Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Showing posts with label Lailatul Qadar. Show all posts
Showing posts with label Lailatul Qadar. Show all posts

Wednesday, April 19, 2023

Haid Datang Saat 10 Hari Terakhir Atau Saat Malam Lailatul Qadar

Haid Datang Saat 10 Hari Terakhir Atau Saat Malam Lailatul Qadar
Bismillah...

Jangan berkecil hati. Meski tidak bisa melaksanakan ibadah shalat, puasa, tidak boleh membaca Al-Quran dengan memegang mushaf menurut banyak ulama tapi masih bisa melakukan ibadah atau hal-hal lainnya yang bermanfaat, sehingga mudah-mudahan ia pun bisa mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar 

1. Berdzikir & Berdo'a

Seperti do'a yg diajarkan kepada Nabi,

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنا

"Ya Allah sesungguhnya Engkau pemaaf dan mencintai permohonan maaf. Maka maafkanlah aku."

2. Menyimak orang yang membaca Al-Quran. Semisal duduk di pelataran masjid yang bukan area masjid mendengarkan bacaan Imam shalat taraweh. 

3. Mendengarkan Murattal atau ceramah dari YouTube dsb.

4. Membaca buku-buku Islam spt tafsir dan lainnya.

5. Ikhlas dan Ridha dengan ketentuan Allah. 

Bahwa dia tidak mengerjakan ibadah-ibadah yang dilarang bagi wanita haid juga dikarenakan ketundukan dalam menjalankan syariat Islam yang melarang wanita haid melakukan ibadah-ibadah tertentu dan dia mengharapkan ganjarannya dari Allah.

Semoga bermanfaat. 


Senin pagi di peristirahatan.

26 Ramadhan 1444

17 April 2023

R@R


Copas Ridwan Abu Rayhana

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

SETIAP Orang Akan Bertemu Dengan Lailatul Qadar

SETIAP Orang Akan Bertemu Dengan Lailatul Qadar
Bismillah...

Namun yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kondisi kita pada malam tersebut?

• Ada orang di Lailatul Qadar membaca Al-Quran..

• Ada orang di Lailatul Qadar banyak berdoa..

• Ada orang di Lailatul Qadar bertaubat..

• Ada orang di Lailatul Qadar bersedekah..

• Ada orang di Lailatul Qadar belajar/mengajarkan ilmu agama..

• Ada orang di Lailatul Qadar sedang berdzikir..

• Ada orang di Lailatul Qadar silaturahim ke kerabat..

Dan mengerjakan amal shalih lainnya, maka orang-orang itu termasuk orang yang sangat beruntung..

☝🏼SEBALIKNYA..

• Ada orang di Lailatul Qadar nonton bioskop..

• Ada orang di Lailatul Qadar pacaran..

• Ada orang di Lailatul Qadar jalan-jalan ke Mall..

• Ada orang di Lailatul Qadar nonton film dewasa..

• Ada orang di Lailatul Qadar ghibah..

• Ada orang di Lailatul Qadar judi..

• Ada orang di Lailatul Qadar mabuk..

Dan melakukan dosa dan maksiat lainnya, maka orang-orang ini adalah termasuk orang yang rugi..

Demikianlah sejatinya setiap kita bertemu Lailatul Qadar tapi bagaimana kondisi kita pada malam tersebut?

Apakah kita termasuk orang yang sedang beribadah kepada Allah atau justru kita termasuk orang yang sedang bermaksiat kepada Allah ﷻ..

☝🏼 Karena itu hendaknya setiap muslim harus berusaha di 10 malam terakhir Ramadhan untuk melakukan ibadah dan mengerjakan amal shalih. Dengan demikian kesempat kita untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar akan semakin besar..

🤲🏼 Semoga Allah ﷻ memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita termasuk orang-orang yang dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar dalam keta'atan mengerjakan amal shalih. Aamiin..


✍🏼 Habibie Quotes

Ig - www.instagram.com/habibiequotes_

Tg - https://t.me/habibiequotes

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tuesday, April 18, 2023

Lailatul Qadar Pada Malam Ke 27?

Lailatul Qadar Pada Malam Ke 27?
Bismillah...

عَنْ زِرٍّ قَالَ قُلْتُ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ

أَنَّى عَلِمْتَ أَبَا الْمُنْذِرِ أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ قَالَ بَلَى أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا لَيْلَةٌ صَبِيحَتُهَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ فَعَدَدْنَا وَحَفِظْنَا

وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمَ ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَلَكِنْ كَرِهَ أَنْ يُخْبِرَكُمْ فَتَتَّكِلُوا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dari Zirr berkata; "Aku bertanya kepada Ubay bin Ka'ab, 'Wahai Abu Mundzir, dari mana engkau tahu bahwa Lailatul Qadar pada malam Dua Puluh Tujuh?"

Dia menjawab, "Memang demikian, telah mengabarkan kepada kami Rasulullah ﷺ bahwa itu adalah malam yang mana pagi harinya matahari terbit tanpa bersinar, lalu tanda tersebut kami hapalkan..

Demi Allah sebenarnya Ibnu Mas'ud mengetahui tanda tersebut pada bulan Ramadhan. Dan itu pada malam ke Dua Puluh Tujuh, namun dia tidak ingin mengabari kalian karena takut kalian hanya akan menunggu tanpa beramal."

Abu 'Isa berkata, "Ini merupakan hadits hasan shahih."

(HR. Imam Tirmidzi no.723 Kitab : Puasa)

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ

تَذَاكَرَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَقَالَ أُبَيٌّ أَنَا وَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ أَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَخْبَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ تَمْضِي مِنْ رَمَضَانَ وَآيَةُ ذَلِكَ أَنَّ الشَّمْسَ تُصْبِحُ الْغَدَ مِنْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ تَرَقْرَقُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ

فَزَعَمَ سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ أَنَّ زِرًّا أَخْبَرَهُ أَنَّهُ رَصَدَهَا ثَلَاثَ سِنِينَ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ يَدْخُلُ رَمَضَانُ إِلَى آخِرِهِ فَرَآهَا تَطْلُعُ صَبِيحَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ تَرَقْرَقُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ

Dari Ubay bin Ka'b dia berkata, "Para sahabat Rasulullah ﷺ sedang menyebut-nyebut tentang malam Lailatul Qadar.."

Maka berkatalah Ubay, "Aku, demi Dzat yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, aku tahu malam apa dia terjadi, yaitu malam yang Rasulullah ﷺ telah ceritakan kepada kami, malam ke Dua Puluh Tujuh dalam bulan Ramadhan, dan tanda-tandanya adalah bahwa pada pagi hari dari malam tersebut matahari akan bersinar tanpa ada panas teriknya."

Maka Salamah bin Kuhail menyangka bahwa Zir telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia selalu mengamati selama tiga tahun dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan, bahwa pada pagi hari di hari yang ke Dua Puluh Tujuh, matahari bersinar terang tanpa terik panas."

(HR. Imam Ahmad no. 20247 Kitab Musnad Al Anshar)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, April 17, 2023

Teruslah Bersemangat Dalam Mencari Lailatul Qadr

Teruslah Bersemangat Dalam Mencari Lailatul Qadr
Bismillah...

• Syaikh Shalih Al-Fauzan حفظه الله تعالى berkata,

فيا أيها المسلمون: اجتهدوا في هذه الليلة المباركة بالصلاة والدعاء والاستغفار والأعمال الصالحة فإنها فرصة العمر ، والفرص لا تدوم؛

فإن الله سبحانه أخبر أنها خير من ألف شهر ، وألف شهر تزيد على ثمانين عاما ، وهي عمر طويل لو قضاه الإنسان كله في طاعة الله ، فليلة واحدة وهي ليلة القدر خير منه ، وهذا فضل عظيم .

"Wahai segenap kaum muslimin, bersemangatlah kalian di malam-malam yang diberkahi ini (10 hari terakhir ramadhan) untuk menjalankan ibadah shalat, do'a, istighfar, dan berbagai amal saleh. Karena ini merupakan kesempatan (emas) di dalam umur kita dan yang namanya kesempatan tidak selamanya ada.. 

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberitakan bahwa (Lailatul Qadar) lebih baik daripada seribu bulan. Seribu bulan apabila dikalkulasikan maka itu lebih dari delapan puluh tahun, dan itu merupakan masa (tahun) yang sangat panjang..

Seandainya seseorang menghabiskan waktu selama itu untuk ketaatan kepada Allah, maka SATU HARI INI SAJA (Lailatul Qadar) AKAN LEBIH BAIK DARINYA..

Sungguh ini merupakan suatu keutamaan yang sangat besar..".

```📚 (Majalis Syahri Ramadhan, 247)```


https://shahihfiqih.com/teruslah-bersemangat-dalam-mencari-lailatul-qadr/

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Kebanyakan Lailatul Qadar Di Malam 27 Ramadhan

Kebanyakan Lailatul Qadar Di Malam 27 Ramadhan
Bismillah...

Sahabat yang mulia Ubay bin Ka'ab radhiallahu 'anhu berkata,

وَاللهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهَا، وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

"Demi Allah, aku benar-benar mengetahui tentang lailatul qadar, dan kebanyakan yang aku ketahui adalah malam yang kami diperintahkan Rasulullah ﷺ untuk sholat padanya, yaitu malam 27 Ramadhan.

[HR. Muslim]

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim rahimahullah berkata,

وَأَكْثَرُ مَا تَكُونُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ كَمَا كَانَ أبي بْنُ كَعْبٍ يَحْلِفُ أَنَّهَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

"Dan kebanyakan lailatul qadar terjadi pada malam 27 Ramadhan sebagaimana Ubay bin Ka’ab pernah bersumpah bahwa lailatul qadar itu pada malam 27 Ramadhan.

[Majmu' Al-Fatawa, 25/285]

Disebutkan dalam fatwa Kumpulan Ulama Besar Ahlus Sunnah wal Jama'ah,

والصواب أنها  تتنقل في العشر، ولا تنحصر في ليلة السابع والعشرين، ولكن الناس لما سمعوا ليلة السابع والعشرين هي أرجى الليالي، صاروا يتحرون الصدقة فيها مضاعفة لأنه جل وعلا قال: لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، والمعنى أن الصدقة فيها، والعمل الصالح يضاعف مضاعفة كثيرة، أفضل من العمل في ألف شهر، وهذا شيء عظيم، ينبغي على الناس الاستفادة في الإنفاق فيها والإحسان فيها، والصلاة وغير ذلك

"Yang benar adalah lailatul qodr itu bisa terjadi kapan saja di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tidak terbatas di malam 27, akan tetapi ketika manusia mendengar (bahwa terdapat hadits yang shahih) malam 27 adalah malam yang paling diharapkan terjadinya lailatul qodr maka mereka pun berusaha untuk bersedekah lebih banyak di malam tersebut karena Allah jalla wa 'ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Lailatul qodr lebih baik daripada 1000 bulan." [Qs Al-Qodr: 3]

Maknanya adalah bersedekah dan beramal shalih di malam tersebut lebih baik daripada amalan selama 1000 bulan. Ini adalah sesuatu yang agung. Sepantasnya bagi manusia untuk memanfaatkan malam ini dengan berinfak, berbuat kebaikan, sholat dan amalan lainnya."

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 16/487-488 no. 327]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

═══ ❁✿❁ ═══

Bimbingan Umroh & Haji Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah

Insya Allah Umroh & Haji 2023

- Awal Syawwal Plus Thaif 8-16 Mei 2023

- Akhir Muharram (UMROH PLUS DAUROH KITAB) 17-25 Agustus 2023

- Haji Furoda 2023 (Langsung Berangkat Tahun Ini Insya Allah, Bisa Menggunakan Notaris)

HUBUNGI wa.me/628118247111

═══ ❁✿❁ ═══

GABUNG TELEGRAM

t.me/taawundakwah

t.me/sofyanruray

t.me/kajian_assunnah

t.me/videokitabtauhid

t.me/kaidahtauhid

t.me/akhlak_muslim


WA GROUP KAJIAN ISLAM

Ketik: Daftar

Kirim ke wa.me/628111833375

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Saturday, April 15, 2023

Di Malam Itu Bumi Penuh Sesak

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni..
Bismillah...

Disaat itu, bumi penuh sesak.. 

Malaikat turun dengan jumlah tak terhingga, membawa kebaikan dan keberkahan hingga terbit fajar..

Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, "Malaikat akan turun pada malam lailatul qadar dengan jumlah tak terhingga". (Zaadul Masiir, 9/192)

Allah سبحانه وتعالى berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ , تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar". (Qs. Al Qadr 3-5)

Wahai saudaraku..

Maka jangan sampai kita biarkan hanya berlalu begitu saja malam itu, karena jika terluputkan oleh kita, maka terluput pula banyak kebaikan dalam hidup kita..

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda,

فِيهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Di bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa diharamkan dari memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput dari seluruh kebaikan”. (HR. Ahmad 2/385. Hadits shahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth rahimahullah)

Maka jika engkau berjumpa dengannya ucapkanlah,

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni.."

Sebagaimana riwayat dari Aisyah رضي الله عنها, beliau berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ( قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى )

Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?

Beliau ﷺ menjawab, 

Katakanlah, 'Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni

Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi 3513)

Mari saudaraku, kita masih ada waktu..

Jangan sampai terlewatkan oleh kita malam yang mulia itu..


🌐 https://shahihfiqih.com/artikel/pada-malam-itu-bumi-penuh-sesak-2/


@STaushiyyah 

tg: Telegram.me/STaushiyyah

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar

Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar
Bismillah...

Syaikh Khalid Al-Mushlih hafizhahullah menyatakan bahwa tidak ada tanda khusus jika seseorang telah mendapatkan Lailatul Qadar. Terang beliau, kalau kita memperbanyak beribadah terus menerus di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tentu akan mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut.

Yang patut pula dipahami bahwa cara menghidupkan malam tersebut bisa dengan mengerjakan shalat Isya, shalat tarawih (shalat malam) dan shalat shubuh. Mengerjakan ketiga shalat ini dapat dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk.

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ.

Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221)

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.”

📚 HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim


➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📺 Twitter : salafittiba

🖥 Youtube : salaf ittiba

🌏 Web : salafittiba.com

💻 Facebook : Salaf Ittiba

📱 Instagram : @salaf.ittiba

🌐 Telegram : t.me/salafittiba

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


 

Share:

Tidak I'tikaf, Tidak Mendapatkan Lailatul Qadar?

Tidak I'tikaf, Tidak Mendapatkan Lailatul Qadar?
Bismillah...

Ada yang berkecil hati karena tidak bisa melakukan i’tikaf di masjid, lantas ia menilai bahwa ia tidak bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar..

✋🏼Apakah benar demikian?

Perlu dipahami, para ulama salaf berpendapat bahwa, keutamaan Lailatul Qadar itu akan diperoleh oleh setiap muslim yang diterima amalnya di malam tersebut..

• Ibnu Rajab رحمه الله تعالى dalam kitabnya Lathoif Al Ma’arif (hal. 341) membawakan hadits dalam musnad Imam Ahmad, sunan An Nasai, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Di dalam bulan Ramadhan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan.” (HR. An Nasai no. 2106, shahih)

☝🏼Bahkan sampai musafir dan wanita haidh pun bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar..

• Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya tidak lalai dalam dzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari Lailatul Qadar?

• Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut.” (Lathoif Al Ma’arif, hal. 341)

• Ibnu Rajab رحمه الله تعالى menasehatkan, “Wahai saudaraku, yang terpenting bagaimana membuat amalan itu diterima, bukan bergantung pada kerja keras kita..

Yang jadi patokan adalah pada baiknya hati, bukan usaha keras badan. Betapa banyak orang yang begadang untuk shalat malam, namun tak mendapatkan rahmat. Bahkan mungkin orang yang tidur yang mendapatkan rahmat tersebut..

Orang yang tertidur hatinya dalam keadaan hidup karena berdzikir pada Allah. Sedangkan orang yang begadang shalat malam, hatinya yang malah dalam keadaan fajir (berbuat maksiat pada Allah).” (Lathoif Al Ma’arif, hal. 341)

Anugerah Allah ﷻ itu begitu besar. Karunia tersebut tidak terbatas pada segelintir orang. Perbanyaklah terus ibadah di akhir-akhir Ramadhan..

Semoga kita mendapatkan anugerah Lailatul Qadar, dan mendapatkan kemuliaan di malam tersebut..


📚 Referensi :

•• Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islamiy, cetakan pertama, tahun 1428 H.


✒️ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى


🌐 https://rumaysho.com/8241-tanpa-melakukan-itikaf-apa-bisa-mendapatkan-malam-lailatul-qadar.html

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Friday, April 14, 2023

Diantara Dalil Turunnya Lailatul Qadar Pada Malam Ke 23

Diantara Dalil Turunnya Lailatul Qadar Pada Malam Ke 23
Bismillah...

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُنَيْسٍ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أُنْسِيتُهَا وَأَرَانِي صُبْحَهَا أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ قَالَ فَمُطِرْنَا لَيْلَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ فَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْصَرَفَ وَإِنَّ أَثَرَ الْمَاءِ وَالطِّينِ عَلَى جَبْهَتِهِ وَأَنْفِهِ

قَالَ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُنَيْسٍ يَقُولُ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ

Dari Abdullah bin Unais bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

"Aku diperlihatkan Lailatul Qadr, kemudian aku lupa. Dan esok paginya aku sujud di tanah yang basah". 

Abdullah bin Unais berkata, "Kemudian turun hujan pada malam ke dua puluh tiga dan Rasulullah ﷺ shalat bersama kami. Kemudian beliau pulang dan terlihat bekas tanah basah di dahi dan hidung beliau".

Abdullah bin Unais juga berkata, "Itu adalah malam kedua puluh tiga".

(HR. Shahih Muslim no. 1997 Kitab Ash shiyam)

عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ

أُتِيتُ وَأَنَا نَائِمٌ فِي رَمَضَانَ فَقِيلَ لِي إِنَّ اللَّيْلَةَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ قَالَ فَقُمْتُ وَأَنَا نَاعِسٌ فَتَعَلَّقْتُ بِبَعْضِ أَطْنَابِ فُسْطَاطِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ يُصَلِّي فَنَظَرْتُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ قَالَ فَإِذَا هِيَ لَيْلَةُ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ

Dari Ikrimah berkata; "Ibnu 'Abbas berkata; 'Aku didatangi ketika aku sedang tidur pada malam ramadhan, kemudian di sampaikan kepadaku; bahwa malam ini adalah Lailatul Qadar, maka aku pun bangun dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti. Aku bergantungan (pegangan) kepada tali tenda Rasulullah ﷺ, dan ternyata beliau sedang melakukan shalat. kemudian aku perhatikan malam itu, dan ternyata malam itu adalah tanggal dua puluh tiga'."

(HR. Imam Ahmad no. 2416 Kitab Waman Musnad Bani Hasyim)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Thursday, April 13, 2023

Malam Ganjil Di Malam Jum'at = Lailatul Qadar?

Bismillah...

Apabila malam jum'at bertepatan dengan malam ganjil pada akhir Ramadhan, apakah ini pertanda Lailatul Qadr?

• Syeikh Shalih Al Munajjid رحمه الله تعالى berkata,

لم نجد من الأحاديث النبوية أو أقوال الصحابة ما يؤيد هذا القول

"Kami tidak menemukan hadits-hadits Nabawi atau perkataan Para shahabat yang menguatkan pendapat ini". (Al-islam su'al wa jawab:222685)

Nabi kita ﷺ hanya menyuruh untuk mencari malam Lailatul Qadr pada sepuluh akhir Ramadhan terlebih pada malam ganjil..

• Rasulullah ﷺ bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ 

Carilah Lailatul Qadr pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan". (Muttafaqun alaih)

• Al-Hafidz Ibnu Hajar رحمه الله تعالى mengatakan,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ مُنْحَصِرَةٌ فِي رَمَضَان ، ثُمَّ فِي الْعَشْر الْأَخِيرِ مِنْهُ ، ثُمَّ فِي أَوْتَارِهِ ، لَا فِي لَيْلَةٍ مِنْهُ بِعَيْنِهَا , وَهَذَا هُوَ الَّذِي يَدُلُّ عَلَيْهِ مَجْمُوع الْأَخْبَار الْوَارِدَة فِيهَا " انتهى من " فتح الباري " (4/260).

Lailatul Qadar hanya ada pada bulan Ramadhan, kemudian di dalam sepuluh malam akhir, kemudian waktu-waktu ganjil. Bukan pada malam tertentu secara pasti. Ini yang ditunjukkan dalam sekumpulan khabar (hadits) yang ada".  (Fathul Bari, 4/260)

• Ibnu Rajab Al-Hanbali رحمه الله تعالى dari Ibnu Hubairah, ia berkata,

"وإن وقع في ليلة من أوتار العشر ليلة جمعة ، فهي أرجى من غيرها " .

انتهى من " لطائف المعارف لابن رجب " (ص/203) .

Jika malam ganjil di sepuluh malam akhir (Ramadhan) terjadi pada malam Jum’at, maka ia lebih kuat (bertepatan dengan Lailatul Qadr) dibandingkan dengan lainnya". (Latha’iful Ma’arif, hal. 203)

Namun demikian perkataan tersebut hanyalah motivasi agar lebih bersemangat pada malam ganjil terlebih malam jum'at..

Intinya kita tidak boleh memastikan bahwa jika malam ganjil bertepatan dengan malam jum'at itu pertanda Lailatul Qadr..


Demikian wabillahittaufiq, semoga bermanfaat..


✒️Ustadz Abu Abdillah حفظه الله تعالى

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tanda-tanda Lailatul Qadar

Tanda-tanda Lailatul Qadar
Bismillah...

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْبَوَاقِي مَنْ قَامَهُنَّ ابْتِغَاءَ حِسْبَتِهِنَّ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَهِيَ لَيْلَةُ وِتْرٍ تِسْعٍ أَوْ سَبْعٍ أَوْ خَامِسَةٍ أَوْ ثَالِثَةٍ أَوْ آخِرِ لَيْلَةٍ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لَا بَرْدَ فِيهَا وَلَا حَرَّ وَلَا يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلَا يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ

Dari 'Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir, barangsiapa bangun di malam-malam itu dengan dorongan mencari pahalanya, Allah tabaaraka wa Ta'ala mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang berikutnya, ia terjadi pada malam ganjil; kesembilan, ketujuh, kelima, ketiga atau malam terakhir."

Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Tanda-tanda Lailatul Qadar adalah malam yang terang sepertinya ada rembulan terbit, tenang, sunyi, tidak dingin, tidak panas, tidak dihalalkan bagi bintang-bintang untuk dilemparkan di malam itu hingga pagi, dan tanda-tandanya adalah di pagi harinya matahari terbit merata, pancaran cahayanya tidak seperti rembulan di malam purnama, dan tidak halal bagi setan untuk keluar di saat itu.

(HR. Imam Ahmad no. 21702 Kitab Baqi Musnad Al anshar)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Wednesday, April 12, 2023

JANGAN Remehkan Malam Genap!!

JANGAN Remehkan Malam Genap!!
Bismillah...

Ibnu Taimiyah رحمه الله تعالى berkata,

"Lailatul qadar sudah diketahui di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Inilah yang disebutkan dari Nabi ﷺ dalam sabda beliau,

هِيَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Malam lailatul qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Malam tersebut lebih mungkin ditemukan pada malam ganjil..

Akan tetapi, ganjil tersebut bisa dihitung dari awal bulan, maka malam yang dicari adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Namun bisa jadi pula lailatul qadar dihitung dari malam yang tersisa. Sebagaimana Nabi ﷺ bersabda,

لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى

Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa”.  (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, berarti malam ketiga puluh adalah malam yang menggenapi. Jika dihitung dari hari terakhir, malam ke-22 berarti sembilan hari yang tersisa. Malam ke-24 berarti tujuh hari yang tersisa. Inilah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri dalam hadits shahih. Inilah yang dilakukan Nabi ﷺ tanpa memilah-milah hari ganjil dan genap.."


🌐 https://rumaysho.com/3507-lailatul-qadar-bisa-pada-malam-genap.html


@yourihrish x @thesunnah_path

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Tuesday, April 11, 2023

Do'a Ketika Lailatul Qadar

Do'a Ketika Lailatul Qadar
Bismillah...

Doa Lailatur Qadar

Pertanyaan:

Adakah doa khusus lailatul qadar? Dan bagaimana cara yang benar mengucapkan doa ini?

Jawaban:

Terdapat riwayat dari Aisyah, bahwa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika lailatul qadar adalah

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.

Hadis selengkapnya:

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “

Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab: Ucapkanlah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN

(HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua’bul Iman 3426. Hadis ini dinilai shahih oleh Al-Albani).

Adakah tambahan “kariimun”?

Kita sering mendengar orang membaca doa yang mirip dengan ini, namun dengan tambahan:

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْــمٌ تُـحِبُّ …

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIMUN TUHIBBU…

Benarkah tambahan ini?

Disebutkan dalam Silsilah Ahadits as-Shahihah:

Dalam Sunan Turmudzi, setelah ‘afuwun, terdapat tambahan “kariimun”! Tambahan ini sama sekali tidak terdapat dalam referensi cetakan lama, tidak juga dalam cetakan lain yang menukil darinya. Kelihatannya, ini adalah tambahan dari sebagian pentranskrip atau penerbit. Tambahan ini tidak ada dalam cetakan al-Hindiyah untuk Sunan Turmudzi yang ada syarahnya Tuhfatul Ahwadzi karya Mubarokfuri dan tidak pula dalam cetakan lainnya. Diantara yang menguatkan hal itu, bahwa Imam an-Nasai meriwayatkan doa ini dengan jalur sanad sebagaimana yang ada dalam sunan Turmudzi, keduanya berasal dari gurunya: Quthaibah bin Said dengan sanadnya dan tidak ada tambahan tersebut (Silsilah Ahadits as-Shahihah, catatan untuk hadis no. 3337)

Kesimpulannya bahwa tambahan “kariim” tidak ada dalam hadis. Kemungkinan, itu adalah tambahan proses transkrip atau dari penerbit. Allahu a’lam.

Doa yang lain?

Disebutkan dalam riwayat lain, diantara doa yang dianjurkan untuk diucapkan adalah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ

ALLAHUMMA INNII AS-ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYAH

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan terbebas dari masalah

Dalilnya:

Dari Abdullah bin Buraidah, bahwa Aisyah radhiallahu ‘anha, pernah mengatakan :

لَوْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِي فِيهَا أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ

Jika saya tahu bahwa suatu malam itu adalah lailatul qadar, tentu doa yang paling banyak kuucapkan di malam itu, aku meminta kepada Allah ampunan dan terbebas dari masalah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 29189. Al-Albani menilai riwayat ini shahih, dan  beliau berkomentar, “Nampaknya, Aisyah mengatakan demikian karena pendapat pribadinya.” Simak Silsilah as–Shahihah, 7:1011).

Catatan:

Pada dasarnya, lailatul qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Karena setiap muslim bisa membaca doa apapun untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Dan doa Aisyah diatas adalah doa yang terbaik, karena doa ini diajarkan langsung oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada istri tercintanya. Oleh karena itu, doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang.

Cara membaca doa lailatul qadar:

1. Doa lailatul qadar hanya dibaca di malam hari, ketika seorang muslim memiliki dugaan kuat bahwa malam itu adalah lailatul qadar. Seseorang bisa memperkirakan apakah malam itu lailatul qadar ataukah bukan melalui ciri malam tersebut.

2. Tidak ada bilangan tertentu untuk doa ini, karena itu bisa dibaca berapa pun jumlahnya. Semakin banyak, semakin bagus.

3. Bisa juga diselingi dengan kegiatan yang lain. Misalnya: membaca doa ini 3 kali, kemudian shalat, setelah itu membaca lagi dan membaca doa yang lain.


Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)


Referensi: https://konsultasisyariah.com/13225-doa-ketika-lailatul-qadar.html


Via HijrahApp

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Bekal Ramadhan #23: Ramadhan, Antara Meraih Taqwa dan Celaka

Bekal Ramadhan #23: Ramadhan, Antara Meraih Taqwa dan Celaka
Bismillah...

Hari demi hari dengan perlahan ramadhan mulai berlalu. Malam-malam pengampunan dan pembebasan dari api neraka mulai berkurang. Sungguh Allah telah menjadikan ramadhan sebagai bulan pengampunan bagi hamba hamba Nya. Maka beruntunglah orang-orang yang diampuni dan merugilah orang orang selain itu.

Rasulullah bersabda ketika beliau menceritakan tentang bulan ramadhan:

و لله عتقاء من النار، و ذلك كل ليلة

Dan Allah membebaskan sejumlah orang dari neraka, dan itu terjadi setiap malam.” (HR. Tirmidzi)

Orang yang bijak tentu ia berharap termasuk dari orang-orang yang Allah ampuni dosa mereka. Sehingga mereka terbebas dari api neraka tersebut. Ia pun takkan menyianyiakan kesempatan tersebut. Ia akan memaksimalkan ibadahnya dan istighfarnya berharap Allah menerima amalan amalanya dan mengampuni dosa-dosanya.

Karena nyatanya, banyak orang-orang yang ketika memasuki bulan Ramadhan, bukannya mendapat takwa yang mereka dapat, namun malah celaka. Ramadhan menjadi bumerang baginya. sebagaimana yang rasulullah sabdakan:

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ، ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Celaka seseorang yang mendapati bulan romadhon, kemudian bulan tersebut berlalu sebelum dosa dosanya diampuni”. (HR Tirmidzi).

Bulan ramadhan, didalamnya banyak amal-amal yang termasuk menjadi sebab datangnya ampunan. Taubat adalah penghapus dosa. Istighfar adalah penghapus dosa. Puasa adalah menghapus dosa. Qiyamul lail adalah menghapus dosa. Antara Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa. Amal shalih adalah menghapus dosa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, diantara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ

Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR. Bukhari no. 3586 dan Muslim no. 144)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Perhatikan!! Namun jika dengan sebanyak fasilitas tersebut kemudian seseorang tetap saja penuh dosa, maka itulah yang dikecam oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dalam hadits diatas

Semoga Allah menerima amal shalih kita di bulan ini dan mengampuni dosa-dosa kita.


https://hamalatulquran.com/bekal-ramadhan-23-ramadhan-antara-meraih-taqwa-dan-celaka/

•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

Penulis: Muhammad Sulhan Ziaul Baita

(Alumni PP. Hamalatul Quran dan mahasiswa fakultas syariah, Universitas Islam Madinah)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Memasuki Babak Final Ramadhan

Memasuki Babak Final Ramadhan
Bismillah...

Kita memasuki malam puncak dari malam-malam di bulan Ramadhan. 

Inilah babak Final! Prime Time yang harus kita manfaatkan..

Persiapkan diri anda, ini adalah kelas akselerasi..

10 Hari Terakhir.. Diantara malam-malam tersebut ada satu malam dimana kita berkesempatan (jika berhasil) meraih pahala seperti beribadah selama 1000 bulan..

Dalam firman Allah ﷻ disebutkan,

Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.”  (QS. Al-Qadar: 3)

Dan untuk malam spesial ini, bukan saja pahala berlipat yang akan kita dapatkan, namun juga ampunan..

ya, ampunan dari dosa-dosa kita..

Sabda Nabi ﷺ yang sangat terkenal,

Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari)

Dengan demikian, tidak heran jika Aisyah radhiyallahu ‘anha bertutur, “Nabi ﷺ bersungguh-sungguh dalam beribadah dengan kesungguhan yang tidak pernah terlihat di waktu-waktu yang lain.” (HR. Muslim)

Renungkanlah..

Jika sosok sekaliber Nabi ﷺ yang akan membuka pintu Surga pertama kali di hari kiamat masih mencari malam tersebut, lalu bagaimana dengan kita?

Jika Kekasih Allah dan seseorang yang telah diampuni seluruh kekhilafannya masih mencari malam Lailatul Qadr, lalu apakah kita pantas santai-santai saja?

Jika seorang Nabi terbaik bangun untuk menghidupkan malam-malamnya, lalu kita membaca do’a tidur?

Jika Rasul ﷺ sibuk membaca Alqur’an, lalu orang seperti kita sibuk nongkrong di luar?

Lalu kita meremehkan??

Sibuk menonton TV acara yang tidak bermanfaat??

Saudaraku..

Ini 10 hari terakhir, jangan lengah! Maksimalkanlah! Usir rasa kantuk itu..!!

Ingatlah..

Inilah babak final bulan suci dan ingatlah, kekalahan yang paling menyakitkan adalah kekalahan di sebuah partai final..

Semoga Allah memberikan taufiq untuk kita semua..

Selamat berjuang..!!

Bismillaah..


✒️Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc حفظه الله تعالى

 

🌐 https://bbg-alilmu.com/archives/19470

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar
Bismillah...

LAILATUL QADAR

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا 

لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

1. "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan)".

2. "Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

3. "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan".

(QS. Al Qadr: 1-3)

 عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Dari 'Aisyah رضي الله عنها bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan".

(HR. Shahih Bukhari no. 1878 Kitab Shalat Tarawih)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »

Dari ‘Aisyah رضي الله عنها, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lalu apa do’a yang mesti kuucapkan?”.

Jawab Rasul ﷺ, 

“Berdo’alah,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى 

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku”.

(HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Bekal Ramadhan #22: Memburu Lailatul Qadar di Rumah

Bekal Ramadhan #22: Memburu Lailatul Qadar di Rumah
Bismillah...

Tidak disebutkannya kapan waktu tepatnya lailatul qadar yang memiliki keutamaan malam yang lebih baik dari 1000 bulan, sungguh-sungguh akan memberikan jejak.

Ya, jejak siapa orang yang bersungguh-sungguh dan siapa yang bermalas-malas.

Orang yang bersungguh-sungguh akan terus menghidupkan sepuluh malam terakhirnya dengan ibadah, seraya berharap ada satu malam yang dilaluinya bertepatan dengan malam lailatul qadar.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020)

Bisakah Meraih Lailatul Qadar Tanpa Itikaf di Masjid?

Mungkin banyak diantara kaum muslimin yang bertanya-tanya, apakah bisa mendapatkan malam lailatul qadar sedangkan ia tidak itikaf di masjid.

Maka jawabannya adalah, tetap bisa mendapatkan keutamaan lailtul qadar. Karena itikaf di masjid bukanlah syarat untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Karena lailatul qadar itu terkait dengan waktu, bukan dengan tempat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Didalam bulan Ramadhan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan.” (HR. An Nasai no. 2106)

Hadis-hadis yang menerangkan tentang lailatul qadar hanya menerangkan waktu, dan tidak ada yang menerangkan tempat atau mensyaratkan masjid sebagai tempat khusus mendapatkan malam lailatul qadar. Ini karunia Allah atas hamba-hambaNya, agar dimanapun mereka berada, tetap dapat meraih keberkahan lailatul qadar, jika mereka mengisi malamnya dengan amal ibadah.

Maka bagi yang tidak dapat beritikaf, seperti saat ini ada wabah, atau mungkin karena musafir, wanita nifas dan haid, mereka tetap bisa mendapatkan malam lailatul qadar, jika mereka mengisi malamnya dengan beribadah kepada Allah.

Memburu Lailatul Qadar di Rumah

Mencari lailatul qadar bukanlah menanti berdiri sambil menatap menghitung bintang tanpa amalan. Karena lailatul qadar adalah waktu, waktu yang terbentang sejak datangnya malam hingga terbit fajar. Siapa yang melakukan ibadah di malam itu, niscaya ia akan beruntung.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), Beliau mengencangkan sarung Beliau, menghidupkan malamnya dengan ber’ibadah dan membangunkan keluarga Beliau". (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174)

Amalan Lailatul Qadar

Berikut ini beberapa amalan yang dapat kita kerjakan di sepuluh malam terakhir ramadhan agar mendapatkan keberkahan lailatul qadar,

1. Shalat.

Nabi shalallahu’alaihi wasaallam bersabda,

‎مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no.1901)

Dari ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallahuanha berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يخلط العشرين بالصلاة و النوم، فإذا كان العشر شمر و وشد معزره

“Nabi shallallahu’alaihi wasallam di dua puluh hari (awal ramadan) menggabungkan antara shalat dan tidur, namun bila memasuki sepulu (malam terakhir) beliau bergadang dan mengencangkan sarung beliau.” (HR. Ahmad 6/146)

2. Membaca Al Quran.

Telah kita ketahui bersama bahwa lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Quran, sebagaimana Allah berfiman,

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” (QS. AlQadar: 1)

Maka menghidupkan malam tersebut dengan memperbanyak membaca Al Quran adalah salah satu hal yang utama, terlebih setiap huruf yang kita baca akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan.

3. Bersedekah

4. Memperbanyak Dzikir.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

يكون بالصَّلاة ، والذِّكر ، والدُّعاء ، وقراءة القُرآن ، وغير ذلك من وجوه الخير

Menghidupkan Lailatul Qadar dapat dilakukan dengan melakukan shalat, dzikir, do’a, membaca Al Quran dan berbagai bentuk kebaikan yang lain.” (Fatawa Ibnu Baz 15/426)


Semoga dengan mengerjakan amalan-amalan tersebut, kita dapat berjumpa dengan lailatul qadar dan meraih keberkahan di dalamnya secara maksimal. Amin.


https://hamalatulquran.com/bekal-ramadhan-22-memburu-lailatul-qadar-di-rumah/

•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

Penulis: M. Fatwa Hamidan 

(Alumni PP. Hamalatul Quran dan mahasiswa sarjana fakultas syariaah, Universitas Islam Madinah)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Friday, April 7, 2023

Bekal Ramadhan #19: Mengenal Lebih Dekat Lailatul Qadar

Mengenal Lebih Dekat Lailatul Qadar
Bismillah...

Mengapa Dinamakan Lailatul Qadar?

Setidaknya ada 3 sebab yang mendasari malam ini dinamakan dengan nama lailatul qadar

1. Dinamakan dengan qadar dengan artian At Ta’dzhim keagungan.

Maksud qadar (keagungan) disini sesuai dengn firman Allah ta’ala,

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ

Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya.” (QS.Al-An’am : 91)

Keagungan paling besar pada lailatul qadar adalah dengan diturunkannya Al Quran pada malam tersebut.

2. Qadar bermakna kesempitan (al-dhayyiqu).

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ

Dan orang yang terbatas (sempit) rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” (QS. Ath-Thalaq : 7)

Dan dari makna Al dhayyiq karena pada malam tersebut para malaikat turun dari langit ke bumi dan bumi tampak sesak oleh para malaikat, maka dinamakanlah malam tersebut dengan lailatul qadar. 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.” (QS. Al-Qadar : 4)

3. Makna qadar disini adalah taqdir.

Allah berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ. فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ. أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ. رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Sesungguhnya, Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. *Pada malam itu, diputuskan segala urusan yang telah ditetapkan dengan hikmah.* Sesungguhnya, Kami yang mengutus (para rasul). Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya, Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.s. Ad-Dukhan:3–6)

Tiga sebab penamaan diatas semuanya layak dan cocok untuk dijadikan sebab penamaan lailatul qadar, dan bila memungkinkan suatu kata terkumpul padanya beberapa makna yang agung maka tidak mengapa semuanya digunakan. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab “Ushul At Tafsir” dan juga pendapat syeikh Muhammad Al Amin Asy Syinqity dalam kitab tafsirnya “Adzwaa’ Al Bayaan”

Kapankah Waktu Terjadinya Lailatul Qadar?

Para ulama berselisih pendapat terkait waktu terjadinya lailatul qodar, ibnu Hajar rahimahullah dalam kitab Fathul Bari menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 40 pendapat, dan yang paling benar waktu lailatul qadar adalah di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. Dan itu bisa di malam yang ganjil maupun yang genap.

Setiap tahunnya lailatul qadar berganti-ganti, bisa jadi di malam ganjil dan bisa pula di malam genap, bisa jadi tahun ini di malam ke 21 dan di tahun depan malam yang berbeda lainnya, dan yang paling tepat adalah tidak boleh menjazamkan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam tertentu dan berulang tiap tahunnya.

Pendapat yang masyhur dalam madzhab syafiiyah bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke 21.

Hadits-hadits yang menceritakan secara sorih bahwa lailatul qadar terjadi pada malam tertentu seperti ke-21 adalah berdasarkan pada tahun yang Nabi shalallahu alaihi wa sallam khabarkan hadits tersebut. Maksudnya ketika Nabi mengucapkan hadits itu kebetulan memang lailatul qadar terjadi pada malam ke-21 di tahun tersebut.


https://hamalatulquran.com/mengenal-lebih-dekat-lailatul-qadar/

•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

Referensi :

- Syarah Maqasid Al Shaum, Karya : Syeikh Sholeh Al ‘Ushoimi hafidzahullah dengan beberapa tambahan seperlunya.

•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

Ditulis oleh: Muhammad Fatwa Hamidan

(Alumni PP Hamalatul Quran Yogyakarta, Mahasiswa fakultas syari’ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Bekal Ramadhan #18: Menyambut Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Bekal Ramadhan #18: Menyambut Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
Bismillah...

Tidak terasa bulan Ramadhan sudah membawa kita di sepertengahnya. Maka perlu kiranya kita kembali memperbaharui niat dan amalah kita di bulan yang penuh keberkahan, terkhusus di sepuluh hari terakhir ramadhan.

Karena Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam lebih semangat memaksimalkan amalan ibadahnya di sepuluh hari terakhir ramadhan, sebagaimana disebutkan oleh ibunda Aisyah radhiallahu’anha dalam sebuah hadis:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ

Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir ramadhan, hal yang beliau tidak lebih bersungguh-sungguh dihari lainya.” (HR. Muslim no. 1175)

Dalam riwayat yang lain dijelaskan

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Yang menjadikan sepuluh hari terakhir ramadhan istimewa adalah karena didalamnya terdapat Lailatul Qodar, waktu turunya Al Quran dan malam kemuliaan yang lebih baik dari pada seribu bulan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasehat untuk mencari malam lailatul qodar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana dalam sabdanya:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 2017)

Maka sepantasnya kita sebagai umat nabi mencontoh keteladanan beliau di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan dengan melakukan amalan-amalan ketaatan bukan dengan menyibukan diri kita dengan amalan yang sia-sia nan melalaikan.

Diantara amalan yang hendaknya dilakukan di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan adalah:

1. Iktikaf

2. Sholat malam

3. Membaca Al Quran

4. Memperbanyak dzikir dan doa

5. Taubat dan istighfar

Terdapat riwayat dari Aisyah, bahwa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika lailatul qadar adalah

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.

Hadis selengkapnya:

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “

Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab: Ucapkanlah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN

(HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua’bul Iman 3426)

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan,

و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر

Sesungguhnya perintah memohon al-‘afwu pada malam lailatul qadar setelah kita bersungguh-sungguh beramal di dalamnya dan di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ini semua agar kita tahu bahwa orang yang arif (bijak) ketika sungguh-sungguh dalam beramal kemudian ia tidak melihat amalan yang ia lakukan itu sempurna dari sisi amalan, keadaan, maupun ucapan. Karenanya ia meminta kepada Allah al-‘afwu (pemaafan) seperti keadaan seseorang yang berbuat dosa dan merasa penuh kekurangan.”

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 362-363).


Semoga di penghujung ramadhan kita bisa memaksimalkannya dengan amalan ketaatan dan mendapatkan malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.


https://hamalatulquran.com/bekal-ramadhan-18-menyambut-sepuluh-hari-terakhir-ramadhan/

•═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•

Penulis: Zusuf Affandi, Lc.

(Alumni dan Pengajar di PP. Hamalatul Quran, Yogyakarta)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Monday, April 3, 2023

KAJIAN RAMADHAN 19 : Lailatul Qadar, Waktu Pencatatan Takdir Tahunan

KAJIAN RAMADHAN 19 : Lailatul Qadar, Waktu Pencatatan Takdir Tahunan
Bismillah wassholatu wasalamu 'ala rasuulillah...

Diantara maksud lailatul qadar adalah waktu penetapan atau pencatatan takdir tahunan. Adapun keyakinan seorang muslim terhadap takdir, ia harus meyakini bahwa Allah mengetahui takdir hingga masa akan datang, Allah mencatat takdir tersebut, yang Allah tetapkan pasti terjadi, serta Allah pun menciptakan perbuatan hamba.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disebut lailatul qadar karena di malam tersebut dicatat untuk para malaikat catatan takdir, rezeki dan ajal yang terjadi pada tahun tersebut. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (maksudnya: takdir dalam setahun).” (QS. Ad Dukhon: 4)

🌐 https://muslim.or.id/10596-takdir-dan-perbuatan-hamba.html

Begitu pula firman Allah Ta’ala,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al Qadr: 4). 

"Yang dimaksud ayat ini adalah diperlihatkan pada malaikat kejadian-kejadian dalam setahun, lalu mereka diperintahkan melakukan segala yang menjadi tugas mereka. Namun takdir ini sudah didahului dengan ilmu dan ketetapan Allah lebih dulu." (Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 57)

Mengenai surat Ad Dukhon ayat 4 di atas, Qotadah rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah pada malam lailatul qadar ditetapkan takdir tahunan.” (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 13: 132)

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa dicatat dalam induk kitab pada malam Lailatul Qadar segala yang terjadi selama setahun berupa kebaikan, kejelekan, rezeki dan ajal, bahkan sampai kejadian ia berhaji. (Disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir, 7: 338)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Pada malam Lailatul Qadar ditetapkan di Lauhul Mahfuzh mengenai takdir dalam setahun yaitu terdapat ketetapan ajal dan rezeki, begitu pula berbagai kejadian yang akan terjadi dalam setahun. Demikianlah yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak, dan ulama salaf lainnya.” (Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim dalam penjelasan ayat di atas)

Syaikh As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman berkata, “Ada salah satu pencatatan kitab yang terdapat pada malam Lailatul Qadar. Kitab tersebut dicatat namun masih bersesuaian dengan takdir yang dulu sudah ada, di mana Allah sudah menetapkan berbagai takdir makhluk, mulai dari ajal, rezeki, perbuatan serta keadaan mereka. Dalam penulisan tersebut, Allah menyerahkan kepada para malaikat. Takdir tersebut dicatat pada hamba ketika ia masih berada dalam perut ibunya. Kemudian setelah ia lahir ke dunia, Allah mewakilkan kepada malaikat pencatat untuk mencatat setiap amalan hamba. Di malam lailatul qadar tersebut, Allah menetapkan takdir dalam setahun. Semua takdir ini adalah tanda sempurnanya ilmu, hikmah dan ketelitian Allah terhadap makhluk-Nya.”

🌐 https://muslim.or.id/2156-memahami-takdir-dengan-benar.html


Semoga dengan semakin merenungkan tulisan di atas, kita pun semakin merenungkan malam kemuliaan Lailatul Qadar dan semakin beriman pula takdir ilahi.


Walhamdulillah, wa shallallahu wa sallam ‘ala nabiyyina Muhammad.


✒️ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حغظه الله تعالى


🌐 https://muslim.or.id/17685-kajian-ramadhan-19-lailatul-qadar-waktu-pencatatan-takdir-tahunan.html

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Popular Posts

Blog Archive