Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Saturday, September 2, 2023

Keutamaan Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah رضي الله عنه

Keutamaan Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah رضي الله عنه
Bismillah...

عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ قَالَ أَنَسٌ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا وَإِنَّ أَمِينَنَا أَيَّتُهَا الْأُمَّةُ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ

Dari Abu Qilabah dia berkata, Anas berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Sesungguhnya setiap umat memiliki 'Amin' (orang terpercaya) dan Amin kita adalah Abu Ubaidah bin Jarrah".

(HR. Imam Muslim no. 2419 Kitab Keutamaan Sahabat, Bab Keutamaan Abu Ubaidah Ibnul jarrah radhiyallahu 'anhu, Syarh Shahih Muslim)

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ

جَاءَ أَهْلُ نَجْرَانَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْعَثْ إِلَيْنَا رَجُلًا أَمِينًا فَقَالَ لَأَبْعَثَنَّ إِلَيْكُمْ رَجُلًا أَمِينًا حَقَّ أَمِينٍ حَقَّ أَمِينٍ قَالَ فَاسْتَشْرَفَ لَهَا النَّاسُ قَالَ فَبَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ

Dari Hudzaifah dia berkata, "Pada suatu ketika orang-orang Najran pernah datang kepada Rasulullah ﷺ seraya berkata, 'Ya Rasulullah, utuslah kepada kami seseorang yang jujur dan dipercaya'." 

LaIu Rasulullah pun berkata, 

"Sungguh aku akan mengutus kepada kalian seseorang yang sangat jujur dan dapat dipercaya".

Hudzaifah berkata, "Para sahabat merasa penasaran dan akhirnya menunggu-nunggu orang yang dimaksud oleh Rasulullah itu. Ternyata Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah".

(HR. Imam Muslim no. 2420 Kitab Keutamaan Sahabat, Bab Keutamaan Abu Ubaidah Ibnul jarrah radhiyallahu 'anhu, Syarh Shahih Muslim)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Apa yang Dimaksud dengan Firman Allah, "Al-Baaqiyaatus Shaalihaat"?

Apa yang Dimaksud dengan Firman Allah, "Al-Baaqiyaatus Shaalihaat"?
Bismillah...

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi "al-baaqiyaatus shaalihaat" (amalan-amalan yang saleh lagi kekal) itu yang lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS. Al-Kahf: 46)

✨ Utsman bin Affan, Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jubair mengatakan bahwa yang dimaksud "al-baaqiyaatus shaalihaat" (amalan-amalan yang saleh lagi kekal) adalah KALIMAT-KALIMAT DZIKIR seperti laa ilaaha illallaah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar, dan laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Yaitu kalimat-kalimat dzikir yang diucapkan secara lisan sesuai petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang disertai penghayatan hati didalam mengingat keagungan Allah dan kebesaran-Nya dan pengamalan anggota badan, inilah yang dimaksud "al-baaqiyaatus shaalihaat".

✍🏻 Al-'Allamah Abdurrahman bin Nashir as-Si'di rahimahullah didalam "Taisirul Karim" mengatakan,

"Al-baaqiyaatus shaalihaat" mencakup seluruh amal ketaataan yang wajib maupun yang dianjurkan, baik yang berhubungan dengan hak Allah maupun hak sesama manusia."

🤲🏻 Al-baaqiyaatus shaalihaat inilah yang sepatutnya menjadi harapan kita dan jauh lebih baik dari seluruh perhiasan dunia dan pernak-perniknya.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid026aN73s9W6ADotrAnYWD92aj87vSHakUXKanFeXPWQFFXNQsntL2d7a1yApfDJ2d7l&id=100001764454087


Share Yuk! | Telegram Channel | https://t.me/manhajulhaq 


Baca juga :

- https://rumaysho.com/11691-renungan-bandingan-sifat-dunia-dan-al-baqiyat-ash-shalihat.html

- https://muslim.or.id/75492-makna-al-baqiyaat-as-sholihaat.html

- https://www.sulhan.net/keutamaan-al-baqiyat-ash-sholihat

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Friday, September 1, 2023

Ucapan Seseorang Akan Tampak Pada Aktivitasnya

Bismillah...

Ucapan yang keluar dari lisan seseorang akan mempengaruhi aktivitasnya. Jika ucapannya baik, maka akan tampak pada aktivitasnya. Demikian sebaliknya, jika ucapannya buruk, maka buruk pula aktivitasnya. 

Yahya bin Katsir rahimahullah berkata :

مَا صَلَحَ مَنْطِقُ رَجُلٍ إِلَّا عَرَفْتُ ذَلِكَ فِيْ سَائِرِ عَمَلِهِ، وَلَا فَسَدَ مَنْطِقُ رَجُلٍ قَطُّ إِلَّا عَرَفْتُ ذَلِكَ فِيْ سَائِرِ عَمَلِهِ. 

Tidaklah aku menemui seorang yang baik ucapannya, melainkan akan tampak (kebaikan) dalam semua aktivitasnya. Dan tidaklah ada seorang yang jelek ucapannya, melainkan tampak pula (kejelekan) dalam semua aktivitasnya.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 242). 

Jika ucapan telah diucapkan, maka seorang akan mengikuti ucapannya. Sedangkan jika ucapan belum diucapkan, maka orang tersebut yang mengendalikannya. 

Abu Hatim bin Hibban Al-Busti (Ibnu Hibban, 354H) rahimahullah berkata :

اَلْكَلِمَةُ إِذَا تَكَلَّمَ بِهَا مَلَكَتْهُ، وَإِنْ لَمْ يَتَكَلَمْ بِهَا مَلَكَهَا. 

Ucapan yang telah diucapkan, (maka seorang) akan mengikutinya, sedangkan ucapan yang belum diucapkan seorang (masih) mampu mengendalikannya.” (Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 47). 

Setiap ucapan yang diucapkan oleh lisan akan diawasi oleh Malaikat.

Allah Ta’ala berfirman :

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ. 

Tidak ada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya ada (Malaikat) pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf : 18). 

Marilah menjaga lisan kita sebagaimana hal itu adalah bukti keimanan kita, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ 

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (HR Bukhari dan Muslim) 

Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti berkata : “Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau jalan”. (Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 45). 

Beliau juga berkata : “Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa dia diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Seringkali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang diucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan. Dan menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan adalah lebih mudah dari pada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan. Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya". (Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 47)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ 

Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat” (HR Bukhari dan Muslim). 

Semoga kita mampu menjaga lisan kita, karena bahaya yg ditimbulkan akibat dari lisan yang tidak terjaga sangatlah besar.

Wallahu a’lam


May 24, 2023

Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


https://abughozie.com/?p=1235

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

40 kelebihan ILMU terhadap HARTA

40 kelebihan ILMU terhadap HARTA
Bismillah...

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menyebutkan sekitar 40 kelebihan ILMU terhadap HARTA yang dapat diketahui melalui beberapa sisi yang bertolak belakang...

1: Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya.

2 : Ilmu akan menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta menjaga hartanya.

3 : Ilmu adalah penguasa atas harta, sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu.

4: Harta akan habis dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan.

5: Apabila meninggal dunia, pemilik harta akan berpisah dengan hartanya, sedangkan ilmu akan masuk bersamanya ke dalam kubur.

6: Harta dapat diperoleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun orang jahat. Sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya dapat diperoleh orang-orang yang beriman.

7: Orang yang berilmu dibutuhkan oleh para raja dan selain mereka, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan oleh orang-orang miskin.

8: Jiwa akan mulia dan bersih dengan mengumpulkan ilmu dan berusaha memperolehnya -hal itu termasuk kesempurnaan dan kemuliaannya- sedangkan harta tidak membersihkannya, tidak menyempurnakannya bahkan tidak menambah sifat kemuliaan.

9: Harta itu mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong, sedangkan ilmu mengajaknya untuk rendah hati dan melaksanakan ibadah.

10: Ilmu membawa dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allah ciptakan untuknya, sedangkan harta adalah penghalang antara jiwa dengan kebahagiaan tersebut.

11: Kekayaan ilmu lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada di luar hakikat manusia, seandainya harta itu musnah dalam satu malam saja, jadilah ia orang yang miskin, sedangkan kekayaan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya, bahkan ia akan terus bertambah selamanya, pada hakikatnya ia adalah kekayaan yang paling tinggi.

12: Mencintai ilmu dan mencarinya adalah pokok segala ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta dan mencarinya adalah pokok segala kesalahan.

13: Nilai orang kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus bertambah.

14: Tidaklah satu orang melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, melainkan dengan ilmu, sedangkan sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allah lantaran harta mereka.

15: Orang yang kaya harta selalu ditemani dengan ketakutan dan kesedihan, ia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah memperoleh harta, setiap kali hartanya bertambah banyak, bertambah kuat pula rasa takutnya. Sedangkan orang yang kaya ilmu selalu ditemani rasa aman, kebahagiaan, dan kegembiraan.

Dan lain-lain...


Untuk selengkapnya silakan baca buku MIFTAH DAARIS SA'ADAH jilid I hlm. 455 - 475


https://pustakaimamsyafii.com/miftah-daris-saadah.html

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Hijrah Kok Tambah Menderita..

Hijrah Kok Tambah Menderita..
Bismillah...

Ada orang yang hijrah dari negeri kafir ke negeri islam atau hijrah (taubat) dari maksiat, syirik dan bid'ah ke ajaran islam yang sesungguhnya, namun ternyata kehidupan dunianya sangat memprihatinkan, keluarga dan kawan dekatnya mencibir dan meninggalkannya. Kesulitan, kesusahan dan penderitaan hidup menimpanya, penghasilannya turun drastis yang tidak bisa mencukupi kebutuhan pokoknya sekalipun dan berbagai ujian dunia lainnya, akhirnya ia pun kembali ke kehidupannya semula. 

Orang yang hijrah lantas keadaannya seperti itu, ini patut dipertanyakan NIAT hijrahnya. Karena jika hijrahnya karena Allah Ta'ala, berkeinginan untuk menyelamatkan agamanya dan mengharapkan ridha Allah Ta'ala, pasti diberikan limpahkan rizki yang banyak, walaupun mungkin awal hijrahnya mengalami kesulitan, namun endingnya akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dan harta yang melimpah. Itulah janji Allah kepada orang-orang yang berhijrah dan bertaubat. 

Allah Ta'ala berfirman, 

وَمَنْ يُهاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُراغَماً كَثِيراً وَسَعَةً

Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan REZEKI YANG BANYAK. (An-Nisa: 100).

قوله : ( وسعة ) يعني : الرزق . قاله غير واحد ، منهم : قتادة ، حيث قال في قوله : ( يجد في الأرض مراغما كثيرا وسعة ) إي ، والله ، من الضلالة إلى الهدى ، ومن القلة إلى الغنى

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: (dan rezeki yang banyak). Yakni rezeki yang berlimpah.

Banyak ulama —antara lain ialah Qatadah— mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. (An-Nisa: 100). Allah (yang menyelamatkannya) dari kesesatan menuju jalan hidayah, dan dari sedikit (harta) (kemiskinan) kepada KECUKUPAN (kekayaan). (Tafsir Ibnu Katsir). 

Berkata Syekh As Sa'di rahimahullah, 

هذا في بيان الحث على الهجرة والترغيب، وبيان ما فيها من المصالح، فوعد الصادق في وعده أن من هاجر في سبيله ابتغاء مرضاته، أنه يجد مراغما في الأرض وسعة، فالمراغم مشتمل على مصالح الدين، والسعة على مصالح الدنيا.

Ayat ini sebagai suatu penjelasan sebagai suatu anjuran dan dorongan untuk berhijrah dan penjelasan tetang kemaslahatan yang terkandung di dalamnya, dan Allah Yang Maha menepati janji itu telah menjajikan bahwa barang siapa yang berhijrah kejalanNya dengan hanya mengharap keridhaanNya, ia akan mendapatkan tempat yang luas dan REZEKI YANG MELIMPAH, tempat yang luas itu mencakup kemaslahatan-kemaslahatan agama, dan rizki yang melimpah mencakup kemaslahatan-kemaslahatan dunia. (Tafsir As Sa'di). 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ;

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi GANTI padamu dengan yang lebih baik bagimu (HR Ahmad. Berkata Syaikh Syu’aib Al Arnauth : Sanad Hadits Shahih).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang firman Allah Ta'ala:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh : 10-12).

أَيْ إِذَا تُبْتُمْ إِلَى اللَّه وَاسْتَغْفَرْتُمُوهُ وَأَطَعْتُمُوهُ كَثُرَ الرِّزْق عَلَيْكُمْ وَأَسْقَاكُمْ مِنْ بَرَكَات السَّمَاء وَأَنْبَتَ لَكُمْ مِنْ بَرَكَات الْأَرْض وَأَنْبَتَ لَكُمْ الزَّرْع وَأَدَرَّ لَكُمْ الضَّرْع وَأَمَدَّكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ أَيْ أَعْطَاكُمْ الْأَمْوَال وَالْأَوْلَاد وَجَعَلَ لَكُمْ جَنَّات فِيهَا أَنْوَاع الثِّمَار وَخَلَّلَهَا بِالْأَنْهَارِ الْجَارِيَة بَيْنهَا هَذَا مَقَام الدَّعْوَة بِالتَّرْغِيبِ ثُمَّ عَدَلَ بِهِمْ إِلَى دَعَوْتهمْ بِالتَّرْهِيبِ

"Makna-nya, jika kalian BERTAUBAT kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa mentaatiNya niscaya Ia akan MEMBANYAKKAN RIZKI kalian dan menurunkan air hujan serta kebarokahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian barokah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, mem-banyakkan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu (untuk kalian)." (Tafsir Ibnu Katsir).


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0frYYmobKgjEsq5w8ahAN8g2dnFz4jcHnw6JfCLXWLJNGLS1KtA1EWx2T6wEvgmmpl&id=100009878282155


AFM

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Keutamaan Sahabat Thalhah dan Zubair رضي الله عنهما (Bag. 3)

Keutamaan Sahabat Thalhah dan Zubair رضي الله عنهما (Bag. 3)
Bismillah...

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عَلَى جَبَلِ حِرَاءٍ فَتَحَرَّكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْكُنْ حِرَاءُ فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيقٌ أَوْ شَهِيدٌ وَعَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَطَلْحَةُ وَالزُّبَيْرُ وَسَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Dari Abu Hurairah bahwa pada suatu ketika Rasulullah ﷺ sedang berada di atas gunung Hira'. Tiba-tiba gunung tersebut bergerak, maka Rasulullah berkata, 

"Hai Hira', tenanglah! Tidak ada orang yang berada diatasmu melainkan seorang nabi, atau seorang shiddiq, ataupun seorang syahid.

Pada saat itu, diatas gunung Hira' tersebut, ada Nabi Muhammad, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, dan Said bin Abu Waqqash radhiallahu'anhum".

(HR. Imam Muslim no. 2417 Kitab Keutamaan Sahabat, Bab Keutamaan Thalhah dan Zubair radhiyallahu 'anhuma, Syarh Shahih Muslim)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَعَبْدَةُ قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَتْ لِي عَائِشَةُ

أَبَوَاكَ وَاللَّهِ مِنَ

{ الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمْ الْقَرْحُ }

و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ تَعْنِي أَبَا بَكْرٍ وَالزُّبَيْرَ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Abdah keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Bapaknya dia berkata, 'Aisyah pernah berkata kepadaku, "Demi Allah, kedua orangtuamu itu termasuk dari 'Orang-orang yang menaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud)'."

Telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepada kami Hisyam melalui jalur ini, dan ia menambahkan, "Yakni Abu Bakar dan Az Zubair".

(HR. Imam Muslim no. 2418 Kitab Keutamaan Sahabat, Bab Keutamaan Thalhah dan Zubair radhiyallahu 'anhuma, Syarh Shahih Muslim)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Fokuslah Pada Satu Hal

Fokuslah Pada Satu Hal
Bismillah...

🌴🌴🌴

Jangan khawatir dengan dunia,  karena itu milik Allah.

Jangan khawatirkan pula rizkimu,  karena semua itu dari Allah.

Jangan pula khawatirkan masa depanmu,  karena itu di tangan Allah.

🌴🌴🌴

Tapi, fokuslah untuk memikirkan satu hal : bagaimana menjadikan Allah ridho kepadamu.

Karena jika engkau telah menjadikan Allah ridho kepadamu, maka :

▶️ Allah akan menjadikan manusia ridho kepadamu, dan

▶️Dia juga akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain.


Ditulis oleh, Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى 

=====🌴🌴🌴🌴🌴=====

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/12919

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive