Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Wednesday, June 7, 2023

Do'a Ketika Dalam Kesulitan

Do'a Ketika Dalam Kesulitan
Bismillah...

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

وَقَالَ وَهْبٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ مِثْلَهُ

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ biasa berdo'a ketika dalam kesulitan, beliau mengucapkan,

"LAA ILAAHA ILLALLAHUL 'ADZIIM AL HALIIM LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIM, LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUS SAMAAWATI WA RABBUL ARDLI WA RABBUL ASRSYL KARIIM" 

"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Penguasa arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia".

Dan berkata Wahb, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah seperti itu.

(HR. Shahih Bukhari no. 5870 Kitab Do'a)

أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ

"Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)".

(QS. An Naml ; 62)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Tuesday, June 6, 2023

Tanda Tawakal Kepada Allah

Tanda Tawakal Kepada Allah
Bismillah...

🌴🌴🌴

Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

يا رب إني لأستحي أن أقول توكلت عليك لو توكلت عليك لما خفت ولا رجوت غيرك

“Ya Robbi, aku malu untuk mengatakan bahwa aku telah bertawakal kepada-Mu. Sebab jika aku telah bertawakal kepada-Mu tentu aku tidak akan merasa takut dan tidak juga berharap kepada selain-Mu..”

(Sifatushofwah 2/591)

🌴🌴🌴

Karena tawakal kepada Allah menimbulkan kekuatan di hati..

Ketenangan dan ketentraman..

🌴🌴🌴

Tapi ketika hati kita masih berharap kepada selain Allah..

Dan merasa tenang dengan selain-Nya..

Itu menunjukkan kita belum bertawakal kepada-Nya..


Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

=====🌴🌴🌴🌴🌴=====

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/63091

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Janji Allah ﷻ vs Janji Setan

Janji Allah ﷻ vs Janji Setan
Bismillah...

Salah satu cara setan menggoda manusia adalah selalu menakut-nakuti dengan kemiskinan. Setan membuat manusia bersikap kikir/pelit, sehingga ia selalu berat dan enggan menginfaqkan hartanya, padahal karunia Allah itu sangat banyak.. 

Allah ﷻ berfirman,

ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) ; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Qs Al-Baqarah/2: 268)

Berkaitan dengan ayat diatas Imam Hasan al-Bashri رحمه الله تعالى berkata,

"قرأتُ في تسعين موضعًا من القرآن: أنَّ الله قدَّرَ الأرزاقَ وضمنها لخلقِه، وقرأتُ في موضعٍ واحد: "الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ"، فشكَكنا في قول الصَّادق في تسعين موضعًا! وصدَّقنا قولَ الكاذب في موضعٍ واحد!"

(ذكره القرطبي في كتاب قمع الحرص بالزهد والقناعة ص٦٠/ الأثر ١٢٠)

"Aku membaca di 90 tempat (ayat) al-Quran yang menyatakan bahwa Allah telah memberikan ketetapan dan jaminan rejeki atas makhluk-Nya. Disaat yang sama, aku membaca hanya dalam satu tempat (ayat) al-Quran yang menyatakan, "Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kefakiran."

Lalu tiba-tiba kita meragukan ketetapan dan jaminan rejeki dari Allah Yang Maha Benar di 90 tempat  (ayat) dan malah meyakini janji palsu setan sang pendusta yang hanya dinyatakan di satu tempat (ayat)". (Al-Qurthubi Qam'u al-Harsh bi za-Zuhd wa al-Qanaa'ah 60/Atsar: 160)

ADA SEBUAH HIKMAH YANG HARUS KITA JADIKAN RENUNGAN

Banyak orang yang enggan berinfak karena khawatir jatuh miskin. Orang yang demikian, secara tidak sadar, lebih mempercayai janji palsu setan yang memang selalu menakut-nakuti orang yang hendak berinfak dengan kefakiran. Padahal hal itu hanya dinyatakan sekali saja dalam al-Quran, Dan disaat yang sama ada sebanyak 90 kali Allah ﷻ menegaskan bahwa Dia telah menetapkan sekaligus menjamin rezeki para hamba-Nya.. 

Padahal jangankan 90 kali, satu kali saja harusnya telah cukup bagi kita untuk meyakini ketetapan dan jaminan tersebut. Sebab ketetapan dan jaminan tersebut datang dari Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta, Maha Pemurah dan Pemberi rejeki..

Karena itu, hendaknya kita meski yakin dengan janji dan jaminan Allah ﷻ, jangan pernah ragu apalagi tertipu dengan janji setan. Sebab Allah yang menjamin dan melipat gandakan rezeki di dunia dan pahala di akhirat bagi mereka yang gemar berinfak, sedangkan setan tak dapat berbuat apa-apa selain hanya menakut-nakuti dan memberi janji-janji palsu..


✍🏼 Habibie Quotes

Ig - www.instagram.com/habibiequotes_

Tg - https://t.me/habibiequotes

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, June 5, 2023

Orang Yang Terbaik Dari Generasi Tabi'in

Orang/Generasi Islam Yang Terbaik Adalah Dari Generasi Tabi'in
Bismillah...

عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ قَالَ

لَمَّا أَقْبَلَ أَهْلُ الْيَمَنِ جَعَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَسْتَقْرِي الرِّفَاقَ فَيَقُولُ هَلْ فِيكُمْ أَحَدٌ مِنْ قَرَنٍ حَتَّى أَتَى عَلَى قَرَنٍ فَقَالَ مَنْ أَنْتُمْ قَالُوا قَرَنٌ فَوَقَعَ زِمَامُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَوْ زِمَامُ أُوَيْسٍ فَنَاوَلَهُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ فَعَرَفَهُ فَقَالَ عُمَرُ مَا اسْمُكَ قَالَ أَنَا أُوَيْسٌ فَقَالَ هَلْ لَكَ وَالِدَةٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَهَلْ كَانَ بِكَ مِنْ الْبَيَاضِ شَيْءٌ قَالَ نَعَمْ فَدَعَوْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَذْهَبَهُ عَنِّي إِلَّا مَوْضِعَ الدِّرْهَمِ مِنْ سُرَّتِي لِأَذْكُرَ بِهِ رَبِّي قَالَ لَهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَغْفِرْ لِي قَالَ أَنْتَ أَحَقُّ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لِي أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَدَعَا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَذْهَبَهُ عَنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ الدِّرْهَمِ فِي سُرَّتِهِ فَاسْتَغْفَرَ لَهُ ثُمَّ دَخَلَ فِي غِمَارِ النَّاسِ فَلَمْ يُدْرَ أَيْنَ وَقَعَ قَالَ فَقَدِمَ الْكُوفَةَ قَالَ وَكُنَّا نَجْتَمِعُ فِي حَلْقَةٍ فَنَذْكُرُ اللَّهَ وَكَانَ يَجْلِسُ مَعَنَا فَكَانَ إِذَا ذَكَرَ هُوَ وَقَعَ حَدِيثُهُ مِنْ قُلُوبِنَا مَوْقِعًا لَا يَقَعُ حَدِيثُ غَيْرِهِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Dari Usair Bin Jabir dia berkata, ketika orang-orang Yaman datang, Umar menyelidiki rombongan dan bertanya, "Apakah ada diantara kalian yang berasal dari Qaran (salah satu dari kabilah Murad)?"

Kemudian dia mendatangi orang-orang yang berasal dari Qaran dan bertanya, "Siapa kalian?"

Mereka menjawab, "Orang-orang Qaran."

Kemudian tali kekang Umar atau Uwais terjatuh dan salah seorang dari keduanya (Umar atau Uwais) mengambilkan untuk yang lainnya sehingga dia mengenalnya. Umar bertanya, "Siapa namamu?"

Dia menjawab, "Saya Uwais.."

Umar bertanya, "Apakah kamu mempunyai seorang ibu?"

Dia menjawab, "Ya.."

Umar bertanya lagi, "Apakah kamu pernah mengalami penyakit belang?"

Dia menjawab, "Ya, dan aku memohon kepada Allah ﷻ kemudian Allah ﷻ menghilangkannya dariku, kecuali masih tersisa sebesar uang dirham di bagian pusarku sebagai pengingat kepada Rabbku.."

Kemudian Umar berkata kepadanya, "Mohonkan ampun untukku.."

Namun dia menjawab, "Kamu orang yang lebih patut memohonkan ampun untukku karena kamu telah menyertai Rasulullah ﷺ.."

Maka Umar berkata, "Sesungguhya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Sesungguhnya orang yang paling baik dari generasi tabi'in adalah seorang lelaki yang dipanggil dengan nama Uwais, mempunyai seorang ibu dan pernah mengalami penyakit belang kemudian dia memohon kepada Allah, dan Allah menyembuhkannya kecuali masih tersisa sebesar uang dirham di bagian pusarnya.."

Akhirnya dia memohonkan ampun untuk Umar, kemudian masuk ke dalam kerumunan orang sehingga tidak terlihat lagi di mana posisinya. 

Usair berkata, "Kemudian dia tiba di Kuffah, ketika kami sedang berkumpul dan berdzikir kepada Allah ﷻ, dia duduk bersama kami, dan apabila dia berbicara maka kata-katanya mengena pada hati kami yang tidak seperti bicaranya orang lain."

Kemudian Usair menyebutkan hadits.

(HR. Imam Ahmad no. 257 Kitab Musnad Al asyrah Al mubasyirin bil jannah, Isnad Shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Mutiara Salaf : Nilai Sholat Dalam Islam

Mutiara Salaf : Nilai Sholat Dalam Islam
Bismillah...

🌴🌴🌴

Allah Ta’ala berfirman,

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ٤٦

“Dan memohonlah pertolongan (Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, sholat itu terasa berat kecuali bagi orang yang khusyuk. Yakni mereka yang meyakini bahwa mereka akan menghadap Allah dan akan dikembalikan kepada-Nya..”

[ Qs Al-Baqoroh: 45 – 46 ]

🌴🌴🌴

● Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan,

فإنما كبرت على غير هؤلاء لخُلوِّ قلوبهم من محبة الله تعالى وتكبيره وتعظيمه والخشوع له، وقلّة رغبتهم فيه، فإن حضور العبد في الصلاة وخشوعه فيها وتكميله لها واستفراغه وسعة في إقامتها وإتمامها على قدر رغبته في الله تعالى

“Sungguh, sholat terasa berat bagi selain orang yang khusyuk, karena :

▶️ kosongnya kalbu mereka dari mahabbah (rasa cinta) kepada Allah,

▶️ tidak merasakan kebesaran dan keagungan-Nya,

▶️ tidak khusyuk kepada-Nya, dan

▶️ rendah kecintaan kepada-Nya..

Oleh karena itu, seorang hamba bisa menghadirkan hatinya ketika sholat, bisa khusyuk dan memperbagusnya, dan berusaha dengan serius untuk menegakkan dan meraih kesempurnaan sholat, sesuai dengan kadar cintanya kepada Allah..”

🌴🌴🌴

● Imam Ahmad rohimahullah berkata,

إنما حظهم من الإسلام على قدر حظهم من الصلاة ورغبتهم في الإسلام على قدر رغبتهم في الصلاة فاعرف نفسك يا عبد الله واحذر أن تلقى الله عز وجل ولا قدر للإسلام عندك، فإن قدر الإسلام في قلبك كقدر الصلاة في قلبك

“Bagian mereka dalam Islam sesuai dengan kadar bagian mereka dalam sholat..

Kecintaan mereka terhadap Islam sesuai dengan kadar cinta mereka terhadap sholat..

🌴🌴🌴

Koreksi dirimu, wahai hamba Allah..! Takutlah engkau jika saat menghadap Allah, ternyata tidak ada nilai Islam pada dirimu. Sebab, nilai Islam pada hatimu sesuai dengan nilai sholat pada hatimu juga..”

[ Ash-Sholatu wa Ahkamu Tarikiha hlm. 140 ]

======🌴🌴🌴🌴🌴======

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/58664

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Keutamaan Shalat Shubuh

Keutamaan Shalat Shubuh
Bismillah...

Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Ada banyak sekali keutamaan shalat shubuh.. 

Allah Ta’ala berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat)”. (Qs. Al-Isra’: 78)

Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat. Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya..

Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah :

• SALAH SATU PENYEBAB MASUK SURGA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

• SALAH SATU PENGHALANG MASUK NERAKA

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

• BERADA DI DALAM JAMINAN ALLAH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

• DIHITUNG SEPERTI SHALAT SEMALAM PENUH

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

• DISAKSIKAN PARA MALAIKAT

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

"Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT SHUBUH

Padahal banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Cukuplah ancaman dikatakan sebagai orang munafiq membuat kita selalu memperhatikan ibadah yang satu ini..

Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita semua, terkhusus bagi para laki-laki untuk dapat melaksanakan shalat berjama’ah di masjid..


Penulis: Wiwit Hardi Priyanto


© 2023 muslim.or.id

Sumber: https://muslim.or.id/7280-keutamaan-shalat-shubuh.html


Via HijrahApp

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Sunday, June 4, 2023

Keutamaan Menuntut Ilmu

Keutamaan Menuntut Ilmu Menurut Pandangan Islam
Bismillah...

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah ﷺ telah bersabda,

'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. BARANGSIAPA MENEMPUH JALAN UNTUK MENCARI ILMU, MAKA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN JALAN KE SURGA BAGINYA. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al-Qur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak juga meninggikannya'."

(HR. Shahih Muslim no. 2699 dalam Syarh Shahih Muslim)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ

"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu, 'Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu DAN ORANG-ORANG YANG DIBERI ILMU PENGETAHUAN BEBERAPA DERAJAT. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

(QS. Al Mujadila ; 11)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive