Media pembelajaran seputar sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Showing posts with label mandi jum'at. Show all posts
Showing posts with label mandi jum'at. Show all posts

Friday, August 4, 2023

Diantara Amalan Di Hari Jum'at

Diantara Amalan Di Hari Jum'at
Bismillah...

Diantara amalan di hari Jum'at...

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุณَุนِูŠุฏٍ ุงู„ْุฎُุฏْุฑِูŠِّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ

ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุบُุณْู„ُ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَุงุฌِุจٌ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ู…ُุญْุชَู„ِู…ٍ

Dari Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda, 

"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh."

(HR. Shahih Bukhari no.830 Kitab Al Jumu'ah)

ุญَุฏَّุซَู†ِูŠ ุณَุงู„ِู…ُ ุจْู†ُ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠู‡ِ ุฃَู†َّ ุนُู…َุฑَ ุจْู†َ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ ุจَูŠْู†َุง ู‡ُูˆَ ูŠَุฎْุทُุจُ ุงู„ู†َّุงุณَ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฏَุฎَู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ู…ِู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู†َุงุฏَุงู‡ُ ุนُู…َุฑُ ุฃَูŠَّุฉُ ุณَุงุนَุฉٍ ู‡َุฐِู‡ِ ูَู‚َุงู„َ ุฅِู†ِّูŠ ุดُุบِู„ْุชُ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ูَู„َู…ْ ุฃَู†ْู‚َู„ِุจْ ุฅِู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِูŠ ุญَุชَّู‰ ุณَู…ِุนْุชُ ุงู„ู†ِّุฏَุงุกَ ูَู„َู…ْ ุฃَุฒِุฏْ ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْ ุชَูˆَุถَّุฃْุชُ

ู‚َุงู„َ ุนُู…َุฑُ ูˆَุงู„ْูˆُุถُูˆุกَ ุฃَูŠْุถًุง ูˆَู‚َุฏْ ุนَู„ِู…ْุชَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูƒَุงู†َ ูŠَุฃْู…ُุฑُ ุจِุงู„ْุบُุณْู„ِ

Telah menceritakan kepadaku Salim bin Abdullah dari bapaknya bahwa; Ketika Umar bin Al Khaththab sedang berkhuthbah pada hari jum'at dihadapan jama'ah, masuklah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah ๏ทบ, lalu Umar pun memanggilnya seraya bertanya, "Sudah jam berapakah ini?"

Laki-laki itu menjawab, "Aku sangat sibuk hari ini. Aku tidak sempat pulang, sehingga ketika kedengaran adzan, tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berwudlu."

Umar berkata, "Engkau hanya berwudlu? Bukankah Engkau tahu bahwa Rasulullah ๏ทบ juga memerintahkan untuk mandi?"

(HR. Shahih Muslim no. 1395 Kitab Al Jumu'ah)

ุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ุนَู„َู‰َّ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ูِู‰ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ِ ุฌُู…ُุนَุฉٍ ูَุฅِู†َّ ุตَู„ุงَุฉَ ุฃُู…َّุชِู‰ ุชُุนْุฑَุถُ ุนَู„َู‰َّ ูِู‰ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ِ ุฌُู…ُุนَุฉٍ ، ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุฃَูƒْุซَุฑَู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰َّ ุตَู„ุงَุฉً ูƒَุงู†َ ุฃَู‚ْุฑَุจَู‡ُู…ْ ู…ِู†ِّู‰ ู…َู†ْุฒِู„َุฉً

Perbanyaklah shalawat kepadaku  pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.

(HR. Baihaqi,Hadits Hasan lighoirihi dalam Sunan Al Kubro)

ุฅู† ู…ู† ู‚ุฑุฃ ุณูˆุฑุฉ ุงู„ูƒู‡ู ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฃุถุงุก ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ู†ูˆุฑ ู…ุง ุจูŠู† ุงู„ุฌู…ุนุชูŠู†

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua Jum’at

(HR. An Nasa’i dan Baihaqi hadits Shahih / Shohihul Jami' no 6470)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Saturday, September 29, 2018

Hukum Mandi Jum'at Bagi Wanita

Hukum Mandi Jum'at Bagi Wanita
Apa hukum mandi di hari Jum'at bagi wanita. Sementara mereka tidak ikut Jum'atan?

Terima kasih

Dari: Amatullah

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,

☑ Pertama, ulama berbeda pendapat tentang hukum mandi Jum'at. Mayoritas ulama berpendapat, hukumnya dianjurkan dan tidak wajib. Sementara ulama lain menyatakan sebaliknya, mandi Jum'at hukumnya wajib. Dan inilah pendapat yang lebih kuat berdasarkan beberapa dalil yang lebih tegas. Di antara dalil yang menunjukkan kesimpulan ini adalah

1. Hadis dari Abu Said al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎ุบُุณْู„ُ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَุงุฌِุจٌ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ู…ُุญْุชَู„ِู…ٍ

Mandi hari Jum'at itu wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

2. Hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎ุญู‚ ู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู… ุฃู† ูŠุบุชุณู„ ููŠ ูƒู„ ุณุจุนุฉ ุฃูŠุงู…، ูŠุบุณู„ ุฑุฃุณู‡ ูˆุฌุณุฏู‡

Kewajiban setiap muslim kepada Allah, mereka harus mandi setiap tujuh hari. Membasahi kepala (keramas) dan seluruh badannya.” (HR. Muslim)

Hadis di atas menunjukkan bahwa kewajiban mandi Jum'at ini berlaku umum bagi setiap muslim yang sudah baligh, baik laki-laki maupun wanita.

☑ Kedua, terdapat beberapa riwayat, yang menunjukkan bahwa kewajiban mandi Jum'at ini hanya berlaku untuk kaum muslimin yang hendak menghadiri Jum'atan.

Di antara riwayat tersebut adalah

1. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ُ ุงู„ุฌُู…ُุนَุฉَ، ูَู„ْูŠَุบْุชَุณِู„ْ

Apabila kalian menghadiri Jum'atan, hendaknya dia mandi.” (HR. Bukhari)

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa khalifah Umar pernah khutbah Jum'at. Kemudian ada salah satu jamaah yang datang telat. Setelah diingatkan, jamaah ini mengaku bahwa dia hanya wudhu dan tidak mandi. Selanjutnya Umar mengatakan:

‎ุฃَู„َู…ْ ุชَุณْู…َุนُูˆุง ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ: «ุฅِุฐَุง ุฑَุงุญَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุฌُู…ُุนَุฉِ ูَู„ْูŠَุบْุชَุณِู„ْ»

Tidakkah kalian pernah mendengar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila kalian menghadiri Jum'atan, hendaknya dia mandi’.” (HR. Bukhari)

Dua riwayat di atas lebih ditegaskan oleh hadis Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎ู…َู†ْ ุฃَุชَู‰ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉَ ู…ِู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ِ ูˆَุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ูَู„ْูŠَุบْุชَุณِู„ْ , ูˆَู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุฃْุชِู‡َุง ูَู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุบُุณْู„ٌ ู…ِู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ِ ูˆَุงู„ู†ِّุณَุงุกِ

Siapa yang menghadiri Jum'atan, baik lelaki maupun wanita, hendaknya dia mandi. Dan siapa yang tidak mendatangi Jum'atan, maka dia tidak wajib mandi, baik lelaki maupun wanita.”

Hadis ini diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya dari jalur Utsman bin Waqid al-Umri. Sebagian ulama meragukan tambahan: “siapa yang tidak mendatangi Jum'atan…” karena riwayat dari Ibnu Umar tidak ada tambahan ini. Mereka menyatakan, ini bagian dari kesalah-pahaman Utsman. (Jami’ Ahkam An-Nisa, 1:53)

Hanya saja, riwayat ini dikuatkan dengan keterangan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

‎ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ุบُุณْู„ُ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุฌِุจُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุฌُู…ُุนَุฉُ

Mandi Jum'at hanya wajib bagi orang yang wajib Jum'atan.” (HR. Bukhari secara Muallaq)

Mengingat hukum Jum'atan tidak wajib bagi wanita, mereka tidak diwajibkan untuk mandi pada hari Jum'at. Hanya saja, dianjurkan bagi mereka untuk mandi setiap pekannya, berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎ุญู‚ ู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู… ุฃู† ูŠุบุชุณู„ ููŠ ูƒู„ ุณุจุนุฉ ุฃูŠุงู…، ูŠุบุณู„ ุฑุฃุณู‡ ูˆุฌุณุฏู‡

Kewajiban setiap muslim kepada Allah, mereka harus mandi setiap tujuh hari. Membasahi kepala (keramas) dan seluruh badannya.” (HR. Muslim)

Dan lebih ditekankan lagi, ketika wanita ini hendak menghadiri Jum'atan, berdasarkan hadis Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila kalian menghadiri Jum'atan, hendaknya dia mandi.” (HR. Bukhari)

Allahu a’lam

๐Ÿ‘ค Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Tuesday, September 25, 2018

Qadha Mandi Jum'at Setelah Jum'atan

Qadha Mandi Jum'at Setelah Jum'atan
Jika kita lupa tidak mandi Jum'at sblm Jum'atan, ingatnya setelah asar, apakah msh perlu mandi Jum'at?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghubungkan mandi Jum'at dengan kegiatan Jum'atan. Agar kaum muslimin berada dalam kondisi segar dan tidak membawa aroma yang mengganggu sekitarnya ketika Jum'atan.

Kita bisa simak beberapa hadis berikut,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎ู…َู†ِ ุงุบْุชَุณَู„َ ุซُู…َّ ุฃَุชَู‰ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉَ ูَุตَู„َّู‰ ู…َุง ู‚ُุฏِّุฑَ ู„َู‡ُ ุซُู……

Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi Jum’at, lalu ia shalat sunah semampunya dan diam” (HR. Muslim 857).

Disebutkan juga dalam hadis lain, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ُ ุงู„ุฌُู…ُุนَุฉَ، ูَู„ْูŠَุบْุชَุณِู„ْ

Apabila kalian menghadiri Jum'atan, hendaknya dia mandi.” (HR. Ahmad 5289, Bukhari 877 dan yang lainnya).

Dan inilah yang dipahami para sahabat. Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma pernah mengatakan:

‎ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ุบُุณْู„ُ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุฌِุจُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุฌُู…ُุนَุฉُ

Mandi Jum'at hanya wajib bagi orang yang wajib Jum'atan.” (HR. Bukhari secara Muallaq).

Dan tujuan terbesar adalah agar kaum muslimin tidak terganggu dengan bau badan kita.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,

Dulu para sahabat mendatangi Jum'atan berangkat dari rumah mereka di pelosok. Mereka datang di masjid dengan baju berdebu, dan keringat yang mencemarkan aroma yang tidak sedap. Suatu ketika, salah satu diantara mereka mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang di rumahku. Karena mencium bau yang tidak sedap, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

‎ู„َูˆْ ุฃَู†َّูƒُู…ْ ุชَุทَู‡َّุฑْุชُู…ْ ู„ِูŠَูˆْู…ِูƒُู…ْ ู‡َุฐَุง

Mengapa kalian tidak mandi hari ini?” (HR. Muslim 1995 & Ibnu Hibban 1237).

Ibnu Daqiqil Id menjelaskan hadis di atas,

‎ูˆููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ุบุณู„ ุจุงู„ู…ุฌูŠุก ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ، ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฅุฑุงุฏุฉ ุงู„ู…ุฌูŠุก ، ูˆู‚ุตุฏ ุงู„ุดุฑูˆุน ููŠู‡

Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa perintah mandi Jum'at itu terkait kedatangan seseorang untuk Jum'atan. Sehingga maksud hadis, bagi orang yang hendak datang dan ingin melaksanakan Jum'atan.

Kemudian Ibnu Daqiqil Id menyebutkan pendapat beberapa ulama,

‎ูˆู‚ุงู„ ู…ุงู„ูƒ ุจู‡ ، ูˆุงุดุชุฑุท ุงู„ุงุชุตุงู„ ุจูŠู† ุงู„ุบุณู„ ูˆุงู„ุฑูˆุงุญ ، ูˆุบูŠุฑู‡ ู„ุง ูŠุดุชุฑุท ุฐู„ูƒ

Pendapat Imam Malik, mandi Jum'at dilakukan karena hendak Jum'atan. Beliau bahkan mempersyaratkan, antara mandi Jum'at dan berangkat Jum'atan harus nyambung. Sementara ulama lain berpendapat bahwa itu bukan syarat.

Selanjutnya, Ibnu Daqiqil Id menyebutkan pendapat yang jauh dari kebenaran. Pendapat madzhab Dzahiriyah.

‎ูˆู„ู‚ุฏ ุฃุจุนุฏ ุงู„ุธุงู‡ุฑูŠ ุฅุจุนุงุฏุง ูŠูƒุงุฏ ูŠูƒูˆู† ู…ุฌุฒูˆู…ุง ุจุจุทู„ุงู†ู‡ ุญูŠุซ ู„ู… ูŠุดุชุฑุท ุชู‚ุฏู… ุงู„ุบุณู„ ุนู„ู‰ ุฅู‚ุงู…ุฉ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุญุชู‰ ุงุบุชุณู„ ู‚ุจู„ ุงู„ุบุฑูˆุจ ูƒูู‰ ุนู†ุฏู‡ ุชุนู„ู‚ุง ุจุฅุถุงูุฉ ุงู„ุบุณู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ูŠูˆู… ููŠ ุจุนุถ ุงู„ุฑูˆุงูŠุงุช ูˆู‚ุฏ ุชุจูŠู† ู…ู† ุจุนุถ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ: ุฃู† ุงู„ุบุณู„ ู„ุฅุฒุงู„ุฉ ุงู„ุฑูˆุงุฆุญ ุงู„ูƒุฑูŠู‡ุฉ؛ ูˆูŠูู‡ู… ู…ู†ู‡ : ุฃู† ุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ ุนุฏู… ุชุฃุฐูŠ ุงู„ุญุงุถุฑูŠู† ، ูˆุฐู„ูƒ ู„ุง ูŠุชุฃุชู‰ ุจุนุฏ ุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ

Dzahiriyah memiliki pendapat yang sangat aneh, yang bisa kita pastikan bahwa itu salah, dimana mereka tidak mengharuskan mandi Jum'at untuk dikerjakan sebelum shalat Jum'at. Sehingga, jika mandi Jum'at dilakukan menjelang maghrib di sore hari Jum'at, itu sudah cukup menurut dzahiriyah. Mereka memahami bahwa mandi Jum'at itu yang penting dilakukan di hari Jum'at, sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. Padahal terdapat hadis yang dengan tegas menyatakan bahwa mandi Jum'at itu tujuannya untuk menghilangkan aroma yang mengganggu. Sehingga dipahami darinya bahwa tujuan utama mandi Jum'at adalah agar tidak mengganggu jamaah lain. Dan tujuan itu tidak bisa diperolah setelah pelaksanaan Jum'atan. (Ihkam al-Ahkam, Syarh Umdatul Ahkam, 1/223).

Berdasarkan keterangan di atas, mengamalkan hadis perintah untuk mandi di hari Jum'at, hanya berlaku jika dilakukan sebelum Jum'atan. Sehingga, ketika dilakukan setelah Jum'atan, tidak disebut mandi Jum'at, kecuali menurut pendapat dzahiriyah.

Karena itu, bagi mereka yang lupa mandi Jum'at sebelum Jum'atan, tidak ada qadha mandi setelah itu. Sekalipun dia mandi, dia tidak disebut mengamalkan dalil tentang anjuran mandi Jum'at.

Apakah wajib bertaubat?

Ini kembali kepada hukum mandi Jum'at. Karena salah satu tujuan kita memahami status hukum suatu amalan adalah memahami konsekuensi ketika kita meninggalkan amalan itu. Apakah wajib taubat ataukah tidak.

Dan pendapat mayoritas ulama, mandi Jum'at tidak wajib, tapi sunah muakkad.

Allahu a’lam.

๐Ÿ‘ค Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Keringatan Setelah Mandi Jum'at, Apakah Harus Diulang?

Keringatan Setelah Mandi Jum'at, Apakah Harus Diulang?
Jika kita sudah mandi sebelum berangkat kerja, kemudian keringatan lagi, apakah wajib mengulang mandi?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Pendapat yang benar, bahwa mandi Jum'at dikaitkan dengan kewajiban melaksanakan Jum'atan. Diantara dalil yang menunjukkan hal itu adalah hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ُ ุงู„ุฌُู…ُุนَุฉَ، ูَู„ْูŠَุบْุชَุณِู„ْ

Apabila kalian menghadiri Jum'atan, hendaknya dia mandi.” (HR. Ahmad 5289, Bukhari 877 dan yang lainnya).

Dan inilah yang dipahami para sahabat. Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma pernah mengatakan:

‎ุฅู†َّู…َุง ุงู„ุบُุณْู„ُ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุชَุฌِุจُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุฌُู…ُุนَุฉُ

Mandi Jum'at hanya wajib bagi orang yang wajib Jum'atan.” (HR. Bukhari secara Muallaq).

Dan tujuan utama adanya perintah mandi sebelum Jum'atan adalah agar kaum muslimin tidak terganggu dengan bau badan temannya selama di masjid.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,

Dulu para sahabat mendatangi Jum'atan berangkat dari rumah mereka di pelosok. Mereka datang di masjid dengan baju berdebu, dan keringat yang mencemarkan aroma yang tidak sedap. Suatu ketika, salah satu diantara mereka mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang di rumahku. Karena mencium bau yang tidak sedap, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

‎ู„َูˆْ ุฃَู†َّูƒُู…ْ ุชَุทَู‡َّุฑْุชُู…ْ ู„ِูŠَูˆْู…ِูƒُู…ْ ู‡َุฐَุง

Mengapa kalian tidak mandi hari ini?” (HR. Muslim 1995 & Ibnu Hibban 1237).

Apakah Harus Mengulang Mandi?

Ulama berbeda pendapat.

Dalam madzhab Malikiyah, mandi Jum'at harus bersambung dengan Jum'atan. Sehingga sekalipun seseorang telah mandi di pagi hari, dia harus mengulang mandinya ketika hendak berangkat Jum'atan.

Imam al-Baji menyebutkan dalam Syarh al-Muwatha’,

‎ู‚ุงู„ ู…ุงู„ูƒ ู…ู† ุงุบุชุณู„ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฃูˆู„ ู†ู‡ุงุฑู‡ ูˆู‡ูˆ ูŠุฑูŠุฏ ุจุฐู„ูƒ ุบุณู„ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูุฅู† ุฐู„ูƒ ุงู„ุบุณู„ ู„ุง ูŠุฌุฒุฆ ุนู†ู‡ ุญุชู‰ ูŠุบุชุณู„ ู„ุฑูˆุงุญู‡

Imam Malik mengatakan, ‘Siapa yang mandi pada hari Jum'at di pagi hari dengan niat untuk mandi Jum'at, maka mandi yang dia lakukan tidak sah. Sampai dia ulang mandi sebelum berangkat Jum'atan.’ (al-Muntaqa Syarh al-Muwatha, 1/186).

Ini berbeda dengan pendapat mayoritas ulama. Mereka tidak mempersyaratkan bahwa mandi Jum'at harus bersambung dengan Jum'atan. Hanya saja, dianjurkan agar bersambung dengan berangkat Jum'atan.

As-Syaukani dalam Nailul Authar mengatakan,

‎ูˆู‚ุฏ ุงุฎุชู„ู ููŠ ุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุซู„ุงุซุฉ ุฃู‚ูˆุงู„ ุงุดุชุฑุงุท ุงู„ุงุชุตุงู„ ุจูŠู† ุงู„ุบุณู„ ูˆุงู„ุฑูˆุงุญ ูˆุฅู„ูŠู‡ ุฐู‡ุจ ู…ุงู„ูƒ . ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ ุนุฏู… ุงู„ุงุดุชุฑุงุท ู„ูƒู† ู„ุง ูŠุฌุฒุฆ ูุนู„ู‡ ุจุนุฏ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูˆูŠุณุชุญุจ ุชุฃุฎูŠุฑู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฐู‡ุงุจ ูˆุฅู„ูŠู‡ ุฐู‡ุจ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ

Ada tiga pendapat ulama tentang waktu mandi Jum'at, pertama, disyaratkan bersambung antara mandi dan berangkat Jum'atan. Ini merupakan pendapaat Malik. Kedua, tidak disyaratkan harus bersambung, tapi tidak sah sebagai mandi Jum'at jika dikerjakan setelah Jum'atan, dan dianjurkan untuk diakhirkan menjelang berangkat Jum'atan. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama. (Nailul Authar, 1/290).

Kemudian as-Syaukani menyebutkan bahwa pendapat Imam Malik lebih kuat. Beliau mengatakan,

‎ูˆุงู„ุธุงู‡ุฑ ู…ุง ุฐู‡ุจ ุฅู„ูŠู‡ ู…ุงู„ูƒ ู„ุฃู† ุญู…ู„ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุชูŠ ุฃุทู„ู‚ ููŠู‡ุง ุงู„ูŠูˆู… ุนู„ู‰ ุญุฏูŠุซ ุงู„ุจุงุจ ุงู„ู…ู‚ูŠุฏ ุจุณุงุนุฉ ู…ู† ุณุงุนุงุชู‡ ูˆุงุฌุจ

Dan yang lebih kuat adalah pendapat Imam Malik. Beliau memahami, hadis yang menyebutkan nama hari Jum'at untuk masalah mandi Jum'at, dikaitkan dengan waktu wajib Jum'atan. (Nailul Authar, 1/290).

Sementara jumhur memahami bahwa istilah ghaslul jumah (mandi Jum'at) sifatnya mutlak. Bahkan beberapa hadis menyebutkan, “Mandi hari Jum'at.” Diantaranya hadis,

‎ุบُุณْู„ُ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَุงุฌِุจٌ

Mandi hari Jum'at itu wajib… (HR. Bukhari 895, Abu Daud 341 dan yang lainnya).

Karena mandi itu dilakukan di hari Jum'at, artinya tidak harus bersambung dengan berangkat Jum'atan. Selama itu dilakukan di hari Jum'at dan sebelum Jum'atan, maka sah sebagai mandi Jum'at.

As-Syirbini – ulama Syafiiyah – mengatakan,

‎ูˆูˆู‚ุชู‡ ู…ู† ุงู„ูุฌุฑ ุงู„ุตุงุฏู‚ ؛ ู„ุฃู† ุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ุนู„َّู‚ุชู‡ ุจุงู„ูŠูˆู…

Waktu mandi Jum'at adalah sejak subuh. Karena hadis yang meyebutkan mandi Jum'at, dikaitkan dengan hari Jum'at. (Mughni al-Muhtaj, 1/558).

Bagaimana Dengan Bau Badan?

Mengingat hadis Aisyah di atas maka mereka yang telah mandi, kemudian keringatan hingga mengeluarkan bau badan, maka dia disyariatkan untuk mengulang mandinya. Bahkan Syaikh Abdurrahman As-Suhaim, – dai ahlus sunah di Kementrian Wakaf dan Urusan Islam, Riyadh –  menyebutnya wajib. Mengingat hadis larangan mendekati masjid bagi orang yang makan bawang, karena bau mulutnya yang mengganggu,

‎ู…َู†ْ ุฃَูƒَู„َ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุจَู‚ْู„َุฉِ ุงู„ุซُّูˆู…ِ – ูˆَู‚َุงู„َ ู…َุฑَّุฉً ู…َู†ْ ุฃَูƒَู„َ ุงู„ْุจَุตَู„َ ูˆَุงู„ุซُّูˆู…َ ูˆَุงู„ْูƒُุฑَّุงุซَ – ูَู„ุงَ ูŠَู‚ْุฑَุจَู†َّ ู…َุณْุฌِุฏَู†َุง ูَุฅِู†َّ ุงู„ْู…َู„ุงَุฆِูƒَุฉَ ุชَุชَุฃَุฐَّู‰ ู…ِู…َّุง ูŠَุชَุฃَุฐَّู‰ ู…ِู†ْู‡ُ ุจَู†ُูˆ ุขุฏَู…َ

Siapa yang makan bawang putih ini, -di riwayat lain beliau bersabda, “Barangsiapa makan bawang merah dan putih atau bawang bakung,”- janganlah dia mendekati masjid kami, karena malaikat terganggu dari bau yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim 564)

Karena itu, sebisa mungkin, bagi anda yang telah mandi sebelum berangkat kerja kemudian keluar bau badan, hendaknya mengulangi mandinya agar tidak mengganggu jamaah yang lain.

Allahu a’lam.

๐Ÿ‘ค Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Wednesday, September 19, 2018

Tidak Bisa Mandi Jum'at, Bolehkah Jum'atan?

Tidak Bisa Mandi Jumat, Bolehkah Jumatan?
Jika di pagi hari kita lupa mandi keramas, hanya mandi biasa, kemudian berangkat ke kantor, dan di kantor tidak memungkinkan untuk mandi, bolehkah Jum'atan.?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ulama berbeda pendapat tentang hukum mandi Jum'at.

Kita simak keterangan an-Nawawi yang menjelaskan perbedaan pendapat ini,

‎ูˆุงุฎุชู„ู ุงู„ุนู„ู…ุงุก ููŠ ุบุณู„ ุงู„ุฌู…ุนุฉ، ูุญูƒูŠ ูˆุฌูˆุจู‡ ุนู† ุทุงุฆูุฉ ู…ู† ุงู„ุณู„ู، ุญูƒูˆู‡ ุนู† ุจุนุถ ุงู„ุตุญุงุจุฉ، ูˆุจู‡ ู‚ุงู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุธุงู‡ุฑ، ูˆุญูƒุงู‡ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ ุนู† ู…ุงู„ูƒ، ูˆุญูƒุงู‡ ุงู„ุฎุทุงุจูŠ ุนู† ุงู„ุญุณู† ุงู„ุจุตุฑูŠ ูˆู…ุงู„ูƒ

Ulama berbeda pendapat tentang hukum mandi Jum'at. Sebagian ulama salaf menyebutnya wajib, dan mereka membawakan riwayat dari sebagian sahabat. ini merupakan pedapat Zahiriyah. Ibnul Mundzir menyatakan bahwa ini pendapat Malik, sementara al-Khithabi menyatakan bahwa ini pendapat Hasan al-Bashri.

An-Nawawi melanjutkan,

‎ูˆุฐู‡ุจ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ู† ุงู„ุณู„ู ูˆุงู„ุฎู„ู ูˆูู‚ู‡ุงุก ุงู„ุฃู…ุตุงุฑ ุฅู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุณู†ุฉ ู…ุณุชุญุจุฉ ู„ูŠุณ ุจูˆุงุฌุจ  ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุงุถูŠ: ูˆู‡ูˆ ุงู„ู…ุนุฑูˆู ู…ู† ู…ุฐู‡ุจ ู…ุงู„ูƒ ูˆุฃุตุญุงุจู‡

Sementara mayoritas ulama, baik ulama masa silam maupun generasi setelahnya, serta para ulama dari berbagai negeri, mengatakan bahwa mandi Jum'at hukumnya anjuran dan tidak wajib. Al-Qadhi menyebutkan bahwa ini pendapat yang makruf dalam Madzhab Malik dan ulama malikiyah. (Syarh Muslim, 6/133)

Diantara yang menguatkan pendapat mayoritas ulama adalah hadis dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎ู…َู†ْ ุชَูˆَุถَّุฃَ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูَุจِู‡َุง ูˆَู†ِุนْู…َุชْ ูˆَู…َู†ِ ุงุบْุชَุณَู„َ ูَุงู„ْุบُุณْู„ُ ุฃَูْุถَู„ُ

Siapa yang hanya berwudhu di hari Jum'at, maka cukup baginya dan itu bagus. Dan siapa yang mandi Jum'at, maka mandi itu lebih afdhal. (HR. Turmudzi 499, Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)

Seusai membawakan hadis ini, Turmudzi mengatakan,

‎ูˆุงู„ุนู…ู„ ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุนู†ุฏ ุฃู‡ู„ ุง ู„ุนู„ู… ู…ู† ุฃุตุญุงุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูˆู…ู† ุจุนุฏู‡ู… ุงุฎุชุงุฑูˆุง ุงู„ุบุณู„ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูˆุฑุฃูˆุง ุฃู† ูŠุฌุฒุฆ ุงู„ูˆุถูˆุก ู…ู† ุงู„ุบุณู„

Para ulama mengamalkan hadis ini, dari zaman sahabat dan ulama setelahnya. Mereka berpendapat, dianjurkan mandi di hari Jum'at, dan mereka menyatakan bahwa wudhu bisa menggantikan kewajiban mandi. (Jami’  at-Turmudzi)

Berdasarkan pendapat  jumhur, bagi anda yang belum sempat mandi Jum'at di pagi hari, kemudian hendak datang Jum'atan sementara tidak memungkinkan untuk mandi, maka tidak masalah dengan hanya cukup berwudhu.

Lebih dari itu, mandi maupun tidak mandi, tidak mempengaruhi keabsahan Jum'atan. Artinya Jum'atan tetap sah, sekalipun tidak mandi. Karena itu, anda tetap harus Jum'atan. Tidak bisa mandi, tidak boleh jadi alasan untuk tidak Jum'atan.

Ibnu Umar menceritakan, bahwa suatu ketika Umar bin Khatab sedang khutbah Jum'at. Tiba-tiba ada seorang sahabat yang telat datang,

Sudah jam berapa sekarang?” tanya Umar..

Saya sangat sibuk, tidak sempat pulang, hingga terdengar adzan Jum'atan. Sehingga saya hanya bisa wudhu.” Jawab sahabat ini.

Kemudian Umar mengatakan,

‎ูˆุงู„ูˆุถูˆุก ุฃูŠุถุง ูˆู‚ุฏ ุนู„ู…ุช ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูƒุงู† ูŠุฃู…ุฑ ุจุงู„ุบุณู„ !

Hanya wudhu? Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan kita untuk mandi.” (HR. Ibn Hibban 1230, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

===============================

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Saturday, September 15, 2018

Bolehkah Mandi Junub Merangkap Mandi Jum'at?

Bolehkah Mandi Junub Merangkap Jumat?
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta’ ditanya: Apakah dibolehkan melaksanakan mandi junub sekaligus merangkap mandi untuk shalat Jum’at, mandi setelah habis masa haidh dan masa nifas?

Jawaban:

Barang siapa yang diwajibkan baginya untuk melaksanakan satu mandi wajib atau lebih, maka cukup baginya melaksanakan satu kali mandi wajib yang merangkap mandi-mandi wajib lainnya, dengan syarat dalam mandi itu ia meniatkan untuk menghapuskan kewajiban-kewajiban mandi lainnya, dan juga berniat untuk dibolehkannya shalat dan lainnya seperti Thawaf dan ibadah-ibadah lainnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Setiap perbuatan itu tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan bagian sesuai dengan yang diniatkannya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Karena yang hendak dicapai dari mandi hari Jum’at bisa sekaligus tercapai dengan mandi junub jika bertepatan harinya. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah, 5/328)

Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita.

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.

Share:

Popular Posts

Blog Archive