkan hidayah petunjuk. Sebutlah as-sadaad, maka arah panahmu akan lurus sampai tujuan.” (HR. Ahmad, 2:91; Al-Hakim, 4:268; Al-Bazar, 2:119. Shahih Al-Jami’, no. 3046)


=====🌴🌴🌴🌴🌴=====

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/65656

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Sunday, December 31, 2023

Hewan, Pepohonan, Tetumbuhan Bahkan Benda-Benda Mati Seluruhnya Bertasbih kepada Allah

Hewan, Pepohonan, Tetumbuhan Bahkan Benda-Benda Mati Seluruhnya Bertasbih kepada Allah
Bismillah...

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Langit yang tujuh dan bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Isra': 44)

Bertasbih yaitu mensucikan Allah dari segala aib dan kekurangan serta hal-hal yang tidak layak bagi-Nya.

Dan memuji Allah dengan seluruh pujian yang disertai kecintaan dan pengagungan. 

Al-Imam Abu Ja'far ath-Thabari rahimahullah berkata firman Allah, 

"Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka" maknanya, 

لا تفقهون تسبيح ما عدا تسبيح من كان يسبح بمثل ألسنتكم

"Kalian tidak mengerti cara tasbih mereka selain cara bertasbih yang biasa dilafalkan oleh lisan-lisan kalian." 

Jami'ul Bayan (14/607)

Mulut lagi nganggur kan? Yuk berdzikir ucapkan "Subhanallah wa bihamdih subhanallahil 'adzhim", dua kalimat ringan di lisan, berat di timbangan, dicintai oleh Ar-Rahman. 

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung)". (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid026Zmz4tuRXncyqVordaYaUHmyEMQ73L21Jp588q9yi2YMMaSdme2wtojDvVJwWZZ2l&id=100001764454087


#https://t.me/manhajulhaq

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Saturday, December 30, 2023

(3 Golongan) Orang Yang TIDAK Diterima Amalannya

(3 Golongan) Orang Yang TIDAK Diterima Amalannya
Bismillah...

Ada sebagian orang mengatakan : “Amalan sesorang itu diterima atau tidak terserah Allah, manusia tidak bisa menghukumi apakah amalan itu diterima atau tidak.”

Perkataan ini merupakan perkataan orang-orang yang tidak pernah belajar agama dengan benar. Perkataan orang-orang yang tidak merujuk kepada al Qur’an dan as Sunnah dengan pemahamanan yang benar, pemahaman para salaf. 

Petunjuk Allah dan RasulNya telah menjelaskan bahwa ada amalan orang yang diterima ada pula amalan yang tidak diterima.

PERTAMA, Amalan Orang Kafir

Orang-orang kafir, sebanyak apa pun amal kebaikannya, pasti amalnya tertolak. Sebesar apa pun kebaikannya, pasti tidak ada nilainya.

Sebagian orang sering mendengar dan melihat ada orang-orang kafir, baik dari ahli kitab (nasrani dan yahudi) maupun orang-orang musyrik (penyembah berhala) banyak membantu orang-orang miskin, banyak menolong orang-orang kesusahan, banyak membangun sarana dan prasarana untuk masyarakat banyak, namun selama mereka itu tidak beriman, maka amal-amal mereka seperti abu yang tertiup angin atau seperti fatamorgana.

Allah Ta’ala berfirman :

مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَى شَيْءٍ ذَلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ (ابراهيم : 18).

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS. Ibrahim 18).

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah :

هذا مثل ضربه الله تعالى لأعمال الكفار الذين عبدوا مع الله غيره ، وكذبوا رسله ، وبنوا أعمالهم على غير أساس صحيح; فانهارت وعدموها أحوج ما كانوا إليها ، فقال تعالى : ( مثل الذين كفروا بربهم أعمالهم ) أي : مثل أعمال الذين كفروا يوم القيامة إذا طلبوا ثوابها من الله تعالى; لأنهم كانوا يحسبون أنهم على شيء ، فلم يجدوا شيئا ، ولا ألفوا حاصلا إلا كما يتحصل من الرماد إذا اشتدت به الريح العاصفة 

Ayat ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk menggambarkan tentang amal perbuatan orang-orang kafir yang menyembah selain Allah beserta-Nya dan mendustakan rasul-rasul-Nya. Mereka adalah orang-orang yang membina amal perbuatannya bukan pada landasan yang benar, sehingga runtuh dan lenyaplah bangunannya, padahal ia sangat memerlukannya. Allah Ta'ala berfirman:

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka. (Ibrahim: 18)

Yakni perumpamaan amal perbuatan mereka kelak di hari kiamat apabila mereka meminta pahalanya dari Allah Ta'ala. Demikian itu karena mereka menduga bahwa diri mereka berada dalam kebenaran, tetapi ternyata tiada satu pahala pun yang mereka dapatkan. Tiada hasil bagi amalan-amalan mereka kecuali sebagaimana debu yang lenyap diterbangkan oleh angin badai yang amat besar. (Tafsir Ibnu Katsir).

Dan Allah Ta'ala berfirman :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا (النور : 39).

Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. An Nur : 39).

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah :

Demikian pula keadaan orang kafir, ia menduga bahwa dirinya telah mengerjakan suatu amal kebaikan, dan bahwa dirinya pasti mendapat sesuatu pahala. Tetapi apabila ia menghadap kepada Allah pada hari kiamat nanti dan Allah menghisabnya serta menanyai semua amal perbuatannya, ternyata dia tidak menjumpai sesuatu pun dari apa yang telah dilakukan sebelumnya. Adakalanya karena tidak ikhlas, atau adakalanya karena tidak sesuai dengan tuntunan syariat. (Tafsir Ibnu Katsir).

Hanya yang memiliki iman sajalah yang mendapatkan ganjaran pahala dari Allah Ta’ala, sedangkan orang-orang kafir tidak mendapatkan apa-apa dari amal-amalnya.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا (56) وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا (57) (النساء : 56-57).

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (QS. An Nisa 56-57).

KEDUA, Orang Islam Yang Tidak Ikhlas Dalam Beramal

Seorang muslim, apabila amal ibadahnya tidak didasari keikhlasan, maka amal ibadahnya tidak diterima, karena Allah Ta’ala hanya menerima amal ibadah yang ikhlas, yang ditujukan hanya untuk Allah semata.

Ibadah karena didasari ingin dilihat dan ingin didengar oleh manusia, jatuh pada perbuatan riya. Dan riya tergolong syirik kecil. Perbuatan riya inilah yang menyebabkan amalan tidak diterima.

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (البقرة :264).

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (Al Baqoroh : 264).

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah :

Dengan kata lain, janganlah kalian menghapus pahala sedekah kalian dengan perbuatan manna dan aza.

Perbuatan riya juga membatalkan pahala sedekah, yakni orang yang menampakkan kepada orang banyak bahwa sedekah yang dilakukannya adalah karena mengharapkan rida Allah, padahal hakikatnya ia hanya ingin dipuji oleh mereka atau dirinya menjadi terkenal sebagai orang yang memiliki sifat yang terpuji, supaya orang-orang hormat kepadanya; atau dikatakan bahwa dia orang yang dermawan dan niat lainnya yang berkaitan dengan tujuan duniawi, tanpa memperhatikan niat ikhlas karena Allah dan mencari rida-Nya serta pahala-Nya yang berlimpah. (Tafsir Ibnu Katsir).

Rasulullah Shalallohu’alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ جَرِىءٌ. فَقَدْ قِيلَ. ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ. وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِىَ فِى النَّارِ ». (رواه مسلم).

"Sesungguhnya pertama-tama orang yang diputuskan, diperiksa ketika diadakan hisab pada hari kiamat ialah seseorang lelaki yang mati syahid, mati dalam peperangan fisabilillah. Orang itu didatangkan, lalu diperlihatkanlah kepadanya akan kenikmatan yang akan dimilikinya, kemudian iapun dapat melihatnya pula. Allah berfirman: "Apakah yang engkau amalkan sehingga dapat memperoleh kenikmatan-kenikmatan itu?" Orang itu menjawab: "Saya berperang untuk membela agamaMu - ya Tuhan - sehingga saya terbunuh dan mati syahid." Allah berfirman: "Engkau berdusta tetapi sebenarnya engkau berperang itu ialah supaya engkau dikatakan sebagai seorang yang berani dan memang engkau sudah dikatakan sedemikian itu." Orang itu lalu disuruh minggir, kemudian diseret atas mukanya sehingga dilemparkan ke dalam api neraka.

