Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Monday, October 2, 2023

Begitu Besarnya Tanggung Jawab Suami

Begitu Besarnya Tanggung Jawab Suami
Bismillah...

Karena itu suami perlu banyak melakukan intropeksi jika ada sesuatu yang terjadi kepada keluarganya. Mungkin suami sebagai penanggung jawab melakukan suatu dosa yang akan berdampak kepada anak dan istrinya..

Sebagian ulama berkata, “Sungguh, ketika bermaksiat kepada Allah, aku mengetahui dampak buruknya ada pada perilaku istriku, keluargaku dan hewan tungganganku".

Karena para wanita jangan terlalu protes dengan hadits bahwa seorang istri harus patuh kepada suaminya dalam hal yang ma’ruf. Karena tanggung jawab suami yang begitu besar terhadap keluarganya. Jika istri dan anak mereka melakukan dosa, maka suami juga akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak..

Karenanya, hak suami sangat besar, bahkan saking besarnya hak suami, seandainya manusia boleh sujud kepada manusia yang lain, maka istri diperintahkan agar sujud kepada suaminya..

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya),

Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri”.

(HR. Abu Daud)

Dalam hadits dijelaskan bahwa wanita cukup melakukan empat hal saja untuk masuk surga dari pintu mana saja, padahal untuk masuk surga dari pintu mana saja, memerlukan kesungguhan yang sangat tinggi. Salah satu empat hal tersebut adalah menaati suaminya, mendukungnya dalam dakwah adalah salah satu bentuk “mencari ridha suami” sehingga ia bisa masuk surga..


✒️Ustadz. dr Raehanul Bahraen حفظه الله تعالى

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Hidup Di Dunia Tak Selalu Jernih

Hidup Di Dunia Tak Selalu Jernih
Bismillah...

Dunia ini adalah negeri yang air kehidupannya tak selalu jernih. Bagaikan air sungai yang mengalir jernih sesekali menjadi keruh dan kotor bilamana air bah datang. Tidak sekedar keruh bahkan ia tak jarang membawa sampah dan kotoran, balok-balok kayu yang bisa menghantam dan menghancurkan tepian sungai dan apa saja yang berada di pinggirannya.

Persis bagaikan lautan yang sesekali tak berombak indah rata bagaikan cermin, namun sesekali bergejolak dan berombak besar dikala badai.

Terkadang, jernihnya suasana hidup terkotori oleh taman bisnismu, sahabat dekatmu, anak istrimu, mertua dan tetanggamu.

Omzet yang menurun, perusahaan gulung tikar, asset yang amblas ketipu, orang yang kau cinta berkhianat, anak yang durhaka, kekasih hatimu diambil Allah, panen rayamu yang gagal, ujian penyakit yang tak kunjung sembuh, ujian kemiskinan maupun kekayaaan ,ujian pangkat dan jabatan, semua adalah keniscayaan hidup di dunia yang sebagian orang sukses melewatinya dan sebagian lainnya jungkir balik, terkapar dan binasa tak kuasa melewatinya.

Kesedihan, kepiluan, kegelisahan, kegalauan, kesakitan, tangisan, rintihan, semua ritme hidup yang akan dirasakan semua manusia, baik mukmin maupun kafir, baik sholeh maupun tak sholeh. 

Kata Allah tentang penderitaan yang sama-sama dirasakan kaum mukminin dan kaum kafirin:” 

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS: an -Nisa:104)

Beda mukmin dan kafir, orang mukmin berupaya ridho menghadapai ujian Allah dengan sabar dan sholat, dengan berharap ganjaran atas kesabaran mereka menghadapi ujian Allah, dan upaya mereka agar mampu melalui ujian tesebut dan Allah ridho pada mereka.

Hidup yang jernih tak pernah sakit, tak pernah sedih, tak pernah gelisah dan galau, tak pernah kekurangan dan menderita itu hanya ada di surga teman. 

Hidup tanpa pengkhiantan, tanpa kejahatan, steril dari celaan dan cacian, dari penipuan dan keluh kesan hanya bila kita telah benar-benar menginjakkan kaki-kaki ini di tanah surga. 

Karena itu mari bersabar mengarungi lautan hidup yang sesekali bergelombang, berombak ganas dan bisa menghancurkan kapalmu bila kau tak paham mengemudi, menakar kekuatan kapalmu, melintas lautan yang sesekali melewati gunung karang yang bisa membolongi lambung kapalmu.

Teruslah berdoa dan bersabar, insyaallah bahtera yang kita layarkan kan sampai ke pulai idaman, Jannatul Firdaus al ‘Ala, tempat berlabuhnya para nabiyyin ,shiddiqin, syuhada dan sholihin.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02HK2U7NmYBrezrGfKD6cXsutJQPbKbK2qYW8VDb9NAsWdE5cnRD1moB2xe4qww9T7l&id=100001105385773


Batam, 7 Zulqa’dah 1444/27 Mei 2024


Ustadz Ahmad Ridwan, Abinya Zubair My

https://www.abufairuz.com

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Do'a Meminta Perlindungan Dari Sihir Dan Santet

Do'a Meminta Perlindungan Dari Sihir Dan Santet
Bismillah...

Mau tahu doa agar kita terlindungi dari santet dan sihir? Ini sangat baik sekali jika bisa dihafal, dibaca dan diamalkan..

Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain, yaitu,

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

AUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN KULLI SYAITHONIN WA HAAMMATIN WA MIN KULLI ‘AININ LAAMMATIN 

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracun dan dari pengaruh ‘ain yang buruk”.

(HR. Bukhari, no. 3371)

Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata (yang artinya), 

"Dulu bapak kalian yaitu Nabi Isma’il dan Ishaq meminta perlindungan pada Allah dengan do’a tersebut".

Yang dimaksud dengan berlindung dengan kalimat Allah adalah Al-Qur’an, ada pula yang menyatakan nama dan sifat Allah. Kalimat Allah sendiri disifatkan dengan sempurna karena tak mungkin dalam nama Allah terdapat sifat kekurangan dan aib seperti pada kalam manusia. Juga ada ulama yang mengatakan bahwa maksud sempurna adalah bermanfaat, terjaga dari kekurangan dan sudah mencukupi.

Sedangkan hammah yang dimaksud dalam doa tersebut adalah kita berlindung dari segala sesuatu yang beracun yang bisa mematikan.

Adapun yang terakhir adalah meminta perlindungan dari ‘ain yang buruk, maksudnya ‘ain yang apabila mengenai seseorang bisa berdampaik buruk. 

(Lihat Tuhfah Al-Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At-Tirmidzi, 6: 212)


Rumaysho.com

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

7 Wasiat Rasulullah ﷺ Kepada Abu Dzar Al Ghifari رضي الله عنه

7 Wasiat Rasulullah ﷺ Kepada Abu Dzar Al Ghifari رضي الله عنه
Bismillah...

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.

Dari Abu Dzar رضي الله عنه, ia berkata, “Kekasihku (Rasulullah) ﷺ berwasiat kepadaku dengan tujuh hal : 

(1) Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,

(2) Beliau ﷺ memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada dibawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada diatasku,

(3) Beliau ﷺ memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,

(4) Aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan

LAA HAULAA WALAA QUWATAA ILAA BILLAAH

"Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah".

(5) Aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,

(6) Beliau ﷺ berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan

(7) Beliau ﷺ melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.

[Hadits shahih riwayat Imam Ahmad (V/159). Imam ath Thabrani (II/156, no. 1649). Imam Ibnu Hibban no. 2041. Imam Abu Nu’aim (I/214, no. 521). Imam al-Baihaqi as-Sunanul-Kubra (X/91)]

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Jangan Mengeluh Karena Panasnya Terik Matahari, Tapi Sadar dan SEGERA Bertaubat

Jangan Mengeluh Karena Panasnya Terik Matahari, Tapi Sadar dan SEGERA Bertaubat
Bismillah...

Panasnya Neraka Jahanam lebih besar 70 kali lipat dari panas api yang ada di muka bumi. Jadi jangan mengeluh.

Telah bercerita kepada kami Isma'il bin Abi Uwais berkata : telah bercerita kepadaku Malik dari Abu Az Zanad, dari Al A'raj dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

نارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوْقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءاً مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

"Api kalian (di dunia ini) merupakan bagian dari tujuh puluh bagian api neraka jahanam."

Ditanyakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, satu bagian itu saja sudah cukup (untuk menyiksa pelaku maksiat)?

Beliau bersabda,

فَإِنَّها فُضِّلَتْ عَلَيْها بِتِسْعَةٍ وَسِتِّيْنَ جُزْءًا كُلُّها مِثْلُ حَرِّها

"Ditambahkan atasnya dengan enam puluh sembilan kali lipat yang sama panasnya".

- HR. Bukhari no. 3025 | Fathul Bari no. 3265, Muslim no 2943

Seharusnya ambil pelajaran, sadar dan segera bertaubat jika diberikan panas yang menyengat untuk mengingat perkara Neraka Jahanam Dan agar tidak masuk ke dalamnya, bukannya mengeluh.

Telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Sulaiman bin Bilal berkata : telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, dari Sulaiman berkata : Shalih bin Kaisan : telah menceritakan kepada kami Al A'raj 'Abdurrahman, dan selainnya dari Abu Hurairah dan Nafi' mantan budak 'Abdullah bin 'Umar, dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhu bahwa keduanya menceritakan kepadanya dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda,

إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا عَنِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

"Jika udara sangat panas menyengat maka tundalah shalat, karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api neraka jahanam."

- HR. Bukhari no. 502 | Fathul Bari no. 533, 534, 536. Muslim no 615

Boleh mengakhirkan shalat Zhuhur ketika cuaca begitu panas. Dari Anas bin Malik,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا اشْتَدَّ الْبَرْدُ بَكَّرَ بِالصَّلاَةِ ، وَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ أَبْرَدَ بِالصَّلاَةِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya jika keadaan sangat dingin beliau menyegerakan shalat dan jika keadaan sangat panas/terik beliau mengakhirkan shalat” (HR. Bukhari, no. 906).


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0nG6Hsbonk6UyZcnERAMX8DDoCy2NWMYFqoMRFg3oEcd9muc52gsceFmctFqSUfRPl&id=100081182600047


Atha bin Yussuf

https://t.me/AthaBinYussuf

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Sunday, October 1, 2023

Diantara Wasiat Rasulullah ﷺ

Diantara Wasiat Rasulullah ﷺ
Bismillah...

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, "Kekasihku Rasulullah ﷺ memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha dua raka'at dan shalat witir sebelum aku tidur."

(HR. Shahih Bukhari no. 1845 Kitab Ash Shiyam)

حَدَّثَنَا طَلْحَةُ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى

آوْصَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا فَقُلْتُ كَيْفَ كُتِبَ عَلَى النَّاسِ الْوَصِيَّةُ أُمِرُوا بِهَا وَلَمْ يُوصِ قَالَ أَوْصَى بِكِتَابِ اللَّهِ

Telah menceritakan kepada kami Thalhah ia berkata, "Aku bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa, Apakah Nabi ﷺ pernah berwasiat?"

Ia menjawab, "Tidak.."

Aku berkata, "Lalu bagaimana wasiat itu diwajibkan atas orang-orang untuk menunaikannya sementara beliau tidaklah berwasiat?"

Ia menjawab, "Beliau ﷺ telah berwasiat dengan Kitabullah."

(HR. Shahih Bukhari no. 4634 Kitab Fadhail Al Quran)

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فَأَتْبِعْهَا حَسَنَةً تَمْحُهَا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ الْحَسَنَاتِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ هِيَ أَفْضَلُ الْحَسَنَاتِ

Dari Abu Dzar berkata, "Aku bertanya pada Rasulullah ﷺ, 'Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat?" 

Beliau ﷺ bersabda, 

"Kalau engkau berbuat jelek maka ikutilah dengan kebaikan hingga ia bisa menghapuskannya."

Aku bertanya lagi, "Wahai Rasulullah apakah 'Laa Ilaaha Illallah' itu bagian dari kebaikan?" 

Rasulullah ﷺ menjawab, "Bahkan sebaik-baik kebaikan."

(HR. Imam Ahmad no. 20512 Kitab Musnad Al Anshar)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Mutiara Salaf : Penyebab Rusaknya Hati

Mutiara Salaf : Penyebab Rusaknya Hati
Bismillah...

🌴🌴🌴

Imam al-Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

فساد القلوب متولد من ستة أشياء، أولها:

يذنبون برجاء التوبة، ويتعلمون العلم ولا يعملون به، وإذا عملوا لا يخلصون، ويأكلون رزق الله ولا يشكرون، ولا يرضون بقسمة الله، ويدفنون موتاهم ولا يعتبرون.

Rusaknya hati lahir dari enam perkara:

1️⃣. melakukan dosa dengan harapan ada kesempatan taubat untuknya,

2️⃣. mempelajari ilmu agama, tetapi tidak diamalkan,

3️⃣. dan kalaupun mereka mengamalkannya, tidak didasari dengan keikhlasan,

4️⃣. mereka menikmati rezeki dari Allah, tetapi tidak bersyukur dengannya,

5️⃣. mereka tidak ridho dengan pembagian rezeki yang Allah berikan,

6️⃣. mereka menguburkan orang yang telah wafat, tetapi mereka tidak mengambil pelajaran darinya..

[Iqozhu Ulil Himam – 1/96]


=====🌴🌴🌴🌴🌴=====

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/64468

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive