Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Wednesday, November 2, 2022

Memperbaiki Ucapan

Bismillah...

• Berkata Yahya bin Abi Katsir رحمه الله تعالى, "Tidaklah baik ucapan seseorang melainkan engkau akan mengetahuinya dalam amalannya yang lain dan tidaklah rusaknya ucapan dia melainkan engkau mengetahui itu pada amalan lainnya".

(Hilyah Al-Awliya, karya Abu Nu'aim, 3/68)

• Berkata As-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr حفظه الله تعالى, "Karena lisan adalah telegram hati, penerjemahnya dan mediator antara dirinya dengan anggota tubuh sehingga apabila ia lurus maka lurus pula anggota tubuhnya, jika ia bengkok maka bengkok pula anggota tubuh". 

Disebutkan dari Abu Sa'id Al-Khudri رضي الله عنه dari nabi ﷺ bersabda,

«إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ: اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ، فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَأَنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا» رواه الترمذي.

"Apabila anak Adam berada pada waktu pagi, maka seluruh anggota tubuhnya mengatakan kepada lisannya; 'Bertakwalah kamu kepada Allah, sebab kami tergantung kepadamu, apabila kamu lurus maka kamipun akan lurus dan apabila kamu melenceng, kamipun akan melenceng".

(HR. Tirmidzi)

📖 Sumber artikel : https://www.al-badr.net/muqolat/6487

Muhasabah terhadap apa yang dilakukan sepanjang hari, lalu membaca do'a,

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Allaahumma qinii 'adzaabaka yauma tab'atsu 'ibaadak

"Ya Allah, selamatkan aku dari adzab-Mu di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu".


#butiranfaedah


✒️Ustadz Abu Hurairah, MA حفظه الله تعالى

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

"Wahabi" Label Sejak Zaman Kolonial

"Wahabi" Label Sejak Zaman Kolonial
Bismillah...

Sudah menjadi sunnatullah, kebenaran dan ahlinya akan selalu diuji dan mendapat rintangan. Siapa saja dari umat ini yang mengajak kepada kemurnian tauhid dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak akan selamat dari celaan, tuduhan, fitnah, ujaran kebencian.

Berbagai tuduhan itu bukan barang baru, bahkan sejak zaman kolonial dulu orang-orang yang meneguhkan kembali ajaran tauhid dan melawan penjajah acap kali dilabeli "Wahabi". 

Buya Hamka dalam bukunya, "Dari Perbendaharaan Lama" mengatakan,

"Kalau kita lihat, banyak pejuang-pejuang Indonesia dahulu yang terilhami oleh "Wahabi" dalam melawan penjajahan. Salah satu contohnya adalah Tuanku Imam Bonjol. Bahkan Ir. Soekarno dalam surat menyuratnya dengan A. Hasan terlihat mengagumi ajaran dan semangat "Wahabi" dalam melawan penjajahan serta keluar dari kejumudan dalam ber-Islam."

Namun, orang tidak lagi dilabeli Wahabi kalau sudi beragama menuruti selera masyarakatnya, tidak lagi mengingatkan manusia dari bahaya syirik dan bid'ah sekalipun dengan cara yang hikmah.

Alhasil, semua ini mengingatkan kita akan kebenaran sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa siapa yang bersabar mengikuti sunnah (petunjuk) beliau seperti menggenggam bara api dan Islam di belakang hari kembali kepada keterasingannya sebagaimana awal kedatangannya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260, Shahihul Jami’ no.8002)


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid09cneUQjCfV9c2MstrgNaU5JUmegzTwZg4hBoMNUkGAXQ7pbxHuJJaJ6jtd2k64vil&id=100001764454087

https://t.me/manhajulhaq

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

8 Pintu Surga Terbuka Setelah Berwudhu

8 Pintu Surga Terbuka Setelah Berwudhu
Bismillah...

Dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu; ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

Siapa yang berwudhu dengan memperbagus wudhunya lalu ia mengucapkan,

 ‘ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN’

(Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci).

Dengan ia membacanya melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia akan masuk lewat pintu mana saja yang ia mau”.

(HR. Tirmidzi, no. 55. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

#MaknaSalaf™

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Lebih Tersembunyi Dari Langkah Semut Yang Merayap

Syirik, Lebih Tersembunyi Dari Langkah Semut Yang Merayap
Bismillah...

🌴🌴🌴

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga اللّـﮧ memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Ma’qil bin Yasar rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : “Aku bersama Abu Bakar ash-Shiddieq rodhiyallohu ‘anhu menemui Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Setelah bertemu, beliau berkata, ‘Wahai Abu Bakar! Sungguh perbuatan syirik lebih tersembunyi dari langkah semut yang merayap.’

Abu Bakar berkata, ‘Bukankah syirik itu menjadikan bersama Allah ada sesembahan yang lain?’

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Demi Alloh yang diriku dalam Tangan-Nya, sungguh perbuatan syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut yang merayap. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika engkau ucapkan maka syirik itu baik yang kecil maupun yang besar akan hilang darimu?

Beliau bersabda : ‘Ucapkanlah :

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَ أَنَا أَعْلَمُ وَ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Alloohumma innii a’uudzu bika an-usyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka limaa laa a’lam

Artinya :

Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui’”. [HR. Al Bukhori rohimahullah dalam Adabul Mufrod, Shohiehu Adabil Mufrod no. 554]

🌴🌴🌴

Semoga اللّـﮧ melindungi kita semua dari terjatuh kepada kesyirikan dan semua perkara yang mengundang murka dan siksa-Nya. Dan semoga kita termasuk hamba2-Nya yang selamat di dunia dan di akhirat kelak.

Aamiin yaa rabbal 'aalamiin

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad


🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/7416


Oleh, Ustadz Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Air Beriak Tanda Tak Dalam, Air Tenang Menghanyutkan

Air Beriak Tanda Tak Dalam, Air Tenang Menghanyutkan
Bismillah...

Pepatah nenek moyang ini seakan sudah banyak dilupakan seiring dengan keterbukaan tekhnologi informatika.

Budaya diam sambil berpikir mendalam telah luntur seiring dengan mudahnya bersuara terlebih via medsos, akibatnya semakin hari bertambah dangkal akal pikiran kita.

Saatnya ummat Islam, mengasah kembali petuah bijak diatas, mengingat banyak kejadian, kasus dan tema pembicaraan yang direkayasa untuk memancing respon dan komentar kita, guna memetakan dan mendapatkan gambaran kita semua. 

Terlebih, komentar dan ucapan yang tidak membawa manfaat, adalah sia-sia, apalagi bila ternyata membawa madharat.

Kawan! Ingat kembali pesan Nabi shallallahu 'alaihi wa salam :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

"Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau bila ia tidak kuasa untuk berbicara baik maka diamlah". (Muttafaqun 'alaih)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga” (HR. Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦَ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻌَّﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟﻄَّﻌَّﺎﻥِ، ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺶِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺒَﺬِﻱﺀِ

Sesungguhnya orang mukmin itu orang yang tidak suka melaknat, mencela, berkata keji/jorok, dan kotor” (HR. Ahmad 1/416)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban” (Al-Israa : 36)


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0nZVMfWzHSHJWUGxxq6EAeytqsieUqgamae7VnQvctx4BEtJcAzZY98SRvv9Wx4Xfl&id=100044302190144

===============================

Wallahu a'lam bishawab

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“ [HR Muslim, 3509]

Jazaakumullahu khairan


Share:

Jika Aku Dimakamkan Hari Ini

Bismillah...

Jika aku mati, perlahan tubuhku ditutup tanah. Perlahan semua pergi meninggalkanku. Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir kaki mereka..

Aku sendirian di tempat gelap yang tak pernah terbayang. Sendiri menunggu pertanyaan malaikat..

Belahan hati, belahan jiwa pun pergi. Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka. Sanak keluarga menangis, sangat pedih..

Tetapi aku tetap sendiri, disini menunggu perhitungan. Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap dan maaf pun tak bakal didengar, Aku benar-benar harus sendiri..

🤲🏼 Ya Allah jika Engkau beri aku kesempatan satu kali lagi, jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU. Untuk aku perbaiki diriku, aku ingin memohon maaf kepada mereka yang selama ini telah merasakan dzalimku, selama ini tersakiti dan sengsara karena aku. Aku akan kembalikan jika ada harta kotor yang telah kukumpulkan, yang bahkan telah kumakan..

🤲🏼 Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta. Teringat kata kasar dan keras yang menyakitkan mereka, maafkan aku ayah dan ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu..

🤲🏼 Beri juga ya ALLAH aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku, menyenangkan saudara-saudaraku..

Untuk sungguh-sungguh beramal shaleh, bersujud dihadap-Mu lebih lama lagi, begitu menyesal diri ini..

Kesenangan yang pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali, mengapa ku sia-siakan saja waktu hidup yang hanya sekali itu?

Andai aku bisa putar ulang waktu itu, tapi aku dimakamkan hari ini dan semua menjadi tak termaafkan semua menjadi terlambat dan aku harus sendiri..

Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan dikumpulkan dipadang mahsyar..

🤲🏼 Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yang selalu mengingatkan ku akan hari terakhirku didunia..

Sesungguhnya sahabat yang terbaik yaitu sahabat yang selalu mengingatkan tentang kematian !!

Semoga manfaat..


Twitter @IslamDiaries

===============================

Wallahu a'lam bishawab

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“ [HR Muslim, 3509]

Jazaakumullahu khairan


Share:

Tuesday, November 1, 2022

Wanita Selalu Benar?

Wanita Selalu Benar?
Bismillah...

Jika ada wanita yang merasa selalu benar dan mengatakan "wanita selalu benar", maka bantahlah dengan dalil..

Tidak ada yang namanya wanita selalu benar Tidak ada yang namanya perkataan wanita itu selalu benar. Tidak ada!!

Apakah ingin berlaku Syirik dengan menjadikan tandingan bagi Allah Azza Wa Jalla dengan merasa paling benar dan perkataannya selalu benar ? Karena hanya Allah Azza Wa Jalla saja yang boleh dinisbatkan perkataan-Nya selalu benar.

Allah Azza Wa Jalla berfirman,

 وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ حَدِيْثًا ࣖ

Siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah ?” (QS An Nisa [4] : 87)

Wanita juga manusia, keturunan Nabi Adam alaihissalam, dan pasti melakukan kesalahan

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab telah menceritakan kepada kami Ali bin Mas'adah Al Bahili : telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu : Nabi shallallahu 'alaihi wassalam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

"Semua anak cucu Adam banyak salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat". (HR Tirmidzi no 2423 | no 2499 Ibnu Majah (no 4251), Ahmad (III/198), al-Hakim (IV/244), dari Anas bin Malik, Shahih At Targhib Wa At Tarhib no 3139, Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no 4391)).

Sehingga disini menutup ruang untuk merasa paling benar dan perkataannya selalu benar

Terdapat larangannya untuk merasa benar Untuk menganggap diri sudah suci saja dilarang, apalagi menganggap, mengatakan dan merasa selalu benar ? Justru hal itu lebih dilarang.

Allah Azza Wa Jalla berfirman,

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى ࣖ

"(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu Maka, JANGANLAH KAMU MENGANGGAP DIRIMU SUCI Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa" (QS An Najm [53] : 32)

Telah menceritakan kepada kami 'Amru An Naqid : telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim : telah menceritakan kepada kami Al Laits, dari Yazid bin Abu Habib, dari Muhammad bin 'Amru bin 'Atha, dia berkata, "Aku menamai anak perempuanku 'Barrah' Maka Zainab binti Abu Salamah berkata kepadaku  : Rasulullah ﷺ telah melarang memberi nama anak dengan nama ini Dahulu namaku pun Barrah, lalu Rasulullah ﷺ bersabda,

"JANGANLAH MENGANGGAP DIRIMU SUCI, sesungguhnya Allah Ta'ala-lah yang lebih tahu siapa saja orang yang baik atau suci di antara kalian' Para sahabat bertanya, 'Lalu nama apakah yang harus kami berikan kepadanya?' beliau menjawab, 'Namailah ia Zainab". (HR Muslim no 3992 | Syarh Shahih Muslim no 2142)


https://mfacebookcom/storyphp?story_fbid=pfbid0Ski2WRHt5ZSrQdqesvgCTFgKC29KvdfCUg132To2edPLoSLNAmGNWFPap9sJ1VBJl&id=100081182600047


Atha bin Yussuf

===============================

Wallahu a'lam bishawab

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“ [HR Muslim, 3509]

Jazaakumullahu khairan


Share:

Popular Posts

Blog Archive