Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Friday, August 25, 2023

Benarkah Membuat Patung dan Lukisan Orang Saleh Mengundang Fitnah?

Benarkah Membuat Patung dan Lukisan Orang Saleh Mengundang Fitnah?
Bismillah...

๐Ÿ”ด Benarkah Membuat Patung dan Lukisan Orang Saleh Mengundang Fitnah? Simak Alasannya..

◾ Dari Aisyah Ummul Mukminin bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menyebutkan sebuah gereja yang pernah mereka lihat sewaktu di Habasyah yang didalamnya terdapat banyak lukisan. Dan mereka sebutkan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 

ุฅู† ุฃูˆู„ุฆูƒ ุฅุฐุง ูƒุงู† ููŠู‡ู… ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุตุงู„ุญ ูู…ุงุช ุจู†ูˆุง ุนู„ู‰ ู‚ุจุฑู‡ ู…ุณุฌุฏุง ูˆุตูˆุฑูˆุง ููŠู‡ ุชู„ูƒ ุงู„ุตูˆุฑ ูุฃูˆู„ุฆูƒ ุดุฑุงุฑ ุงู„ุฎู„ู‚ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

"Sesungguhnya kebiasaan mereka itu apabila ada salah seorang yang dianggap saleh diantara mereka meninggal dunia, maka mereka bangun diatas kuburannya itu tempat ibadah, lalu mereka buat lukisan-lukisan orang saleh tersebut, mereka adalah sejelek-jeleknya makhluk di sisi Allah pada hari kiamat nanti.

๐Ÿ“š HR. Al-Bukhari 417 dan Muslim 528

✍๐Ÿป Al-Imam an-Nawawi asy-Syafii rahimahullah berkata,

ู‚ุงู„ ุฃุตุญุงุจู†ุง ูˆุบูŠุฑู‡ู… ู…ู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก : ุชุตูˆูŠุฑ ุตูˆุฑุฉ  ุงู„ุญูŠูˆุงู†  ุญุฑุงู… ุดุฏูŠุฏ ุงู„ุชุญุฑูŠู…

"Ash-hab kami (yakni Syafiiyyah) dan selain mereka dari para ulama menyatakan bahwa melukis makhluk bernyawa (manusia dan hewan) hukumnya adalah haram dengan keharaman yang sangat berat.

๐Ÿ“š Syarh Shahih Muslim 14/81

✨ Jika melukis makhluk bernyawa dilarang dalam Islam, lebih berat lagi larangannya jika yang dibuat itu PATUNG.

✨ Lebih-lebih lagi jika itu patung dan lukisan ORANG SALEH..

✨ Lebih-lebih lagi jika orang saleh yang SUDAH WAFAT.

๐Ÿ“ Syaikh Al-'Allamah Al-Utsaimin rahimahullah berkata, 

"Mereka telah mengumpulkan dua fitnah yaitu fitnah kuburan dan fitnah gambar.

Fitnah kuburan yaitu membangun tempat ibadah diatasnya dan fitnah gambar yaitu membuat gambar-gambar orang saleh. Disebut fitnah karena keduanya menjadi sebab berpalingnya manusia dari memurnikan tauhidnya kepada Allah. 

"Mereka sejelek-jelek makhluk di sisi Allah" lantaran perbuatan mereka menjadi sarana yang menjerumuskan manusia kepada kesyirikan dan kekufuran." 

๐Ÿ“š Al-Qaulul Mufid 1/395

◾ Dan fitnah-fitnah itu bermula dari sikap berlebih-lebihan terhadap orang saleh atau orang yang dianggap berjasa. 

Berlebih-lebihan mencintai mereka dan menghormati mereka hingga menyeret kepada sikap fanatik buta dan menghamba kepada selain Allah.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0fexuHCqJik8x8isA8qJAcosHyZe33DUu41yCRjsgiu2v7MzRUaAM3muNogimq6rLl&id=100001764454087

..............

©️ Share Yuk!

Join Telegram Channel

https://t.me/manhajulhaq

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Larangan Untuk Berburuk Sangka dan Tajassus - 3

Larangan Untuk Berburuk Sangka dan Tajassus - 3
Bismillah...

๐Ÿ“ Allah Ta’ala berfirman.

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุฌْุชَู†ِุจُูˆุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…ِّู†َ ุงู„ุธَّู†ِّ ุฅِู†َّ ุจَุนْุถَ ุงู„ุธَّู†ِّ ุฅِุซْู…ٌ ۖ ูˆَู„َุง ุชَุฌَุณَّุณُูˆุง

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..

( Al-Hujurat/49 : 12 )

๐Ÿช™ TAJASSUS adalah : mencari-cari kesalahan atau kejelekan orang lain

✅  Abu Hatim bin Hibban Al-Busti (Ibnu Hibban) rohimahullah berkata,

Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri.

Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tentram dan tidak akan merasa capai.

Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya.

Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya.."

( Roudhotul ‘Uqola – 131 )

๐Ÿƒ Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.


๐Ÿ”ฐ✓✓✓✓

๐ŸŒ https://bbg-alilmu.com/archives/63921

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Janganlah Terpedaya

yang melunturkan tauhid seseorang adalah 3 perkara, syirik, bid’ah dan dosa.
Bismillah...

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Sebagian orang menyangka telah mantap tauhidnya, padahal ia terjerumus dalam beraneka ragam kemaksiatan.

Dalam hatinya berkata, “Yang penting saya tidak berbuat kesyirikan…!!! Yang penting saya tidak melakukan bid’ah…!!!.

Padahal bukankah para ulama telah menjelaskan bahwasanya yang melunturkan tauhid seseorang adalah 3 perkara, syirik, bid’ah dan dosa.

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Lihatlah para sahabat yang memiliki tauhid yang tinggi, apakah mereka adalah kaum yang menyepelekan dosa-dosa..??

Bahkan mereka adalah kaum yang sangat takut kepada dosa-dosa…

Barang siapa yang sering terjerumus dalam dosa menunjukan lemahnya tauhidnya…

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata :

ูˆุฅู†ู…ุง ุชู†ุดุฃ ุงู„ุฐู†ูˆุจ ู…ู† ู…ุญุจุฉ ู…ุง ูŠูƒุฑู‡ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุฃูˆ ูƒุฑุงู‡ุฉ ู…ุง ูŠุญุจู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฐู„ูƒ ูŠู†ุดุฃ ู…ู† ุชู‚ุฏูŠู… ู‡ูˆูŠ ุงู„ู†ูุณ ุนู„ู‰ ู…ุญุจุฉ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฎุดูŠุชู‡ ูˆุฐู„ูƒ ูŠู‚ุฏุญ ููŠ ูƒู…ุงู„ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ุงู„ูˆุงุฌุจ ููŠู‚ุน ุงู„ุนุจุฏ ุจุณุจุจ ุฐู„ูƒ ููŠ ุงู„ุชูุฑูŠุท ููŠ ุจุนุถ ุงู„ูˆุงุฌุจุงุช ูˆุงุฑุชูƒุงุจ ุจุนุถ ุงู„ู…ุญุธูˆุฑุงุช

Hanyalah timbul dosa-dosa dikarenakan mencintai apa yang dibenci oleh Allah atau membenci apa yang dicintai oleh Allah, yang hal ini timbul dari sikap mendahulukan hawa nafsu daripada kecintaan dan rasa takut kepada Allah ta’aala..

Hal ini mencoreng kesempurnaan tauhid yang wajib, maka dikarenakan hal ini terjatuhlah seorang hamba pada bentuk meninggalkan sebagian kewajiban dan melakukan sebagian hal-hal yang dilarang..”

[ Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam, 2/347 ]


Ditulis oleh, Ustadz DR. Firanda Andirja MA, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

=====๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด=====

๐ŸŒ https://bbg-alilmu.com/archives/268

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, August 24, 2023

Benarkah Membaca Al-Fatihah Memudahkan Urusan dan Mengabulkan Hajat?

Benarkah Membaca Al-Fatihah Memudahkan Urusan dan Mengabulkan Hajat?
Bismillah...

❄️ STATUS PERKATAAN ATHA TENTANG MEMBACA AL-FATIHAH UNTUK KEMUDAHAN URUSAN DAN PENGABULAN HAJAT ♨️

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi yang mulia, para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat, ammaaba’du:

Diantara dalil yang dijadikan oleh sebagian kalangan sebagai landasan tentang keutamaan membaca surat al fatihah untuk memudahkan urusan dan pengabulan hajat adalah perkataan Atha Bin Abi Rabah, sebagaimana yang diriwyatkan oleh Ibnu Al-Mubarrad Al-Hambali, Yusuf Bin Hasan Bin Abdulhadi (wafat: 909H) dalam kitabnya «ุงู„ุงุณุชุนุงู†ุฉ ุจุงู„ูุงุชุญุฉ ุนู„ู‰ ู†ุฌุงุญ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ» (ุต371):, dengan sanadnya: 

ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุฌَู…َุงุนَุฉٌ ู…ِู†ْ ุดُูŠُูˆุฎِู†َุง، ุฃู†ุง ุงุจْู†ُ ุงู„ْู…ُุญِุจِّ، ุฃู†ุง ุฌَู…َุงุนَุฉٌ ู…ِู†ْ ุดُูŠُูˆุฎِู†َุง، ุฃู†ุง ุงุจْู†ُ ู…َูƒِّูŠٍّ، ุฃู†ุง ุฌَุฏِّูŠَ ุงู„ุณِّู„َูِูŠُّ، ุฃู†ุง ุฃَุญْู…َุฏُ ุจْู†ُ ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุฃَุจُูˆ ุงู„ْุนَุจَّุงุณِ ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงู†ِูŠُّ، ูˆَุบَูŠْุฑُู‡ُู…ْ ู‚َุงู„ُูˆุง: ุฃู†ุง ุฃَุจُูˆ ู†َุตْุฑٍ ุงู„ْู‚َุงุดَุงู†ِูŠُّ، ุฃู†ุง ุฃَุจُูˆ ู…ُุญَู…َّุฏِ ุจْู†ُ ุญَูŠَّุงู†َ، ุซู†ุง ุฃَุจُูˆ ุจَูƒْุฑٍ ู…ُุญَู…َّุฏُ ุจْู†ُ ุฃَุญْู…َุฏَ ุจْู†ِ ุชَู…ِูŠู…ٍ، ุซู†ุง ุงุจْู†ُ ุญُู…َูŠْุฏٍ، ุซู†ุง ุฒَูŠْุฏٌ، ุนَู†ْ ุทَู„ْุญَุฉَ ุจْู†ِ ุนَู…ْุฑٍูˆ، ู‚َุงู„َ: ุณَู…ِุนْุชُ ุนَุทَุงุกً، ูŠَู‚ُูˆู„ُ: ‌‌«ุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุฏْุชَ ุญَุงุฌَุฉً، ูَุงู‚ْุฑَุฃْ ุจِูَุงุชِุญَุฉِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ‌ุญَุชَّู‰ ‌ุชَุฎْุชِู…َู‡َุง، ุชُู‚ْุถَู‰ ุฅِู†ْ ุดَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ُ» (ุถู…ู† ุฌู…ู‡ุฑุฉ ุงู„ุฃุฌุฒุงุก ุงู„ุญุฏูŠุซูŠุฉ).

Apabila engkau menginginkan satu hajat, maka bacalah surat al fatihah sampai selesai, maka hajatmu insyallah dikabulkan”.

# Status riwayat:

Riwayat ini sangat lemah sekali, tidak bisa dijadikan sebagai hujjah (dalil), didalam sanadnya ada dua perawi yang bermasalah:

1. Ibnu Humaid, yaitu: Muhammad Bin Humaid Ar-Razi.

2. Thalhan Bin Amr Al-Hadhramy Al-Makki.

Adapun Muhammad Bin Humaid:

ู‚ุงู„ ููŠู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ: "ููŠู‡ ู†ุธุฑ". (ุงู„ุชุงุฑูŠุฎ ุงู„ูƒุจูŠุฑ، 1/312-313).

ูˆู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุฒุฑุนุฉ: "ูƒุงู† ูŠุชุนู…ุฏ ุงู„ูƒุฐุจ". 

ูˆู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุญุงุชู…: "ู‡ุฐุง ูƒุฐุงุจ ู„ุง ูŠุญุณู† ุงู„ูƒุฐุจ"! ูŠุนู†ูŠ ุจุฐู„ูƒ: ุฃู†ู‡ ูŠูƒุฐุจ ูƒุฐุจุง ู…ูƒุดูˆูุง ูŠุนุฑูู‡ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู…! 

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ: "ู„ูŠุณ ุจุดูŠุก"، ูˆู‚ุงู„ ุฃูŠุถุง: "ูƒุฐุงุจ". ูŠู†ุธุฑ : "ุชู‡ุฐูŠุจ ุงู„ุชู‡ุฐูŠุจ" ุฑู‚ู… (6873).

Adapun Thalhah Bin Amr:

ู‚ุงู„ ุนู†ู‡ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ: "ู„ุง ุดูŠุก، ู…ุชุฑูˆูƒ ุงู„ุญุฏูŠุซ". (ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„، ู„ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู…: 4/478). 

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ: "ุทู„ุญุฉ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุงู„ุญุถุฑู…ูŠ ุงู„ู…ูƒูŠ ุนู† ุนุทุงุก: "ู‡ูˆ ู„ูŠู† ุนู†ุฏู‡ู…". (ุงู„ุชุงุฑูŠุฎ ุงู„ูƒุจูŠุฑ، 5/618-619). 

ูˆู‚ุงู„ ูŠุญูŠ ุจู† ู…ุนูŠู†: "ุถุนูŠู، ู„ูŠุณ ุจุดูŠุก" (ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„، ู„ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู…: 4/478).

ูˆู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุฒุฑุนุฉ: "ู…ูƒูŠ ุถุนูŠู". (ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„، ู„ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู…: 4/478).

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ: ู…ุชุฑูˆูƒ ุงู„ุญุฏูŠุซ. (ุงู„ุถุนูุงุก ูˆุงู„ู…ุชุฑูˆูƒูŠู†، ุต 60). 

ูˆู‚ุงู„ ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู…: " ู…ูƒูŠ ู„ูŠุณ ุจุงู„ู‚ูˆูŠ ู„ูŠู† ุงู„ุญุฏูŠุซ ุนู†ุฏู‡ู…" (ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„، ู„ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู…: 4/478).

ูˆู‚ุงู„ ุงุจู† ุญุจุงู†: "ู„ุง ุชุญู„ ูƒุชุงุจุฉ ุญุฏูŠุซู‡ ูˆู„ุง ุงู„ุฑูˆุงูŠุฉ ุนู†ู‡ ุฅู„ุง ุนู„ู‰ ุฌู‡ุฉ ุงู„ุชุนุฌุจ" (ุงู„ู…ุฌุฑูˆุญูŠู†، 1/489). 

ูŠู†ุธุฑ: "ุชู‡ุฐูŠุจ ุงู„ุชู‡ุฐูŠุจ"(3516).

Berdasarkan perkataan ulama jarh wat ta’diil diatas jelaslah status riwayat tersebut, maka perkataan diatas tidak boleh dinisbatkan kepada Atha’, sehingga amalan tersebut tidak boleh dinisbatkan kepada mayoritas salafus sholeh, terlebih lagi kepada keseluruhan mereka. 

Dengan demikan berdalil dengan perkataan Atha tentang keutamaan membaca surat al fatihah untuk kemudahan urusan dan dikabulkannya hajat bukan amalan yang disyariatkan.

Seandainya perkataan Atha diatas adalah shohih, tentu ia bukanlah sebagai dalil yang mensyariatkan amalan tersebut, karena hukum asal ibadah adalah terlarang sampai ada dalil yang shohih memerintahkannya dari al-qur’an dan sunnah serta ijma’.

Hal ini tentu sama sekali tidak mengurangi keutamaan surat al-fatihah, karena keutamaannya sungguh tidak diragukan, karena terdapat hadits-hadits yang shahih menjelaskan hal tersebut.

Baca juga: https://rumaysho.com/10822-keampuhan-dan-kemuliaan-surat-al-fatihah.html

Wallahu a’lam.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02BjAAcn4msY2YbxSvjQbxqBMcvoogaK2vwjXUcPFSsxNV4mtSS22hsNvaoJpP8W2Ml&id=100000628426586


Muhammad Nur Ihsan.

Jember, 29/07/2023

Perumdos STDI

===============================

Wallahu a'lam bishawab

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“ [HR Muslim, 3509]

Jazaakumullahu khairan


Share:

Buah Kesabaran

Bersabarlah, Allah Pasti Akan Mencintaimu..
Bismillah...

Takwa adalah anugerah yang paling agung setelah hidayah iman yang telah dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke dalam kalbu.

Dengan bersyukur yang sebenar-benarnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meningkatkan kenikmatan yang agung itu, insya Allah. Dia hujamkan keimanan ke dalam hati kita dan mengangkat tinggi derajat ketakwaan kita. Amin, Allahumma, amin…

Jika keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan sayap sabar.

Hakikat sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada ketentuan syariat Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri dari larangan serta berlapang dada pada setiap ketentuan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka orang yang bersabar akan senantiasa teguh dan selalu menambah kekuatan tenaga jasmani dan rohaninya untuk meningkatkan amal ketaatan, terus mengokohkan dan menambah tekun amal ibadah dan amal shalih mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุกَุงู…َู†ُูˆุง ุงุตْุจِุฑُูˆุง ูˆَุตَุงุจِุฑُูˆุง ูˆَุฑَุงุจِุทُูˆุง ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200).

Mereka juga bersabar didalam menahan penderitaan dengan tetap melaksanakan ketaatan, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala amat memuji dan menyanjung mereka.

Dengan bersabar, seseorang akan menyadari dan ridha bahkan cinta terhadap ketentuan ujian penderitaan yang telah ditakdirkan oleh Allah pada dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman :

ูˆَู„َู†َุจْู„ُูˆَู†َّูƒُู…ْ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูˆْูِ ูˆَุงู„ْุฌُูˆุนِ ูˆَู†َู‚ْุตٍ ู…ِّู†َ ุงْู„ุฃَู…ْูˆَุงู„ِ ูˆَุงْู„ุฃَู†ูُุณِ ูˆَุงู„ุซَّู…َุฑَุงุชِ ูˆَุจَุดِّุฑِ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155).

Bagaimana tidak, padahal orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan orang-orang atheis mampu bertahan dengan penderitaan-penderitaan yang menimpa mereka, maka orang beriman pasti lebih kokoh, tahan dan ridha, bahkan cinta pada ketentuan takdir itu, kemudian dengan kekuatan jiwa dan imannya, orang-orang yang beriman mencari kebaikan di dunia dan di akhirat dari penderitaan itu dengan beristirja` hanya kepada Allah. Istirja` maksudnya, meyakini, mengakui, menyadari sepenuhnya serta menyerahkan segenap kebaikan urusannya hanya kepada Allah, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan membalasnya dengan yang lebih indah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฅِุฐَุข ุฃَุตَุงุจَุชْู‡ُู… ู…ُّุตِูŠุจَุฉٌ ู‚َุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّุง ู„ู„ู‡ِ ูˆَุฅِู†َّุข ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุฑَุงุฌِุนُูˆู†َ

(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’.” (Al-Baqarah: 155 – 156).

Hadirin Rahimakumullah wa A’azzakumullah!

Itulah hakikat kesabaran yang intinya adalah teguh bertahan sekokoh-kokohnya dalam memperkuat jiwa, kemudian memperjuangkan segenap kemampuan jiwanya itu dalam menempuh keridhaan Allah, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya dalam kondisi apa pun.

Kesabaran yang demikian itulah yang disediakan bagi penyandangnya berbagai kemuliaan, keagungan, ketinggian derajat, kekuasaan, bahkan berbagai balasan yang dijanjikan oleh Allah dalam Firman-firmanNya,

Mari kita simak beberapa pujian dan balasan yang disediakan dan diberikan kepada orang-orang yang bersabar, yang kita kutip dari Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

1. Allah akan mengantarkannya menuju kepada keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุกَุงู…َู†ُูˆุง ุงุตْุจِุฑُูˆุง ูˆَุตَุงุจِุฑُูˆุง ูˆَุฑَุงุจِุทُูˆุง ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200).

2. Pahala orang-orang yang bersabar akan dilipatgandakan dengan hitungan yang tanpa batas. Sebagaimana yang diperkuat oleh Firman Allah :

ู‚ُู„ْ ูŠَุงุนِุจَุงุฏِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุกَุงู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุญْุณَู†ُูˆุง ูِูŠ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุงุญَุณَู†َุฉٌ ูˆَุฃَุฑْุถُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุงุณِุนَุฉٌ ุฅِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตَّุงุจِุฑُูˆู†َ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู… ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ

Katakanlah, ‘Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertakwalah kepada Rabbmu.’Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.” (Az-Zumar: 10).

3. Mencapai kejayaan dan kepemimpinan, sebab tanpa kesabaran, cita-cita yang sudah didepan mata dan sedikit lagi akan tergapai menjadi sirna dan hilang. Cobalah perhatikan pemimpin-pemimpin besar dunia, mereka adalah orang-orang yang gigih memperjuangkan cita-citanya, di samping senjata utama yang tidak pernah lekang dari mereka yaitu kesabaran menghadapi berbagai rintangan yang menghadang mereka.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ุฃَุฆِู…َّุฉً ูŠَู‡ْุฏُูˆู†َ ุจِุฃَู…ْุฑِู†َุง ู„َู…َّุง ุตَุจَุฑُูˆุง ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ุจِุฆَุงูŠَุงุชِู†َุง ูŠُูˆู‚ِู†ُูˆู†َ

Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As-Sajadah: 24).

4. Dengan kesabaran, kekuatan akan selalu bersanding bersamanya, kemenangan akan selalu hadir di hadapannya, dan pertolongan Allah akan selalu menyertainya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูˆَู„ุงَุชَู†َุงุฒَุนُูˆุง ูَุชَูْุดَู„ُูˆุง ูˆَุชَุฐْู‡َุจَ ุฑِูŠุญُูƒُู…ْ ูˆَุงุตْุจِุฑُูˆุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46).

5. Kesabaran merupakan perisai kokoh dan tangguh, yang dapat digunakan menangkal berbagai makar yang diluncurkan musuh, bahkan dengan kesabaran itu, makar-makar musuh akan menjadi lemah dan tak mempunyai daya serang yang berarti.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ุฅِู† ุชَู…ْุณَุณْูƒُู…ْ ุญَุณَู†َุฉُُ ุชَุณُุคْู‡ُู…ْ ูˆَุฅِู† ุชُุตِุจْูƒُู…ْ ุณَูŠِّุฆَุฉُُ ูŠَูْุฑَุญُูˆุง ุจِู‡َุง ูˆَุฅِู† ุชَุตْุจِุฑُูˆุง ูˆَุชَุชَّู‚ُูˆุง ู„ุงَ ูŠَุถُุฑُّูƒُู…ْ ูƒَูŠْุฏُู‡ُู…ْ ุดَูŠْุฆًุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ุจِู…َุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ ู…ُุญِูŠุทُُ

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (Ali Imran: 120).

6. Sebagai penghormatan yang sangat istimewa bagi para penyabar. Dikarenakan ketangguhan mereka didalam bersabar, maka para malaikat menyambut dan mengucapkan salam kepada mereka.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ุณَู„ุงَู…ٌ ุนَู„َูŠْูƒُู… ุจِู…َุง ุตَุจَุฑْุชُู…ْ ูَู†ِุนْู…َ ุนُู‚ْุจَู‰ ุงู„ุฏَّุงุฑِ

(Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 23 – 24).

7. Menjadi golongan yang dicintai Allah merupakan cita-cita dan tujuan seorang mukmin, maka dengan kesabaran, kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sendirinya tersandang kepadanya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ูˆَูƒَุฃَูŠِّู† ู…ِّู† ู†َّุจِูŠٍّ ู‚َุงุชَู„َ ู…َุนَู‡ُ ุฑِุจِّูŠُّูˆู†َ ูƒَุซِูŠุฑٌ ูَู…َุง ูˆَู‡َู†ُูˆุง ู„ِู…َุขุฃَุตَุงุจَู‡ُู…ْ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู…َุง ุถَุนُูُูˆุง ูˆَู…َุง ุงุณْุชَูƒَุงู†ُูˆุง ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ

Dan berapa banyak nabi yang berperang, bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146).

Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh oleh seorang penyabar, yang tidak memungkinkan bagi khatib untuk menyebutkan satu persatu dan merincinya dengan detil pada khutbah ini, tapi di antara keutamaan-keutamaan itu adalah mencapai puncak derajat tertinggi dan kebaikan yang paling agung di dunia maupun akhirat, mendapat kejayaan dan keberuntungan, jauh dari kerugian dan penyesalan, diistimewakan oleh Allah bersama para dermawan yang penuh cinta kasih, dan dimasukkan ke dalam golongan Kanan (ุฃَุตْุญَุงุจُ ุงู„ْู…َูŠْู…َู†َุฉِ), serta dapat memperkuat sendi-sendi keislamannya dengan kesabarannya tersebut.

Hadirin Rahimakumullah wa A’azzakumullah!

Itulah berbagai kemuliaan, keutamaan yang dikaruniakan, pahala yang tiada terhitung, kemudian ampunan dan surga yang pasti akan diperoleh orang-orang yang bersabar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ู…َุง ูŠُุตِูŠْุจُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َ ู…ِู†ْ ู†َุตَุจٍ ูˆَู„ุงَ ูˆَุตَุจٍ ูˆَู„ุงَ ู‡َู…ٍّ ูˆَู„ุงَ ุญُุฒْู†ٍ ูˆَู„ุงَ ุฃَุฐًู‰ ูˆَู„ุงَ ุบَู…ٍّ ุญَุชَّู‰ ุงู„ุดَّูˆْูƒَุฉِ ูŠُุดَุงูƒُู‡َุง، ุฅِู„ุงَّ ูƒَูَّุฑَ ุงู„ู„ู‡ ุจِู‡َุง ู…ِู†ْ ุฎَุทَุงูŠَุงู‡ُ.

Tidaklah menimpa seorang Muslim dari keletihan atau penyakit, kecemasan, kesedihan, penderitaan, tidak pula duka cita, sampai pada duri yang menusuknya, kecuali Allah meleburkan dengannya dari dosa-dosanya.” (HR. al-Bukhari: 5641 – 5642; Muslim: 2573).

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meriwayatkan satu hadits Qudsi yang beliau riwayatkan dari Sang Maha Penyabar, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

ุฅุฐุง ุงุจْุชَู„َูŠْุชُ ุนَุจْุฏِูŠْ ุจِุญَุจِูŠْุจَุชَูŠْู‡ِ ูَุตَุจَุฑَ، ุนَูˆَّุถْุชُู‡ُ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ.

Bila Aku menguji hambaKu dengan kedua kekasihnya (matanya) kemudian bersabar, maka Aku ganti baginya dengan surga.” (HR. al-Bukhari : 5653).

Hadirin Rahimakumullah wa A’azzakumullah!

Itulah keutamaan kesabaran, maka marilah kita memohon taufik dan inayah-Nya, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang penyabar.

Hadirin Rahimakumullah!

Kesabaran adalah kebahagiaan hidup yang sesungguhnya, beberapa orang sahabat radiyallahu ‘anhum datang memohon sesuatu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memberinya, maka mereka datang memohon lagi, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi lagi, kemudian mereka datang lagi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi lagi, sampai akhirnya beliau kehabisan sesuatu untuk diberikan kepadanya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ู…َุง ูŠَูƒُูˆْู†ُ ุนِู†ْุฏِูŠْ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„َู†ْ ุฃَุฏَّุฎِุฑَู‡ُ ุนَู†ْูƒُู…ْ، ูˆَู…َู†ْ ูŠَุณْุชَุนْูِูْ ูŠُุนِูَّู‡ُ ุงู„ู„ู‡ ، ูˆَู…َู†ْ ูŠَุณْุชَุบْู†ِ ูŠُุบْู†ِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ ، ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَุตَุจَّุฑْ ูŠُุตَุจِّุฑْู‡ُ ุงู„ู„ู‡ ، ูˆَู…َุง ุฃُุนْุทِูŠَ ุฃَุญَุฏٌ ุนَุทَุงุกً ุฎَูŠْุฑًุง ูˆَุฃَูˆْุณَุนَ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّุจْุฑِ.

Tidak ada suatu benda berharga pun yang aku sembunyikan dari kalian semua, maka siapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Siapa yang mencukupkan diri (dari meminta-minta), maka Allah akan mencukupinya, dan siapa yang menyabarkan dirinya, maka Allah akan menjadikannya bersabar. Dan tidaklah seseorang mendapat karunia yang lebih baik dan lebih luas melebihi dari kesabaran.” (HR. al-Bukhari-Muslim dari Abi Sa’id al-Khudri).

Kesabaran itulah perhiasan akhlak yang harus kita mohonkan kepada Allah, Sayyidina Umar radiyallahu ‘anhu berkata :

ูˆَุฌَุฏْู†َุง ุฎَูŠْุฑَ ุนَูŠْุดِู†َุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ.

Kita temukan sebaik-baik kehidupan kita adalah dengan kesabaran.”

Maka marilah kita memohon tambahan kokohnya kesabaran itu dengan menambah ilmu tentang keutamaan kesabaran dan menambah kokohnya iman kita tentang sifat, anugerah dan janji-janji Allah serta kehidupan dan balasan di akhirat kelak.

ูˆَุงุตْุจِุฑْ ูˆَู…َุงุตَุจْุฑُูƒَ ุฅِู„ุงَّุจِุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู„ุงَุชَุญْุฒَู†ْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„ุงَุชَูƒُ ูِูŠ ุถَูŠْู‚ٍ ู…ِّู…َّุง ูŠَู…ْูƒُุฑُูˆู†َ . ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ู…َุนَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงุชَّู‚َูˆْุง ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู… ู…ُّุญْุณِู†ُูˆู†َ

Bersabarlah (hai Muhammad), dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl: 127-128).

===============================

Wallahu a'lam bishawab

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“ [HR Muslim, 3509]

Jazaakumullahu khairan


Share:

Berdo'a di Kuburan-kuburan...

Berdo'a di Kuburan-kuburan...
Bismillah...

Berdo'a di kuburan Habaib, Syaikh, Kyai dan Fulan A, B C, D Sampe Z (yang dianggap wali), pasti menyebabkan do'a dikabulkan??

Terkait Sunnah amaliyyah doa yang dikabulkan, Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan pernyataannya secara rinci dan lengkap KAPAN WAKTUNYA, SEBAB dan dimana TEMPATNYA doa itu pasti dikabulkan sebagaimana terdapat dalam banyak hadits, dan TIDAK SATU PUN Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa berdoa di KUBURAN siapa pun menjadi TEMPAT dan SEBAB dikabulkannya doa setelah Islam ini sempurna Maka hal itu ada suatu perbuatan baru (Bid’ah) dalam perkara amaliyyah maupun I’tiqadiyyah (keyakinan) yang ditambahkan ke dalam Syariat Islam

Terkait amaliyyah doanya benar, akan tetapi mengaitkan dengan kekhususan waktunya, sebabnya dan dimana tempatnya seperti tempatnya di kuburan itu sama sekali tidak ada dalilnya

Hal itu merupakan penentangan terhadap Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bagaimana tidak menentang?

Segala bentuk Bidah dalam Syariat merupakan bentuk penentangan terhadap Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Imam as-Suyuthi rahimahullah menjelaskan,

Jika seorang manusia menyengaja shalat di KUBURAN atau BERDOA untuk dirinya sendiri terkait kepentingan dan urusannya, dengan tujuan mendapat barakah dengannya serta mengharapkan terkabulnya doa di tempat tersebut, maka ini merupakan inti penentangan terhadap Allah dan Rasul-Nya MENYIMPANG DARI AGAMA DAN SYARIAT-NYA, juga digolongkan bid’ah dalam agama yang ini tidak diizinkan Allah, Rasul-Nya, maupun para Imam kaum muslimin yang setia mengikuti ajaran dan tuntunan beliau

- al-Amr bi al-Ittiba’, hal 139 dan Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, II/193

Karena itu, setiap dalam perkara amaliyyah, maka lihat dari JENIS amaliyyahnya, SEBAB amaliyyah itu dilakukan, WAKTUnya kapan amaliyyah itu dilakukan, dimana TEMPATnya amaliyyah itu dilakukan dan KADAR amaliyyah itu dilakukkan Jika salah satu dari itu semua tidak ada dalilnya, maka hal itu datangnya bukan dari Islam


Atha bin Yussuf

https://tme/AthaBinYussuf


Referensi : https://almanhajorid/49853-kesempurnaan-islam-dan-konsekuensinyahtml 


Allah Azza wa Jalla berfirman:

ูَู„ْูŠَุญْุฐَุฑِ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠُุฎَุงู„ِูُูˆْู†َ ุนَู†ْ ุงَู…ْุฑِู‡ٖٓ ุงَู†ْ ุชُุตِูŠْุจَู‡ُู…ْ ูِุชْู†َุฉٌ ุงَูˆْ ูŠُุตِูŠْุจَู‡ُู…ْ ุนَุฐَุงุจٌ ุงَู„ِูŠْู…ٌ 

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-nya (Rasul) takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih [an-Nรปr/24:63

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

ุฅِู†َّู‡ُ ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ู†َุจِูŠٌّ ู‚َุจْู„ِูŠْ ุฅِู„ุงَّ ูƒَุงู†َ ุญَู‚ًّุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠَุฏُู„َّ ุฃُู…َّุชَู‡ُ ุนَู„َู‰ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَูŠُู†ْุฐِุฑَู‡ُู…ْ ุดَุฑَّ ู…َุง ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُ ู„َู‡ُู…ْ

Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku melainkan wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang dia ketahui kepada umatnya dan memperingatkan keburukan yang dia ketahui kepada mereka [HR Muslim no 1844]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

ู…َุง ุชَุฑَูƒْุชُ ุดَูŠْุฆًุง ู…ِู…َّุง ุฃَู…َุฑَูƒُู…ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุจِู‡ِ ุฅِู„ุงَّ ูˆَู‚َุฏْ ุฃَู…َุฑْุชُูƒُู…ْ ุจِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุดَูŠْุฆًุง ู…ِู…َّุง ู†َู‡َุงูƒُู…ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฅِู„ุงَّ ูˆَู‚َุฏْ ู†َู‡َูŠْุชُูƒُู…ْ ุนَู†ْู‡ُ

Tidaklah aku meninggalkan sesuatu dari apa yang Allah Azza wa Jalla  perintahkan kepada kamu kecuali aku telah memerintahkannya, dan tidak pula aku meninggalkan sesuatu dari apa yang Allah Azza wa Jalla  larang kepada kamu kecuali aku telah melarangnya 

[HR Syรขfi’i, al-Baihaqi, al-Khathib al-Baghdรขdi, Silsilah ash-Shahรฎhah 4/416-417, Ta’lรฎqur-Risรขlah, hlm 93-103 Syaikh Ahmad Syรขkir]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

 ู…َุง ุจَู‚ِูŠَ ุดَูŠْุฆٌ ูŠُู‚َุฑِّุจُ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูˆَูŠُุจَุงุนِุฏُ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ ุฅِู„ุงَّ ูˆَู‚َุฏْ ุจُูŠِّู†َ ู„َูƒُู…ْ

Tidaklah tersisa sesuatupun yang bisa mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka, melainkan telah dijelaskan kepada kamu [Ar-Risรขlah karya Imam Syรขfi’i, hal 93 Ta’lรฎq Syaikh Ahmad Syรขkir]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ุงَ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุนَู…َู„ِ ุฅِู„ุงَّ ู…َุง ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุฎَุงู„ِุตًุง ูˆَุงุจْุชُุบِูŠَ ุจِู‡ِ ูˆَุฌْู‡ُู‡ُ

Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni untuk-Nya dan untuk mencari wajah-Nya 

[HR Nasรขi, no 3140; Silsilah Ash-Shahรฎhah, no 52;  Ahkรขmul Janรขiz, hal 63]


https://mfacebookcom/storyphp?story_fbid=pfbid03JfQoU32hsEb5TNvMpXM5GTpZcsg4ahJR8ZGVvf8TsiBGi6FxZpPpB6dBmbKAEdgl&id=100081182600047

===============================

Wallahu a'lam bishawab

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“ [HR Muslim, 3509]

Jazaakumullahu khairan


Share:

Keutamaan Sahabat Sa'ad bin Abu Waqqash ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ (Bag. 1)

Keutamaan Sahabat Sa'ad bin Abu Waqqash ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ (Bag. 1)
Bismillah...

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุนَุงู…ِุฑِ ุจْู†ِ ุฑَุจِูŠุนَุฉَ ุฃَู†َّ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ู‚َุงู„َุชْ

ุณَู‡ِุฑَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…َู‚ْุฏَู…َู‡ُ ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉَ ู„َูŠْู„َุฉً ูَู‚َุงู„َ ู„َูŠْุชَ ุฑَุฌُู„ًุง ุตَุงู„ِุญًุง ู…ِู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِูŠ ูŠَุญْุฑُุณُู†ِูŠ ุงู„ู„َّูŠْู„َุฉَ ู‚َุงู„َุชْ ูَุจَูŠْู†َุง ู†َุญْู†ُ ูƒَุฐَู„ِูƒَ ุณَู…ِุนْู†َุง ุฎَุดْุฎَุดَุฉَ ุณِู„َุงุญٍ ูَู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ู‡َุฐَุง ู‚َุงู„َ ุณَุนْุฏُ ุจْู†ُ ุฃَุจِูŠ ูˆَู‚َّุงุตٍ ูَู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…َุง ุฌَุงุกَ ุจِูƒَ ู‚َุงู„َ ูˆَู‚َุนَ ูِูŠ ู†َูْุณِูŠ ุฎَูˆْูٌ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุฌِุฆْุชُ ุฃَุญْุฑُุณُู‡ُ ูَุฏَุนَุง ู„َู‡ُ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุซُู…َّ ู†َุงู…َ

Dari 'Abdillah bin 'Amir bin Rabi'ah bahwa 'Aisyah dia berkata, "Pada malam pertama setibanya di Madinah, RasululIah ๏ทบ selalu jaga dan tidak pernah tidur. Setelah itu beliau pun berkata, _'Semoga ada seorang laki-laki yang shalih dari para sahabatku ini yang akan menjagaku pada malam ini'."

Aisyah berkata, "Ketika kami dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba kami mendengar suara senjata.. 

Kemudian Rasulullah bertanya, "Siapa kamu?

Orang itu menjawab, "Sa'ad bin Abi Waqqash".

Rasulullah ๏ทบ bertanya lagi, "Mengapa kamu datang kemari ya Sa'ad?". 

Sa'ad bin Abi Waqqash menjawab, "Didalam benak saya kekhawatiran terhadap diri Rasulullah ๏ทบ. OIeh karena itu, saya datang kesini untuk menjaganya". 

"Kemudian Rasulullah pun mendo'akan kebaikan bagi Sa'ad dan setelah itu beliau tidur".

(HR. Imam Muslim no. 2410 Kitab Keutamaan Sahabat, Bab Keutamaan Sa'ad bin Abu Waqqash radhiyallahu 'anhu, Syarh Shahih Muslim)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive