Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah

Thursday, March 7, 2024

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan (Bag.3)

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan (Bag.3)
Bismillah...

✒️Prof. DR. Umar ibnu Abdillah Al-Muqbil حفظه الله تعالى 

Diantara perkara yang dapat membantu memaksimalkan ketika bulan Ramadhan adalah :

"Melatih beramal mulai dari sekarang, seperti berpuasa pada bulan Sya'ban, mengerjakan sholat malam, memperbanyak tilawah Al-Qur'an dan sebagainya..

Dan membiasakan berpuasa merupakan sarana unruk memudahkan perkara diatas, ketika seseorang bangun sebelum subuh, mengerjakan sholat witir, yang akan membawa perubahan pada hati dan melembutkannya serta dapat menjauhkan dari segala perbuatan sia-sia, demikian pula memudahkan untuk tilawah Al-Qur'an dan seterusnya, bahwa tiga ibadah ini senantiasa membawa dampak kebaikan yang lain, dan jika ia belum mampu berpuasa, maka janganlah meninggalka yang lainnya.."

Dan diantara perkara yang membantu untuk mempersiapkan Ramadhan adalah : "Mengingatkan keluarga tentang dekatnya kedatangan tamu yang agung ini, dan melatih keluarga untuk melakukan tiga ibadah diatas atau sebahagian nya..

Allah ﷻ berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى 

"Dan perintahkan keluargamu untuk senantiasa mendirikan shalat, dan ajaklah untuk bersabar diatas nya, sesungguhnya Kami  (Allah) tidak meminta kepada mereka rizki, bahkan Kami lah yang menurunkan rizki bagi mereka, dan sesungguhnya akibat yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa." ```(Qs Thoha : 132)```

Jika engkau telah melakukan tahapan amalan diatas pada bulan Sya'ban ini, maka berusahalah untuk melakukan evaluasi dalam setiap harinya, hingga mengetahui kekurangan yang masih tersisa, dari mana kekurangan ini datang..

Dan jika bulan Ramadhan datang maka niscaya engkau telah mengkondisikan diri secara maksimal dan telah memperoleh jawaban dari mana kekurangan datang, hingga dapat memanfaatkan bulan mulia ini dengan baik.." 

Diantara amalan yang hendaknya dipersiapkan menjelang kedatangan bulan suci ini, adalah :

"Hendaknya kita memiliki waktu-waktu khusus untuk berkholwah berdzikir kepada Allah ﷻ, guna melembutkan hati dan mengingat perjumpaan dengan-Nya, apa yang telah kita persiapkan dari amalan yang terdahulu, dan apakah perbuatan kita yang sekarang mampu mendatangkan ridho Allah ﷻ..

Dengan sarana berdzikir dan ingat akan hal ini merupakan sarana untuk melembutkan hati dan membersihkan jiwa dan mampu membuahkan tetesan air mata, hingga ketika memasuki bulan suci ini hati kita telah Allah ﷻ berikan kesiapan dan menggolongkan sebagai hamba yang diberikan naungan di hari yang tiada naungan kecuali mereka-mereka yang Allah Ta'ala berikan naungan.."

Dan diantara persiapan untuk menyambut kedatangan bulan suci ini adalah :

"Tidak banyak berinteraksi dengan manusia kecuali secukupnya sesuai kebutuhan dan tidak banyak mengobrol, seperti ketika dalam pekerjaan atau menyelesaikan tugas tertentu, hendaknya meminimalkan interaktif kecuali yang mendatangkan maslahat, dikarenakan bisa jadi waktu akan terbuang sia sia, sebagaimana kenyataan hanya menimbulkan kerasnya hati, maka hendaknya jangan dilakukan hal tersebut diwaktu bulan kemuliaan telah datang.."

Diantara cara terbaik sebagaimana dilakukan oleh sebagian kita, meminta ijin untuk keluar dari semua bentuk koneksi seperti kumpulan WA atau FB atau Twitter akan bergabung kembali setelah usai Lebaran yang penuh berkah..


♻️ BERSAMBUNG  اإن شآء الله


•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

🌐 https://bbg-alilmu.com

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Banyak Yang Tidak Lulus Dengan Ujian Kekayaan

Banyak Yang Tidak Lulus Dengan Ujian Kekayaan
Bismillah...

Sebagaimana kita ketahui bahwa ujian itu bisa berupa kebaikan dan keburukan, bisa berupa kekayaan dan kemiskinan. Sebagaimana firman Allah,

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/ftinah.” (Al-Anbiyaa: 35)

Ternyata banyak yang tidak lulus dengan ujian yang diberikan berupa kekayaan. Buktinya adalah MAYORITAS PENDUDUK SURGA ADALAH ORANG MISKIN. Berarti banyak orang kaya yang tidak lulus ujian kekayaan dan orang miskin banyak yang lulus. Orang kaya juga banyak yang tertahan (lama hisabnya) untuk masuk surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.”

Mengapa demikian? Karena orang kaya merasa cukup dengan hartanya sehingga kurang merasa butuh Allah apalagi ditambah dengan kesombongan akan hartanya.

Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan hadits ini,

Orang kaya merasa dirinya sudah cukup dengan hartanya sehinga mereka sedikit beribadah dibandingkan orang miskin.”

Inilah maksud Ayat bahwa manusia akan melampui batas ketika merasa berkecukupan dengan hartanya.

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup". (Al ‘Alaq: 6-8).

Apakah tidak boleh Kaya? Tentu boleh, bahkan jika memang ia bisa menjadi kaya, maka jadilah orang kaya dan tidak lupa gunakan kekayaan itu untuk membantu agama Allah dan menolong sesama manusia. Yang perlu diingat:

Semakin kaya semakin dermawan, bukan semakin meningkatkan gaya hidup


Selengkapnya: https://muslimafiyah.com/banyak-yang-tidak-lulus-dengan-ujian-kekayaan.html


Penyusun: Raehanul Bahraen

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan (Bag.2)

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan (Bag.2)
Bismillah...

✒️Prof. DR. Umar ibnu Abdillah Al-Muqbil حفظه الله تعالى 

Wahai kaum muslimin..

Dikarenakan inilah dahulu para Generasi Salaf terdahulu menjadikan bulan Sya'ban menjadi sarana untuk melatih diri sebelum masuk dalam medan perlombaan, pintu gerbang telah terbuka lebar untuk memasuki babak perjuangan, sebagaimana kuda-kuda yang tidak terlatih, tidak akan pernah menyelesaikan perlombaan yang baik sebagaimana yang diharapkan, bahkan bisa jadi ia akan berhenti di tengah perjalanan..

Dan yang demikian banyak dipraktikkan oleh kebanyakan manusia, mereka semangat di permulaan bulan Ramadhan, namun terjadi kemunduran pada pertengahan bulan bahkan hingga akhir bulan Ramadhan.!!

Demikian juga sebahagian manusia berhati-hati pada permulaan bulan Ramadhan hingga tidak terasa telah melewati seperempat, bahkan sepertiga bulan, namun mereka masih dalam kondisi melatih membiasakan diri, hingga mereka kehilangan kebaikan yang sangat banyak..

Oleh karena itu, tatkala syariat sholat merupakan ibadah yang agung, maka Allah ﷻ menjadikan amalan-amalan tertentu sebagai pendamping dan pendahulu, seperti disyari’atkan Adzan, disyari’atkan berjamaah dimasjid, disyari’atkan sholat sunnah Rowatib, baik sebelum atau sesudahnya, hingga seorang hamba benar-benar terkondisikan untuk mengerjakan ibadah agung ini, yang merupakan kewajiban fardhu yang paling wajib, hingga meminimalkan dari segala dampak kekurangan yang sekiranya terjadi..

Adapun orang-orang yang cerdik, ia dapat mengetahui nilai keagungan waktu dan nilai kemuliaan hidup nya, serta mengagungkan musim kebajikan untuk akhirat nya, dan mempersiapkan diri untuknya dari sekarang dan mengkondisikan hati untuk menyambut kemuliaan dari Allah ﷻ dengan hati yang bersih, meninggalkan bersibuk dari kelezatan dunia untuk melakukan ketaatan-ketaatan..

Diantara perkara yang dapat membantu seseorang untuk merealisasikan anjuran diatas adalah : Senantiasa menyelesaikan urusan dan hajat yang sekiranya menyibukkan ketika bulan Ramadhan dari sekarang, diantaranya yang paling menonjol dari kaum lelaki dan perempuan adalah sibuk menyiapkan hari lebaran dan segala kebutuhannya, hingga di pertengahan bulan Ramadhan ia menyibukkan diri dari perkara ini, seolah olah hari lebaran datang sekonyong konyong..


♻️ BERSAMBUNG  اإن شآء الله


Dalam Naungan Ilmu Kumpulan Catatan Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc


•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

🌐 https://bbg-alilmu.com

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Wednesday, March 6, 2024

Buka Lembaran Baru

Saat Ramadhan telah datang
Bismillah...

Saudaraku rahimakumullaah..

Saat Ramadhan telah datang, biarkan pergi kabut dosa masa lalu, bersama dengan turunnya hujan taubatmu..

Biarkan Ramadhan bersemi indah dalam kalbumu, agar mewarnai gerak langkahmu..

Sambut sejuknya musim ampunan dan rahmat Rabbmu, biarkan membasahi kemarau jiwamu..

Buka lembaran baru, agar terbit mentari amal shalih dalam hidupmu..

Wahai pencari kebaikan sambutlah, wahai pencari kejelekan berhentilah..

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Apabila masuk hari pertama di bulan Ramadhan, setan-setan dan para jin yang paling durhaka itu dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak satu pun yang dibuka, pintu-pintu surga dibuka, tidak satu pun yang ditutup, dan berserulah seorang penyeru: 'Wahai Pencari kebaikan sambutlah, wahai Pencari kejelekan berhentilah', dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka, dan itu di setiap malam Ramadhan.”

```(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 759)```

• Al-‘Allamah As-Sindi رحمه  الله تعالى berkata,

قَوْلُهُ (يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ) مَعْنَاهُ يَا طَالِبَ الْخَيْرِ (أَقْبِلْ) عَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ فَهَذَا شَأْنُكَ تُعْطَى جَزِيلًا بِعَمَلٍ قَلِيلٍ (وَيَا طَالِبَ الشَّرِّ) أَمْسِكْ وَتُبْ فَإِنَّهُ أَوَانُ قَبُولِ التَّوْبَةِ

Sabda Nabi ﷺ, "Wahai Pencari kebaikan sambutlah".

Maknanya adalah, "Wahai Pencari kebaikan bersegeralah melakukan kebaikan, inilah urusanmu, engkau akan diberikan pahala besar walau dengan amalan kecil".

Dan sabda beliau ﷺ, "Wahai Pencari kejelekan berhentilah".

Maknanya adalah, "Berhentilah berbuat dosa dan bertaubatlah, karena sungguh bulan Ramadhan adalah waktu diterimanya taubat".

```(Haasyiyatus Sindi, 1/503)```


✒️Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc حفظه الله تعالى


•════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══•

🌐 https://www.instagram.com/p/CNlWT6ahkqu/

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tuesday, March 5, 2024

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan (Bag.1)

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan (Bag.1)
Bismillah...

✒️Prof. DR. Umar ibnu Abdillah Al-Muqbil حفظه الله تعالى 

إنِ الْحَمْدَ لِله، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، ونَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وأَنْتمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبً

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ..

Amma ba'du..

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya setiap hati orang-orang yang beriman senantiasa menanti kedatangan bulan yang agung ini, yaitu bulan Ramadhan yang menjadi tamu yang mulia, yang kita memandang ini merupakan nikmat yang besar dan hadiah yang sangat agung dari Allah Robb Yang Maha Pemurah.. 

Oleh karenanya para generasi Salaf terdahulu radhiyallahu anhum menjadikan masuknya bulan Sya'ban untuk persiapan menyambut kedatangan bulan Ramadhan, dan telah melatih jiwa-jiwa mereka untuk berbuat ketaatan..

Dan sungguh terdapat teladan dari Nabi Muhammad ﷺ dalam amalan menyambut kedatangan Ramadhan, beliau ﷺ memperbanyak puasa pada bulan sya'ban, hingga Ummu Mukminin A'isyah radhiyallahu anha berkata,

وما رأيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته في شهر أكثر منه صيامًا في شعبان

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa penuh satu bulan kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat  beliau banyak berpuasa dalam hari-harinya kecuali pada saat bulan Sya'ban."

```(HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)```

Dan dalam riwayat sunan An-Nasa'i dengan sanad yang dikuatkan oleh sebagian ahli Ilmu, terdapat penjelasan tentang sebab Nabi ﷺ banyak berpuasa dalam hari-hari bulan Sya'ban, dengan sabdanya,

ذاك شهر يغفل عنه الناس

"Bulan tersebut, banyak manusia yang melalaikannya.."

قال ابن رجب رحمه الله: "وفيه دليل على استحباب عمارة أوقات غفلة الناس بالطاعة، وأن ذلك محبوبٌ لله عز وجل...، ولذلك فُضّلَ القيامُ في وسط الليل لشمول الغفلة لأكثر الناس فيه عن الذِّكر"٠

Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, "Didalam hadits ini terdapat anjuran untuk memakmurkan waktu-waktu yang manusia sedang dalam kondisi lalai dari perbuatan taat, dan ini merupakan perbuatan yang dicintai oleh Allah ﷻ. Oleh karenanya, menunaikan sholat di tengah malam ketika kebanyakan manusia terlena memiliki keutamaan yang agung."


♻️ BERSAMBUNG  اإن شآء الله


Dalam Naungan Ilmu Kumpulan Catatan Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc


•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

 🌐 https://bbg-alilmu.com

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Do'a Menyambut Ramadhan

Do'a Menyambut Ramadhan
Bismillah...

Tanya :

Adakah do'a ketika menyambut bulan Ramadhan??

Jawab :

Bismillah was shalatu was salamu 'ala rasuulillah, amma ba'du..

PERTAMA :

Kami tidak menjumpai adanya do'a khusus ketika menyambut Ramadan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ maupun para sahabat. Hanya saja para sahabat dan para ulama generasi setelahnya menyambut Ramadhan ini dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Mereka ungkapkan kegembiraan ini dengan kalimat-kalimat yang mengandung do'a kebaikan dan harapan..

Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut Ramadan. Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu’alla bin Al-Fadhl (ulama tabi’ tabiin) yang mengatakan,

Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdo'a agar Allah mempertemukan mereka dengan Ramadhan. Kemudian selama enam bulan sesudah Ramadhan mereka berdo'a agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadan.”

(Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Satu harapan yang luar biasa. Karena mereka menilai Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa, sehingga mereka tidak akan menjadikannya kesempatan kesempatan yang sia-sia..

Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantunkan. Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir (seorang ulama tabi’in), bahwa beliau mengatakan,

"Diantara do'a sebagian sahabat ketika datang Ramadan,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

Allahumma sallimnii ilaa Romadhoona wa sallim lii Romadhoona wa tasallamhu minnii mutaqobballaa.

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”."

(Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

KEDUA :

Ada satu do'a yang dianjurkan untuk dibaca ketika masuk Ramadhan. Do'a itu adalah do'a melihat hilal. Akan tetapi sejatinya do'a ini adalah do'a umum, berlaku untuk semua awal bulan Hijriyah, ketika seseorang melihat hilal dan tidak khusus untuk bulan Ramadhan.

Teks do'a itu,

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا نُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahu akbar, Allahumma ahillahu ‘alainaa bil-amni wal iimaan, wassalaamati wal Islaami, wat taufiiqi limaa nuhibbu wa tardho, robbanaa wa robbukallaah

"Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.”

(HR. Ahmad 888, Ad-Darimi dalam Sunannya no. 1729, dan dinilai shahih oleh Syua’ib Al-Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad, 3/171).

Keterangan :

Do'a ini hanya dibaca ketika seseorang melihat hilal di awal bulan. Karena itu, bagi yang tidak melihat hilal, tidak disyariatkan membaca do'a ini ketika masuk awal bulan. Sebagaimana keterangan Dr. Sa’id Al-Qahthani dalam syarh Hisnul Muslim, hlm. 262.

Allahu a’lam


Ditulis oleh: Ustadz Ammi Nur Baits حفظه الله تعالى

(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


🌐 https://konsultasisyariah.com/19029-doa-menyambut-Ramadan.html

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Sunday, February 25, 2024

Nasibmu Ada Pada Sholatmu

Nasibmu Ada Pada Sholatmu
Bismillah...

👉 Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab.👈 Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz Dzahabi)


https://rumaysho.com/4953-13-kedudukan-shalat-dalam-islam.html

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts

Blog Archive