Selanjutnya ialah seorang lelaki yang belajar sesuatu ilmu agama dan mengajar-kannya serta membaca al-Quran, ia didatangkan, lalu diperlihatkanlah padanya kenikmatan-kenikmatan yang dapat diperoleh-nya dan ia juga dapat melihatnya. Allah berfirman: "Apakah amalan yang sudah engkau kerjakan sehingga engkau dapat memperoleh kenikmatan-kenikmatan itu?" Orang itu menjawab: "Saya belajar sesuatu ilmu dan sayapun mengajarkannya, juga saya membaca al-Quran untuk mengharapkan keridhaanMu." Kemudian Allah berfirman: "Engkau berdusta, tetapi sesungguhnya engkau belajar ilmu itu supaya engkau dikatakan sebagai seorang yang alim, juga engkau membaca al-Quran itu supaya engkau dikatakan sebagai seorang pandai dalam membaca al-Quran dan memang engkau telah dikatakan sedemikian itu. Selanjutnya orang itu disuruh minggir dan diseret atas mukanya sehingga dilemparkanlah ia ke dalam api neraka.

Ada pula seorang lelaki yang telah dikaruniai kelapangan hidup oleh Allah dan pula diberi berbagai macam harta benda. la didatangkan lalu diperlihatkanlah padanya kenikmatan-kenikmatan yang dapat diperoleh-nya dan ia juga dapat melihatnya itu. Allah berfirman: "Apakah amalan yang sudah engkau lakukan sehingga dapat memperoleh kenikmatan-kenikmatan itu?" la menjawab: "Tiada suatu jalanpun yang Engkau cinta kalau jalan itu diberikan nafkah, melainkan sayapun menafkahkan harta saya untuk jalan tadi karena mengharapkan keridhaanMu." Allah berfirman: "Engkau berdusta, tetapi engkau telah mengerjakan yang sedemikian itu supaya dikatakan: "Orang itu amat dermawan sekali" dan memang sudah dikatakan sedemikian itu." Orang itu lalu disuruh minggir terus diseret atas mukanya sehingga dilemparkanlah ia ke dalam api neraka." (HR. Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallohu’anhu).

Oleh karena itu, beramal ibadahlah karena Allah Ta’ala, karena jika amal ibadah itu ingin dinilai, dilihat dan didengar oleh manusia, selain akan sia-sia amal ibadah dan juga mendapatkan anacaman yang keras sebagaimana hadits di atas.

KETIGA, Pelaku Bid'ah

Syarat yang ketiga agar amal ibadah diterima adalah mencontoh Nabi shalallahu’alaihi wasallam, tidak membuat perkara baru, tidak membuat bid'ah, kreatifitas dan inovasi dalam agama. Karena walaupun seseorang memiliki keimanan dan keikhlasan, tanpa syarat yang ketiga ini, maka amalan apa pun yang dilakukannya tidak akan diterima, akan sia-sia belaka.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد 

Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam agama ini yang tidak ada perintahnya dari kami, maka hal itu tertolak” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Dalam riwayat lain berbunyi:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد 

Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka perbuatan tersebut tertolak” (HR. Muslim).

Kesimpulannya, hanya orang yang beriman, yang ikhlas dan mengikuti sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan sunnah para khulafaur rasyidin yang diterima amal ibadahnya. 


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0thrwnHq3jJv5pcCmoQw97cDsWCLQiyDSt4SfnmRp7GKmiwwMeSfUgM1pmNqFv13pl&id=100063495759389


AFM

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Hidayah Milik Allah ﷻ

Hidayah Milik Allah ﷻ
Bismillah...

إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk". (QS. Al Qasas ; 56)

لَّيۡسَ عَلَيۡكَ هُدَىٰهُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۗ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَلِأَنفُسِكُمۡۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ ٱللَّهِۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ

"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)". (QS. Al Baqarah ; 272)

وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأٓمَنَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِيعًاۚ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ

وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ أَن تُؤۡمِنَ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَيَجۡعَلُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ

"Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya". (QS. Yunus ; 99-100)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Mutiara Salaf : Tujuan Membaca Al-Qur'an

Mutiara Salaf : Tujuan Membaca Al-Qur'an
Bismillah...

🌴🌴🌴

Al Imam Abu Bakr Al Ajurri (Muhammad bin Al Husein bin Abdillah Al-Baghdadi Al-Ajurri, wafat 320H) rohimahullah berkata,

«ومَن تدبَّر كلامَه عرف الربَّ عزَّ وجلَّ، وعَرَفَ عظيمَ سلطانه وقدرتِه، وعظيمَ تفضُّله على المؤمنين، وعَرَف ما عليه مِن فرض عبادته، فألزم نَفْسَه الواجبَ، فحَذِر ممَّا حذَّره مولاه الكريم، فرَغِب فيما رغَّبه، ومَن كانت هذه صفتَه عند تلاوته للقرآن وعند استماعه مِن غيره كان القرآنُ له شفاءً فاستغنى بلا مال ، وعَزَّ بلا عشيرةٍ، وأَنِسَ ممَّا يستوحش منه غيرُه، وكان همُّه عند التلاوة للسورة إذا افتتحها: «متى أتَّعظُ بما أتلو؟»، ولم يكن مرادُه: «متى أختم السورةَ؟»، وإنما مراده: «متى أَعْقِلُ عن الله الخطابَ؟ متى أزدجِرُ؟ متى أعتبر؟»، لأنَّ تلاوة القرآن عبادةٌ لا تكون بغفلةٍ، واللهُ الموفِّق لذلك

Barang siapa mentadabburi firman-Nya, maka dia akan :

▶️ mengetahui tentang Robbnya, agungnya kerajaan dan kekuasaan-Nya,

▶️ besarnya karunia yang diberikan kepada kaum mukminin,

▶️ kemudian sadar kewajiban untuk beribadah kepada-Nya.

🌴🌴🌴

Oleh karena itu, dia akan mengharuskan dirinya :

▶️ mengerjakan kewajiban,

▶️ menjauhi dari apa yang diperingatkan Robbnya yang Mahamulia, dan

▶️ mencintai apa yang Dia perintahkan.

🌴🌴🌴

Barang siapa memiliki sifat ini ketika membaca dan mendengarkan Alqur’an, maka Alqur’an akan menjadi obat baginya. Dia akan berkecukupan tanpa harta, mulia tanpa suku (pendukung), dan tenang menghadapi apa yang biasa membuat orang lain gelisah.

Tujuannya saat membuka surat untuk dibaca adalah : ‘kapan aku bisa mengambil pelajaran dari apa yang kubaca..’ dan bukan : ‘kapan aku menyelesaikan surat ini..’

🌴🌴🌴

Namun keinginannya hanyalah :

▶️ kapan aku bisa memahami firman Allah

▶️ kapan aku terhenti (dari larangan-Nya setelah membaca)

▶️ kapan aku bisa mengambil pelajaran

🌴🌴🌴

Sebab, membaca Alqur’an adalah ibadah yang tidak dapat diamalkan dengan kelalaian. Hanya Allah yang memberi taufik atas semua itu..

(Akhlaq Hamalatil Qur’an, hlm 10)


=====🌴🌴🌴🌴🌴=====

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/65635

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Sunday, December 24, 2023

Ya Allah, Wafatkanlah Kami Dalam Keadaan Islam

Ya Allah, Wafatkanlah Kami Dalam Keadaan Islam dan Kumpulkan Kami Bersama Orang-orang Shaleh
Bismillah...

Ya Allah, Wafatkanlah Kami Dalam Keadaan Islam dan Kumpulkan Kami Bersama Orang-orang Shaleh..

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam".

(QS. Al Imran ; 102)

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبۡرَٰهِ‍ۧمُ بَنِيهِ وَيَعۡقُوبُ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam'."

(QS. Al Baqarah ; 132)

رَبِّ قَدۡ ءَاتَيۡتَنِي مِنَ ٱلۡمُلۡكِ وَعَلَّمۡتَنِي مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَنتَ وَلِيِّۦ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ تَوَفَّنِي مُسۡلِمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ

"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh".

(QS. Yusuf ; 101)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Wednesday, December 20, 2023

Islam Agama Para Nabi dan Rasul

Islam Agama Para Nabi dan Rasul
Bismillah...

وَإِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱتَّقُونِ

"Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku".

(QS. Al Mu'minun ; 52)

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبۡرَٰهِ‍ۧمُ بَنِيهِ وَيَعۡقُوبُ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam'."

(QS. Al Baqarah ; 132)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ قَالُوا كَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلَّاتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ فَلَيْسَ بَيْنَنَا نَبِيٌّ

Rasulullah ﷺ telah bersabda, 

"Aku lebih berhak atas diri Isa putra Maryam dari semua manusia di dunia dan di akhirat".

Para sahabat bertanya; "Bagaimana hal itu wahai Rasulullah?"

Beliau ﷺ bersabda, 

"Para Nabi adalah satu ayah (adam), ibu mereka berbeda-beda namun agama mereka satu, dan antara aku dengan Isa tidak ada Nabi."

(HR. Shahih Muslim no. 4362 Kitab : Keutamaan)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive