Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Showing posts with label sejarah islam. Show all posts
Showing posts with label sejarah islam. Show all posts

Saturday, February 24, 2024

Kebenaran dan Yang Mendakwahkannya, Mesti Banyak Musuhnya

Kebenaran dan Yang Mendakwahkannya, Mesti Banyak Musuhnya
Bismillah...

Sudah sunnatullah, kebenaran dan yang mendakwahkannya, mesti banyak yang membenci dan memusuhi. Sekelas Nabi shallallahu alaihi wa sallam saja, tidak luput dari orang-orang yang membenci dan memusuhinya. Bahkan dari karib kerabatnya sendiri. Padahal beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya, paling hikmah dalam berdakwah, paling lembut dan santun dalam mengajak orang, paling berilmu dan paling sempurna metode dan thariqat dakwahnya. 

Allah Ta'ala berfirman, 

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الأِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً (سورة الأنعام: 112)

"Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan." (QS Al An’am: 112) 

Kebenaran dan yang membawa kebenaran itu pasti akan ditolong. Maka tidak usah berputus asa karena banyaknya musuh dan kekuatan orang yang menentang kebenaran. 

Berkata Syekh Muhammad Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

علينا أن لا نيأس لكثرة الأعداء وقوة من يقاوم الحق فإن الحق منصور ممتحن. [شرح كشف الشبهات ص 64-65]

Wajib bagi kita untuk tidak putus asa, karena banyaknya musuh dan kekuatan orang yang menentang kebenaran, karena sesungguhnya kebenaran itu akan ditolong dan akan menang. (Syarh Kasyfusy Syubuhat, halaman 64-65).

Dan berkata Syekh Muhammad Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

الحق منصور و إن قل أتباعه والباطل مخذول و لو كثر أتباعه

Kebenaran itu akan ditolong walaupun sedikit pengikutnya. Dan kebatilan itu akan dihinakan walaupun banyak pengikutnya. (Syarah al-Kafiyah asy- Syafiyah 1/178).

Berkata Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah:

الحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن وبذاك يظهر حزبه من حزبه ولأجل ذاك الناس طائفتان

Kebenaran (al-haq) itu akan senantiasa mendapatkan pertolongan, namun juga penuh dengan rintangan

Maka engkau tidak perlu heran, karena semua itu sudah menjadi ketetapan Allah yang Maha pengasih

Dengan itulah, akan nampak jelas mana tentera Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mana musuhnya

Dan dengan itu pula, manusia terpisah menjadi dua kelompok (antara yang selamat dan yang tersesat). Syair An Nuniyah (1/17)

Mungkin orang akan bertanya, kok kelihatannya kebenaran itu selalu kalah, tabligh akbar ustadz salafi dibubarkan, pembangunan masjid dihentikan, bahkan dibakar dan lain sebagainya. Ketahuilah, bahwa selama hati ini kokoh di atas al haq, maka al haq itu pasti menang.

Imam Ahmad rahimahullah ditanya pada zaman fitnah:

ألم تر كيف انتصر الباطل على الحق؟؟ فقال أحمد: "كلا، مادامت القلوب ثابتةً فالحق هو المنتصر".

(المدخل ٣٠٠/١)

Apakah engkau tidak melihat bagaimana kebathilan itu telah memperoleh kemenangan atas alhaq ? Berkatalah al-Imam Ahmad : sekali-kali tidak, selama hati itu kokoh diatas alhaq, maka alhaq itulah yang akan menang. [Al-Mudkhil 1/300].

Bersabar dan tingkatkan kesabaran dalam menegakkan kebenaran, pertolongan Allah pasti dan sungguh pasti akan datang. Dan musuh-musuh dakwah dari kalangan hizbiyyun harokiyyun mubtadiyyun akan meleleh dan lenyap.

Berkata Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah :

وأنا متأكد لو قام أهل السنة بالدعوة إلى الله، لذابت كل هذه الحزبيات، لأنها مبنية على التلبيس وعلى الخداع.

"Saya yakin seandainya Ahlus Sunnah bangkit mendakwahkan agama Allah, niscaya semua hizbiyyah (fanatisme kelompok atau golongan) akan meleleh lenyap, karena hizbiyyah dibangun di atas talbis (tindakan mencampur adukkan kebenaran dan kebathilan) serta penipuan." (Qam’ul Mu’anid, hlm. 392).


AFM


🌴🌴🌴

https://www.facebook.com/share/p/vbfcPaegJRUqBpu8/

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, January 8, 2024

Tiga Serangka'i (Y4hudi, Syi'4h rhafidah, Sufi)

Tiga Serangka'i (Y4hudi, Syi'4h Rhafidah, Sufi)
Bismillah...

--- SYI'4H rhafidah dengan Y4HUDI ---

Tidak ada dari aspek mana pun yang tidak sesat daripada Syi'ah rhafidah, ba'ik dari segi aqidah, syari'ah, ataupun akhlak dan mu'amalah. Syi'4h rhafidah adalah Yahudi yang menggunakan baju Islam. 

"Syi'ah rhafidah adalah Y4hudi dan Y4hudi adalah SYI'4H rhafidah".

Syi'4h rhafidah adalah produk Y4hudi melalu'i tokoh munafik Abdullah bin Saba', seorang pendeta Y4hudi yang berpura-pura masuk Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dia juga orang yang pertama menimbulkan isu kalau Ali yang lebih berhak menjadi khalifah setelah Rasulullah ﷺ wafat, malah dia juga yang pertama kali mencela sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Maka itu tidak heran pula ajaran Syi'4h rhafidah mirip dengan Y4hudi. Sebagai contoh Orang Y4hudi mengatakan yang layak memegang kekuasaan adalah keluarga Dawud. Sedangkan kata Syi'4h rhafidah tidak layak menduduki imamah (kekuasaan) kecuali anak turun 'Ali bin Abi Thalib (ahlul Ba'it).

Y4hudi mengganti kitab Ta'urat dengan talmud, sedangkan SYI'4H rhafidah merubah kitab suci al-Qur'an dengan al-Jami'ah, al-Jufr dan Mushaf Fatimah.

--- SYI'4H rhafidah dengan SUFI ---

Tidak heran jika SYI'4H rhafidah dan SUFI :

--- Sama-sama hobi meninggikan kuburan...

--- Sama-sama membangun dan menghi'asi kuburan...

--- Sama-sama hobi beribadah di kuburan...

--- Sama-sama hobi meminta dan beristighotsah kepada penghuni kubur...

--- Sama-sama hobi mencari barokah di kuburan orang-orang YANG DI'ANGGAP wali...

--- Sama-sama berlindung dibalik topeng "Cinta kepada ahlul Ba'it" ata'u "Habib-habib"...

--- Sama-sama mengadakan acara Ma'ulid Nabi ﷺ...

--- Sama-sama mengadakan acara Ha'ul.

--- Sama-sama hobi shalawatan rame-rame...

--- Sama-sama sering menggambar wajah tokoh ulama'nya...

--- Sama-sama terkadang memaka'i hadits palsu...

--- Sama-sama memaka'i musik dalam ibadahnya...

--- Sama-sama menari-nari dalam ibadahnya...

--- Sama-sama bertawassul pada orang mati...

--- Sama-sama meyakini wahdatul wujud...

--- Sama-sama memiliki ilmu khusus, contohnya hakikat, ma'rifat, ladunni dsb...

--- Sama-sama memaka'i isu wahabi…


https://www.instagram.com/p/C1TP4wlvCjd/?igsh=N2ViNmM2MDRjNw%3D%3D

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, January 1, 2024

Hati (muslim) yang Condong Rindu ke Baitullah

Hati (Muslim) yang Condong Rindu ke Baitullah
Bismillah...

Kota Makkah merupakan sebaik-baiknya tempat dan merupakan kota yang paling dicintai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Hal ini sebagaimana yg beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan:

وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ

Demi Allah, sungguh Engkau adalah sebaik-baik bumi Allah, dan yang paling dicintai olehNya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar (meninggalkanmu).” (HR At-Tirmizi, 3925)

Allah Ta’ala menjadikan hati umat Islam untuk condong dan cenderung ingin kembali ke Masjidil Haram (Baitullah) yang berada di Makkah.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pernah berdoa (yang diabadikan didalam Al-Quran):

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim [14]: 37)

Sangat ironis, tatkala seorang muslim bisa traveling ke penjuru dunia tapi tidak pernah menyempatkan diri untuk ziarah ke Baitullah. 

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang hatinya dicondongkan oleh Allah Ta’ala untuk rindu bisa berkunjung ke Baitullah.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02NExADozVjCmZRTwmWUvf8tkdhnKLz2x3CfLAyLFyhPgDwZ3n6sERdWMz9NQ3khvyl&id=1792235719

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Friday, December 22, 2023

Nabi Isa 'alaihissalam Seorang Muslim

Nabi Isa 'alaihissalam Seorang Muslim
Bismillah...

فَلَمَّآ أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنۡهُمُ ٱلۡكُفۡرَ قَالَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَٱشۡهَدۡ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail), berkatalah dia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?'." 

Para Hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim".

(QS. Al Imran ; 52)

 رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

Rasulullah ﷺ besabda, 

"Aku orang yang paling dekat dengan 'Isa bin Maryam 'alaihissalam di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu".

(HR. Shahih Bukhari no. 3187 versi Al Alawiyah, versi Fathul Bari no. 3443)


---------------


أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

Perbanyaklah shalawat kepadaku  pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” 

(HR. Baihaqi,Hadits Hasan lighoirihi dalam Sunan Al Kubro)


إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua Jum’at

(HR. An Nasa’i dan Baihaqi hadits Shahih / Shohihul Jami' no 6470)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, December 18, 2023

Perang Khandaq

Sejarah Islam : Perang Khandaq
Bismillah...

Tahukah anda mengapa Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyerang suku Quraizhoh?

Jawabannya karena mereka mengkhianati perjanjian untuk bersama-sama mempertahankan kota Madinah dari serangan suku apapun.

Faktanya, tatkala suku Quraisy beserta sekutunya menyerang kota Madinah, suku Quraizhoh malah memutus perjanjian itu dengan bersekongkol dengan Quraisy.

So, mereka diperangi bukan sekedar karena mereka penganut agama Yahudi, namun karena mereka telah melakukan tindakan yang menyebabkan ummat Islam terancam dan tidak tentram menjalankan agama Allah.

إِذْ جَآءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ ٱلْأَبْصَٰرُ وَبَلَغَتِ ٱلْقُلُوبُ ٱلْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِٱللَّهِ ٱلظُّنُونَا۠

(Yaitu ketika mereka datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian) dari lembah bagian atas dan bawah, datang dari arah timur dan barat (dan ketika tidak tetap lagi penglihatan) perhatiannya hanya tertuju kepada musuh saja yang datang dari berbagai penjuru (dan hati kalian naik menyesak sampai tenggorokan) lafal hanaajir bentuk jamak dari lafal hanjarah, artinya adalah tenggorokan, diungkapkan demikian karena takut yang amat sangat (dan kalian menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam sangkaan) dengan berbagai macam prasangka, apakah mendapat pertolongan ataukah tidak, sehingga putus harapan dari pertolongan-Nya.

هُنَالِكَ ٱبْتُلِىَ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا۟ زِلْزَالًا شَدِيدًا

(Disitulah diuji orang-orang Mukmin) mereka mendapat cobaan supaya menjadi jelas, siapakah orang Mukmin yang benar-benar dan siapakah yang gadungan (dan hati mereka diguncang) berdegup-degup (dengan guncangan yang sangat) disebabkan ketakutan yang sangat mencekam mereka. (Al ahzab 10-11)

Walaupun ancaman dari Quraisy telah teratasi, dan mereka kembali ke Makkah, namun kondisi kota Madinah belum kondusif seperti sedia kala, akibat pengkhianatan Quraizhoh.

Maka untuk mengembalikan suasana kondusif dan tentram beribadah kepada ummat Islam, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyerang suku Quraizhoh. 

Semoga mencerahkan. AAMIIN.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0zptxtAbeb33RR5eZ2DnY6MSsZCPR6zjCMADK667r6CogdQkaZFELpT7hfyuDaFaRl&id=100044302190144

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Wednesday, December 13, 2023

Kuburan Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam Berada Di Masjid Nabawi?

Kuburan Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam Berada Di Masjid Nabawi?
Bismillah...

KUBURAN NABI shollallohu ‘alaihi wasallam berada di masjid Nabawi …?

Inilah yang diyakini oleh sebagian kaum muslimin, padahal sebenarnya tidak demikian… Lebih jelasnya bisa di simak dari perkataan Syeikh Sholeh Sindi -hafizhohulloh- berikut ini:

Jadi, kuburan Beliau itu KELIHATANNYA di dalam Masjid Nabawi,padahal (sebenarnya) dia itu terpisah dengan sempurna dari Masjid Nabawi.

Karena kuburan beliau -shollallohu alaihi wasallam- itu tetap di dalam rumah (atau hujroh) beliau, sebagaimana keadaannya sebelum adanya perluasan Masjid Nabawi.

Perumpaan Hujroh Nabi dengan Masjid Nabawi adalah seperti tanah milik Zaid yang disampingnya ada tanah milik Amr. Kemudian Zaid membeli tanah yang berada di sekeliling tanah tetangganya itu.

Sehingga jadilah tanahnya Zaid mengelilingi tanahnya Amr dari semua arah, dan tanahnya Amr berada di tengah-tengahnya tanahnya Zaid.

Jadinya, gambaran di lapangan yang mungkin samar bagi orang yang tidak teliti melihatnya; bahwa tanahnya Amr adalah bagian dari tanahnya Zaid, padahal sebenarnya tanah tersebut adalah tanah yang berdiri sendiri tapi dikelilingi oleh tanah tetangganya.

Seperti inilah keadaan Hujroh Nabi dengan Masjid Nabawi, sama persis.”

[Kitab: Al-Jawab ‘An Syubhatil Istidlal bil Qobrin Nabawi ‘Ala Jawazit Tikhodzil Qubur Masajid, hal: 34-35].

🖊 Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

(( Silahkan save poster dengan resolusi tinggi dari Telegram Channel kami :https://t.me/bbg_alilmu ))

  • Di gambar diatas, ada pembatas antara makam di dalam rumah (hujroh) Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dengan wilayah masjid yaitu  berupa TIGA lapis dinding: dinding asli hujroh (biru), dan dua dinding setelahnya (merah tua dan merah muda).
  • Yang atas adalah arah utara… yang bawah arah selatan… arah kiblat di masjid nabawi adalah arah selatan.
  • Area berwarna Biru Muda adalah roudhoh
  • Jalur orang yang melewati makam Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam kelihatan di paling bawah gambar itu, jadi kotak simetris (kanan bawah), itu adalah dindng/pagar ke-empat untuk makam beliau, itulah yang sekarang nampak sebagai pagar kuning ke-emasan oleh para peziarah dari luar.


➖➖➖

🌎 https://bbg-alilmu.com/archives/12529

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, December 11, 2023

Memplesetkan Kata Untuk Mengolok, Kebiasaan Y4hoedi

Laknat Allah kepada bangsa Yahudi dan zionis Israel
Bismillah...

Dulu, Hizbiyyun harokiyyun mubtadiuun memplesetkan kata salafi dengan TALAFI (yang artinya perusak). Saat ini mereka plesetkan lagi menjadi SALAPI, entah apa arti dan maksudnya. Kalau artinya salah pikir, ini pengolokan, penghinaan dan perendahan. 

Orang yang suka memplesetkan kata dalam rangka menghina, merendahkan atau mengolok-olok, itu seperti kelakuannya orang-orang Y4hoedi. Mereka menggunakan ucapan-ucapan yang di dalamnya terkandung makna SINDIRAN UNTUK MENYEMBUNYIKAN MAKSUD SEBENARNYA. 

Orang-orang Y4hoedi memplesetkan kata RO'INA menjadi RU'UNAH. SAMI'NA WA A'THANAA menjadi SAMI'NA WA 'ASHOINA. ASSALAMU'ALAIKUM menjadi AS SAMMU ALAIKUM dan lain sebagainya. 

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ. البقرة: ١٠٤

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian katakan (kepada Muhammad), “RA’INA,” tetapi katakanlah, “UNZHURNA,” dan, “Dengarlah.” Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih. (QS. Albaqarah 104).

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah, 

نهى الله تعالى المؤمنين أن يتشبهوا بالكافرين في مقالهم وفعالهم ، وذلك أن اليهود كانوا يعانون من الكلام ما فيه تورية لما يقصدونه من التنقيص عليهم لعائن الله فإذا أرادوا أن يقولوا : اسمع لنا يقولون : راعنا . يورون بالرعونة ، كما قال تعالى : ( من الذين هادوا يحرفون الكلم عن مواضعه ويقولون سمعنا وعصينا واسمع غير مسمع وراعنا ليا بألسنتهم وطعنا في الدين ولو أنهم قالوا سمعنا وأطعنا واسمع وانظرنا لكان خيرا لهم وأقوم ولكن لعنهم الله بكفرهم فلا يؤمنون إلا قليلا ) [ النساء : 46 ] وكذلك جاءت الأحاديث بالإخبار عنهم ، بأنهم كانوا إذا سلموا إنما يقولون : السام عليكم . والسام هو : الموت . ولهذا أمرنا أن نرد عليهم ب ” وعليكم ” . وإنما يستجاب لنا فيهم ، ولا يستجاب لهم فينا

Melalui ayat ini Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman menyerupakan diri dengan orang-orang kafir dalam ucapan dan perbuatan. Demikian itu karena orang-orang Yahudi selalu menggunakan ucapan-ucapan yang di dalamnya terkandung makna SINDIRAN UNTUK MENYEMBUNYIKAN MAKSUD SEBENARNYA, yaitu menghina Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, semoga Allah melaknat mereka. Untuk itu apabila mereka hendak mengatakan, “sudilah kiranya anda memperhatikan kami” maka mereka mengatakannya RO'INA; mereka memplesetkan dengan kata-kata RU'UNAH yang berarti KEBODOHAN (ketololan), sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya:

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya.” Dan (mereka mengatakan pula), “Dengarlah,” semoga kamu tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan), “Ra’ina,” dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikan kami,” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah mengutuk mereka karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis. (An-Nisa: 46)

Demikian pula disebutkan oleh hadis-hadis yang menceritakan bahwa mereka itu (orang-orang Yahudi) apabila mengucaplen salam, sesungguhnya yang mereka ucapkan hanya berarti AS SAMMU ALAIKUM, sedangkan makna as-samu ialah KEBINASAAN atau kematian. Karena itulah bila menjawab salam mereka kita diperintahkan menggunakan kata-kata wa ‘alaikum. Karena sesungguhnya yang diperkenankan oleh Allah hanyalah buat kita untuk kebinasaan mereka, sedangkan dari mereka yang ditujukan kepada kita tidak diperkenankan.

والغرض : أن الله تعالى نهى المؤمنين عن مشابهة الكافرين قولا وفعلا . فقال : ( يا أيها الذين آمنوا لا تقولوا راعنا وقولوا انظرنا واسمعوا وللكافرين عذاب أليم)

Tujuan ayat ini ialah Allah melarang kaum mukmin menyerupai orang-orang kafir dalam ucapan dan perbuatannya. Untuk itu Allah Subhannallahu wata’ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian katakan (kepada Muhammad), “Ra’ina,” tetapi katakanlah, “Unzurna,” dan “Dengarlah.” Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih. (Al-Baqarah: 104). (Tafsir Ibnu Katsir). 


https://www.facebook.com/100063495759389/posts/pfbid0eEnoFYrAvDhsYnyNaw9dMRTEdn1nArhkUmj1YL6yw7G17nazjogth3i3e3PmiM5tl/


AFM

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, December 4, 2023

Berita Gembira Dari Rasulullah ﷺ

Berita Gembira Dari Rasulullah ﷺ
Bismillah...

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمُعاذٌ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ قَالَ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ يَا مُعَاذُ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثَلَاثًا قَالَ مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُخْبِرُ بِهِ النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا قَالَ إِذًا يَتَّكِلُوا وَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذٌ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi ﷺ menunggang kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya.. 

Beliau ﷺ lalu bersabda "Wahai Mu'adz bin Jabal!"

Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu".

Beliau memanggil kembali, "Wahai Mu'adz!

Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu".

Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau lantas bersabda, 

"Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka".

Mu'adz lalu bertanya, "Apakah boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira dengannya?"

Beliau ﷺ menjawab, "Nanti mereka jadi malas (untuk beramal)".

Mu'adz lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal karena takut dari dosa".

(HR. Shahih Bukhari no. 128 Kitab Ilmu, Fathul Bari)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ جَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُبَشِّرُ النَّاسَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah, menegakkan shalat, berpuasa bulan ramadhan, maka sudah pasti Allah akan memasukkannya kedalam surga, baik apakah dia berjihad dijalan Allah atau dia hanya duduk tinggal ditempat dimana dia dilahirkan". 

Mereka bertanya, "Wahai Rasulallah, apakah tidak sebaiknya kami sampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?"

Beliau ﷺ bersabda, 

"Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. Untuk itu bila kalian minta kepada Allah maka mintalah surga Firdaus karena dia adalah tengahnya surga dan yang paling tinggi. Aku pernah diperlihatkan bahwa di atas Firdaus itu adalah Singgasanannya Allah Yang Maha Pemurah dimana darinya mengalir sungai-sungai surga".

Berkata Muhammad bin Fulaih dari bapaknya, "Diatasnya adalah singgasanannya Allah Yang Maha Pemurah".

(HR. Shahih Bukhari no. 2790 Kitab  Al jihad wa al-siir, Fathul Bari)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive