Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Saturday, January 6, 2024

Hanya Ada 2 Alhamdulillah

Hanya Ada 2 Alhamdulillah
Bismillah...

💐 Saudaraku yang semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepadamu, 

Pernah aku ditanya oleh seorang teman bagaimana pekerjaanmu? Terus aku jawab hanya ada 2 kata yang bisa mewakili jawabanku yaitu Alhamdulillah dan Alhamdulillah karena itu adalah bentuk syukurku kepada Rabb Yang Maha Pemberi Rizki dan tidak ada yang selain-Nya yang bisa memberikan Rizki. Diapun tersenyum lalu terdiam :

📝Berikut penjelasannya:

Allah Ta’ala berfirman :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. “ (Al Baqarah :152)

☑Hadits detail yang mulia dari Suri Teladan Shallahu’alaihi wasallam:

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ أَبُو مَرْوَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أُمِّهِ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ» ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ»

Telah menceritaan: kepada kami (Imam Ibnu Majah) Hisyam bin Khalid Al Azraq Abu Marwan telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad dari Manshur bin Abdurrahman dari ibunya yaitu Shafiyah binti Syaibah dari 'Aisyah dia berkata; "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat sesuatu yang ia senangi, beliau mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna." dan apabila melihat sesuatu yang dibenci, beliau mengucapkan: "Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan." (HR. Ibnu Majah no. 3803, Al-Hakim no. 1840, Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 265)

✅ Tidak ada sesuatu hal yang paling dicintai oleh Allah selain pujian untukNya. Dinyatakan dalam hadits:

وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْحَمْدِ

Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah selain pujian (untukNya) (H.R Abu Ya’la dalam al-Maqshod al-Aly fi Zawaid Abi Ya’la al-Mausily no. 1070 , Shohih at-Targhib wat Tarhiib no. 1572).

✅ Karena itu, bentuk dzikir yang berupa pujian dan tauhid (Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin) mengandung pahala yang lebih besar. 

Dalam sebuah hadits dinyatakan:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عِشْرِينَ حَسَنَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ عِشْرِينَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَتْ لَهُ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

Sesungguhnya Allah memilih 4 ucapan : 

🔸Subhaanallah (Maha Suci Allah),

🔸Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) 

🔸Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang haq selain Allah), 

🔸Allaahu Akbar (Allah Maha Besar). 

🔹Barangsiapa yang mengucapkan: Subhaanallah, Allah tulis baginya 20 kebaikan atau dihapus darinya 20 keburukan. 

🔹Barangsiapa yang mengucapkan Allaahu Akbar, maka juga terhitung demikian. 

🔹Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka juga terhitung demikian. 

🔹Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamiin sungguh tulus dalam jiwanya, tercatat untuknya 30 kebaikan dan dihapuskan baginya 30 keburukan. (H.R an-Nasaai dalam Amal Al-Yaum wal Lailah no 840, Ahmad no.8012 , Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushonnaf no. 29827, Shohih at-Targhib wat Tarhiib no. 1554).

قال الحليمي : هذا على حسن الظن بالله تعالى وأنه لم يأت بالمكروه إلا لخير علمه لعبده فيه وأراده به فكأنه قال اللهم لك الخلق والأمر تفعل ما تريد وأنت على كل شيء قدير

Telah berkata al-Halimiy (Al-Husain bin Al-Hasan bin Muhammad al-Bukhori – Abu Abdillah wafat tahun 403 H) : ini adalah bentuk Berbaik Sangka (husnudzon) kepada Allah dan menyakini bahwa Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang tidak disenangi hamba-Nya kecuali semata-mata untuk kebaikan hamba-Nya dan Allah menghendaki kebaikan tercurah kepada hamba-Nya (melalui hal-hal yang tidak disenangi oleh hamba-Nya) seolah-olah dia berdoa (dengan mengucapkan Alhamdulillah ‘Ala kulli haal) sama maknanya dengan Ya Allah Engkaulah yang mempunyai penciptaan dan segala urusan, Engkau berbuat menurut apa yang Engkau kehendaki, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faidhul Qadiir Syarah al-Jaami’ as-Shoghiir 5/88 no. 6528 cetakan almaktabah al tijariyah a kubro )

✏Guratan hati yang ternaungi kegundahan

〰〰〰〰〰〰〰

🔸Kubandingkan terus nikmatku dan nikmatnya... 

🔸Hanya kecewa dan gelisah adanya... 

🔸Terjerembab nafsu yang tak ada ujungnya... 

🔸Meradang terusik tiada tenang akibatnya... 

🔸Lupa terhadap berbagai nikmat yang didapatkannya... 

🔸Yang berlimpah sebanyak Tarikan napasnya....

🔸Ya Allah berikanlah aku rasa untuk menghargainya... 

🔸Dengan untaian kata yang hangat untuk merabanya... 

🔸Alhamdulillah dan Alhamdulillah hanya untuk Nya... 

🔸Semoga bibirku lapang tuk selalu mengucapkannya 

✅ Hikmah 🚿

1⃣ Pentingnya menisbatkan semua kenikmatan hanya kepada Allah, tidak ada Yang Maha Pemberi Rizki kecuali Allah Ar Razzaq

2⃣ Mencukupkan dengan dua lafazh yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam yaitu 

💧Alhamdulillah ala kulli haal ketika menjumpai sesuatu yang tidak disenangi dan 

💧Alhamdulillah aladzi bini'matihi tatimusholihaat jika mendapati sesuatu yang menyenangkan. 

3⃣ Husnuzhzhon berbaik sangka kepada Allah dengan keimanan bahwa Allah tidak akan pernah mendzolimi hamba-Nya dan Allah senantiasa memberikan yang terbaik. 

4⃣ Bisa jadi tampak nya tidak sesuai dengan harapan namun pasti ada hikmah kebaikan dibalik itu semua, simaklah Firman Allah yang tidak keraguan didalamnya:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. al Baqarah :216)

Semoga bermanfaat 


🚰 Abu Usaid Zaki Rakhmawan


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02VmnxJxDCtMMHDNeRnfTaBfff3CdX1P7WCvTmRF2BfX2ZaPzdVeR9TNwBVonyy6xxl&id=100005755713312

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Friday, January 5, 2024

Pertanyaan Tentang Buku Ayah Ibumu Pintu Surgamu

Pertanyaan Tentang Buku Ayah Ibumu Pintu Surgamu
Bismillah...

Apakah masih layak dibaca untuk orang yang sudah tidak punya orangtua lagi ?

Jawab:

Barakallahu fikum, sangat layak, karena sesungguhnya Birrul walidain yang sebenarnya (baca: yang sejatinya tanpa basa-basi) dimulai sepeninggal kedua orang tua tidak ada, karena bisa jadi ketika keduanya masih ada maka sebagai anak, kita terkadang melakukan kebaikan itu hanya basa-basi. Sedangkan sepeninggal kedua orang tua kita, keduanya sangat butuh kepada doa kebaikan dan amal-amal kebaikan dari anak-anaknya. Karena dengan hal tersebut orang tua kita kelak akan terangkat derajatnya di sisi Allah.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: تُرْفَعُ لِلْمَيِّتِ بَعْدَ مَوْتِهِ دَرَجَتُهُ. فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ، أَيُّ شَيْءٍ هَذِهِ؟ فَيُقَالُ: وَلَدُكَ اسْتَغْفَرَ لَكَ

Imam al-Bukhori rahimahullah berkata, "Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, (dia Ahmad) berkata, 'Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr, dari 'Ashim, dari Abi Sholih, dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, dia berkata, 'Derajat seorang mayyit diangkat tinggi setelah wafatnya, kemudian diapun berkata, "Ya Allah, posisi apa ini ?" Lalu dikatakan, "Anakmu memohonkan doa ampunan bagi mu." 

TAKHRIJ HADITS:

HR. Al-Bukhori dalam Al-Adabul Mufrod no. 36, Al-Laalika-i dalam Syarah Ushulil I'tiqad no. 2171, Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah 6/255 dari Abu Hurairah secara mauquf, dan Ahmad no. 10610, Ibnu Abi Syaibah no. 12081, 29740 dan Ibnu Majah no. 3660 dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu secara marfu' dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di kitab Silsilah Ahaadits ash-Shohiihah no. 1598. 

Jadi birrul walidain itu adalah kewajiban sepanjang masa, selama ruh kita masih menyatu dengan badan kita maka berbakti kepada kedua orang tua baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi.

Begitu pula kebaikan dari birrul walidain itupun akan membekas kepada anak keturunan kita kelak, mereka akan terimbas dengan kebaikan bakti kita kepada orang tua kita. Dan semoga Allah menjadikan anak keturunan kita menjadi anak-anak yang berbakti kepada kita karena itu adalah salah investasi terbaik dari dunia ini.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَمَّتِهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلْتُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ، وَإِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ»

Imam Ibnu Majah rahimahullah berkata, "Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, dia berkata, 'Telah menceritakan Ibnu Abi Zaaidah, dari al-A'masy dari 'Umaarah bin 'Umair dari Bibinya, Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda "Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian makan adalah dari hasil usaha investasi kalian, dan sesungguhnya anak-anak kalian dari usaha investasi kalian".

TAKHRIJ HADITS:

HR. Ahmad no. 25296, Ibnu Majah no. 2290, at-Tirmidzi no. 1358, Ad-Darimy no. 2579, Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushonnaf no. 24175 , Shohih Lihat Irwaul Ghalil no. 1626.

Bahwa anak bagian dari usaha orangtua. Bahkan sebaik-baik usaha orangtua adalah anak. Apabila kita telah mengetahui kaidah ini maka terjawablah pertanyaan dan dan tersingkaplah kemusykilan-kemusykilan serta lapanglah dada dalam memahami ayat-ayat Al Qur’an yang menegaskan bahwa “Seseorang tidak akan memperoleh kebaikan (pahala atau ganjaran) kecuali atas hasil usahanya sendiri". Diantara ayat dibawah ini:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

Dan bahwasanya seseorang itu tidak akan memperoleh (kabaikan) kecuasli dari hasil usahanya sendiri” (QS An Najm: 39)

Diambil dari Inti Sari Buku: Buku Ayah Ibumu Pintu Surgamu.

Semoga bermanfaat.


Zaki Rakhmawan Abu Usaid


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0cNuPXbzxiRaPV9bKML6hiZR9CVxvtsd2fQNY1FzfBvCbDDcVopbjtUP8asfKcceMl&id=100005755713312

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tunaikanlah Sholat Qabliyah Subuh Walaupun Subuh Kesiangan

Tunaikanlah Sholat Qabliyah Subuh Walaupun Subuh Kesiangan
Bismillah...

Sholat Qabliyah subuh walaupun Subuh kesiangan. Agar Tidak menyia-nyiakan pahala sholat Qabliyah subuh.

Barangsiapa bangun tidur setelah terbitnya matahari hendaknya ia shalat fajar (Shalat Qabliyah Subuh – ed) terlebih dahulu. Kemudian melakukan shalat wajib inilah yang mencocoki sunnah."

Telah sah diriwayatkan bahwa Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya kebablasan tidur tatkala safar dan tidak bangun melainkan setelah terbitnya matahari.

Sebagaimana disebutkan didalam Shahih Bukhari Muslim, kitab-kitab Sunan dan dalam riwayat Abi Dawud disebutkan:

Lantas mereka melakukan shalat dua rakaat sunnah fajar baru setelah itu melakukan Shalat Subuh.”

Dikatakan didalam kitab Aunul Ma’bud; “Didalam riwayat ini terdapat pensyariatan qadha’ shalat sunnah Rawatib.” Jadi (saat kebablasan tidur tatkala safar dan tidak bangun melainkan setelah terbitnya matahari – ed), Nabi yang mulia shallallāhu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk adzan subuh lalu shalat dua rakaat rawatib (shalat sunnah fajar) kemudian memerintahkan untuk iqomat lalu shalat subuh. (Fatawa Islamweb no. 5060).

Oleh karena itu, ketika bangun kesiangan hendaknya tetap melaksanakan Shalat Qabliyah Subuh kemudian dilanjutkan dengan Shalat Subuh. Semoga bermanfaat, wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi  rabbil ālamīn.

Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq


Dijawab dengan ringkas oleh: 👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله


Baca selengkapnya: https://bimbinganislam.com/bolehkah-shalat-qabliyah-subuh-saat-bangun-kesiangan/

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Penilaian Manusia Atas Dirimu Itu Tidak Penting

Penilaian Manusia Atas Dirimu Itu Tidak Penting
Bismillah...

قَالُوا۟ سَمِعۡنَا فَتࣰى یَذۡكُرُهُمۡ یُقَالُ لَهُۥۤ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمُ

"Mereka berkata; Kami mendengar ada seorang pemuda yang mengata-ngatai (berhala kita), pemuda itu dikenal dengan nama Ibrahim." [Surah Al-Anbiyāʾ: 60]

Demikianlah Ibrahim di mata kaumnya, hanya seorang pemuda biasa. Namun di mata Allah subhanahu wa ta'ala:

{ إِنَّ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَ كَانَ أُمَّةࣰ قَانِتࣰا لِّلَّهِ حَنِیفࣰا وَلَمۡ یَكُ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِینَ }

"Sesungguhnya Ibrahim 'alaihissalam adalah seorang Imam dalam kebaikan" [Surah An-Naḥl: 120]

Allah sejenak merubah hukum alam demi menyelamatkan Ibrahim 'alaihissalam. Api yang panas membakar, Allah jadikan sejuk dan dingin demi keselamatan kekasih-Nya itu. Begitu mulia Ibrahim di mata Allah.

Oleh karena itu, jangan mencari muka di hadapan manusia untuk memelas penilaian mereka terhadapmu. Nilaimu yang sejati adalah "siapa dirimu di mata Allah subhanahu wa ta'ala." 

Apa kata manusia terhadapmu, itu tidak penting. Yang terpenting adalah apa kata Allah tentangmu.


✍️ Ustadz Johan Saputra Halim, M.Hi (JSH)


https://www.facebook.com/100001164231141/posts/pfbid033a2QbshXwXuWav9sguz3rNqQWcUNDGBoz63zHUu1qWwomAwv2JMRQRekwrA2VFSTl/

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, January 4, 2024

Birrul Walidain Pintu Masuk Surga

Birrul Walidain Pintu Masuk Surga
Bismillah...

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَاحْفَظْهُ، وَإِنْ شِئْتَ فَضَيِّعْهُ

Dari Abu Darda, ia berkata: 

"Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Orang tua adalah pintu surga yang paling baik. Jika mau, maka engkau bisa menjaganya; dan jika engkau mau, maka engkau bisa menyia-nyiakannya." 

(Hadits shahih. HR. Ahmad (no. 27), at-Tirmidzi (no. 1900), Ibnu Majah (no. 2089, 3663). Lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah (no. 914).

Zainuddin al-Munawi (wafat 1031 H) menjelaskan hadits ini: 

"Orang tua adalah pintu surga yang paling baik. Yaitu ketaatan dan tak durhaka kepada kedua orang tua akan mengantarkan seseorang menuju surga dari pintu surga yang paling baik."

Demikian penjelasan Imam Abu Fadhl al-Iraqy (wafat 806 H). 

(Lihat Faidhul Qadir oleh al-Munawi (VI/371).

Imam Nashiruddin al-Baidhowi (wafat 685 H) mengatakan: 

"Orang tua adalah pintu surga yang paling baik, maknanya, sebaik-baik amalan yang menjadi sarana masuk surga dan sebagai pengantar menuju surga adalah ketaatan kepada orang tua dan mengayomi kedua orang tuanya."

🍃 Intisari Hadits:

1️⃣ Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan sebab masuk surga dan dibukakan pintu-pintunya.

2️⃣ Keridhoan kedua orang tua lebih didahulukan daripada keridhoan istri.

3️⃣ Jika seorang menyukai sesuatu, namun orang tua minta ia meninggalkan apa yang dicintainya itu sehingga ia bersedih atasnya, maka hal terbaik yang mesti ia kerjakan adalah meminta pertimbangan dan masukan ulama.

4️⃣ Hendaknya istri membantu suami untuk dapat berbakti kepada orang tuanya, begitu pula suami memudahkan istrinya dalam berbakti kepada orang tuanya.

5️⃣ Berbuat baik kepada orang tua adalah pintu penghantar menuju surga-Nya yang paling baik yang mudah untuk dilakukan oleh seorang muslim.

6️⃣ Sekiranya kedua orang tua masih hidup maka janganlah sia-siakan keduanya, karena menyia-nyiakan kesempatan untuk birrul walidain berarti dia telah menyia-nyiakan kesempatan untuk masuk surga lewat pintu berbuat baik kepada kedua orang tuanya.

7️⃣ Berbakti kepada orang tua mengantarkan kebahagian di dunia dengan dimudahkan dan dilapangkan rezeki dan mengantarkan kebahagian di akhirat yaitu dengan masuk surga lewat pintu birrul walidain tersebut.


KEPADA MERTUA JUGA HARUS BAIK

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : 

إِنَّكُمْ سَتَفْتَحُونَ مِصْرَ وَهِيَ أَرْضٌ يُسَمَّى فِيهَا الْقِيرَاطُ، فَإِذَا فَتَحْتُمُوهَا فَأَحْسِنُوا إِلَى أَهْلِهَا، فَإِنَّ لَهُمْ ذِمَّةً وَرَحِمًا أَوْ قَالَ ذِمَّةً وَصِهْرًا

Dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sungguh kalian akan menaklukkan suatu negeri (Mesir) yang disebut didalamnya al-Qirath (daerah di wilayah Mesir), jika kalian telah berhasil menaklukkannya maka berbuatlah baik kepada penduduknya karena diantara mereka ada yang harus dilindungi dan termasuk sanak kerabat." 

Atau beliau bersabda:

"Ada yang harus dilindungi dan termasuk pula mertua."

(HR. Muslim (no. 2543 (227), Ahmad (no. 21520), Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (no. 6676), ath-Thabarani dalam al-Mu'jamul Ausath (VIII/303 (no. 8701).


✍️ Zaki Rakhmawan

📖 Ayah Ibumu Pintu Surgamu

🖥️ Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i

...

https://www.facebook.com/zaki.rakhmawan.abu.kayyisa


#birrulwalidain #berbaktikepadaorangtua

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Wednesday, January 3, 2024

Apapun Kondisimu, Tetap Yang Menguatkanmu Adalah Sholat

Apapun Kondisimu, Tetap Yang Menguatkanmu Adalah Sholat
Bismillah...

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

( وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ {45} الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ )

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

(QS al-Baqarah : 45-46)

Hudzaifah bin al-Yaman radhiallahu’anhu, ia berkata,

«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى »

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam apabila ditimpa suatu masalah, maka beliau mengerjakan shalat.” (HR. Ahmad)


https://alwasathiyah.com/2020/07/07/apapun-kondisimu-tetap-yang-menguatkanmu-adalah-sholat/


@abinyasalma


======🌴🌴🌴🌴🌴======

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl

✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah

🌐 Blog : alwasathiyah.com

‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah

📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 IG : instagram.com/alwasathiyah

🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Hisab Yang Mudah

Hisab Yang Mudah
Bismillah...

حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ أَحَدٌ يُحَاسَبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا هَلَكَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى

{ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا }

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا ذَلِكِ الْعَرْضُ وَلَيْسَ أَحَدٌ يُنَاقَشُ الْحِسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا عُذِّبَ

Al Qasim bin Muhammad telah menceritakan kepadaku Aisyah, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,

"Tidak seorang pun yang di (paparkan) hisabnya melainkan akan celaka.."

Maka aku bertanya, "Wahai Rasulullah, Bukankah Allah ﷻ berfirman;

'Barangsiapa yang diberi kitabnya dari sebelah kanan, maka ia menghadapi hisab yang mudah?" .(QS. Al Insyiqaq 7-8).

Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Yang dimaksudkan ayat itu adalah saat amal diperlihatkan, dan tidaklah seseorang hisabnya diperdebatkan, melainkan ia akan disiksa.."

(HR. Shahih Bukhari no. 6056 Kitab : Ar Riqaq)

عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي بَعْضِ صَلَاتِهِ *اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا* فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا الْحِسَابُ الْيَسِيرُ قَالَ أَنْ يَنْظُرَ فِي كِتَابِهِ فَيَتَجَاوَزَ عَنْه إِنَّهُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَئِذٍ يَا عَائِشَةُ هَلَكَ وَكُلُّ مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ عَنْه حَتَّى الشَّوْكَةُ تَشُوكُهُ

Dari Abbad bin Abdillah bin Az-Zubair dari Aisyah berkata, "Saya telah mendengar Nabi ﷺ pada sebagian shalatnya membaca,

"Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang mudah..". 

Ketika beliau ﷺ berpaling aku bekata, "Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?"

Beliau ﷺ bersabda, 

"Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah, dan setiap musibah yang menimpa orang beriman Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya.."

(HR. Ahmad no. 23082 Kitab : Baqi Musnad Al Anshar. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih selain perkataan: “Saya telah mendengar Nabi ﷺ pada sebagian shalatnya membaca: “Allahumma haasibnii hisaabay yasiiroo”. Ini adalah tambahan dimana Muhammad bin Ishaq bersendirian dalam meriwayatkannya)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive